Selasa, 05 November 2013

Bersyukur

Alkisah, ada seorang pedagang kaya yang merasa dirinya tidak bahagia. Dari pagi-pagi buta, dia telah bangun dan mulai bekerja. Siang hari bertemu dengan orang-orang untuk membeli atau menjual barang. Hingga malam hari, dia masih sibuk dengan buku catatan dan mesin hitungnya. Menjelang tidur, dia masih memikirkan rencana kerja untuk keesokan harinya. Begitu hari-hari berlalu.

Suatu pagi sehabis mandi, saat berkaca, tiba-tiba dia kaget saat menyadari rambutnya mulai menipis dan berwarna abu-abu. “Akh... Aku sudah menua. Setiap hari aku bekerja, telah menghasilkan kekayaan begitu besar! Tetapi kenapa aku tidak bahagia? Ke mana saja aku selama ini?”

Setelah menimbang, si pedagang memutuskan untuk pergi meninggalkan semua kesibukannya dan melihat kehidupan di luar sana. Dia berpakaian layaknya rakyat biasa dan membaur ke tempat keramaian.
“Duh, hidup begitu susah, begitu tidak adil! Kita telah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi tetap saja miskin dan kurang,” terdengar sebagian penduduk berkeluh kesah.

Di tempat lain, dia mendengar seorang saudagar kaya; walaupun harta berkecukupan, tetapi tampak sedang sibuk berkata-kata kotor dan memaki dengan garang. Tampaknya dia juga tidak bahagia.

Si pedagang meneruskan perjalanannya hingga tiba di tepi sebuah hutan. Saat dia berniat untuk beristirahat sejenak di situ, tiba-tiba telinganya menangkap gerak langkah seseorang dan teriakan lantang, “Huah! Tuhan, terima kasih. Hari ini aku telah mampu menyelesaikan tugasku dengan baik. Hari ini aku telah pula makan dengan kenyang dan nikmat. Terima kasih Tuhan, Engkau telah menyertaiku dalam setiap langkahku. Dan sekarang, saatnya hambamu hendak beristirahat.”

Setelah tertegun beberapa saat dan menyimak suara lantang itu, si pedagang bergegas mendatangi asal suara tadi. Terlihat seorang pemuda berbaju lusuh telentang di rerumputan. Matanya terpejam. Wajahnya begitu bersahaja.





Mendengar suara di sekitarnya, dia terbangun. Dengan tersenyum dia menyapa ramah, “Hai, Pak Tua. Silahkan beristirahat di sini.”
“Terima kasih, Anak Muda. Boleh bapak bertanya?” tanya si pedagang.
“Silakan.”
“Apakah kerjamu setiap hari seperti ini?”
“Tidak, Pak Tua. Menurutku, tak peduli apapun pekerjaan itu, asalkan setiap hari aku bisa bekerja dengan sebaik2nya dan pastinya aku tidak harus mengerjakan hal sama setiap hari. Aku senang, orang yang kubantu senang, orang yang membantuku juga senang, pasti Tuhan juga senang di atas sana. Ya kan? Dan akhirnya, aku perlu bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas semua pemberiannya ini”.

Teman-teman yang luar biasa,
Kenyataan di kehidupan ini, kekayaan, ketenaran, dan kekuasaan sebesar apapun tidak menjamin rasa bahagia. Bisa kita baca kisah hidup seorang maha bintang Michael Jackson, yang berhutang di antara kelimpahan kekayaannya. Dia hidup menyendiri dan kesepian di tengah keramaian penggemarnya; tidak bahagia di tengah hiruk pikuk bumi yang diperjuangkannya.

Entah seberapa kontroversial kehidupan Michael Jackson. Tetapi, yah… setidaknya, dia telah berusaha berbuat yang terbaik dari dirinya untuk umat manusia lainnya.

Mari, jangan sampai kita menjadi budaknya materi. Mampu bersyukur merupakan kebutuhan manusia. Mari kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, dan bagi manusia-manusia lainnya. Sehingga, kita senantiasa bisa menikmati hidup ini penuh dengan sukacita, syukur, dan bahagia.

Sukses Dunia-Akhirat dengan Senyum

Rahasia Sukses Dunia-Akhirat dengan Senyum Dahsyat Memikat

Senyumku Dakwahku - Rahasia Sukses Dunia-Akhirat dengan Senyum Dahsyat Memikat, laporan Cicah Sarianingsih pada tanggal 11 Okt 2013

SPIRITUAL QUANTUM SMILE
(Rahasia Sukses Dunia-Akhirat dengan Senyum Dahsyat Memikat)
Puji Hartono & Pranowo SQS.
senyum
Senyum bukanlah gerakan bibir yang tanpa makna. Ternyata senyum adalah hasil akhir dari kegiatan kebaikan dalam tubuh. Senyum adalah proses dalam diri yang sangat indah, dimulai dari suatu objek lalu panca indera kita mengetahuinya. Informasi dari panca indera disalurkan ke otak, dan sesampai di otak divisualisasikan menjadi sesuatu yang lucu, unik, aneh, ataupun menarik hingga akhirnya turun ke hati.

Dari dalam hati muncul energi kebahagiaan yang sangat besar sehingga terjadi senyum. Senyum akan mempengaruhi diri kita secara positif. Senyum yang sangat dipengaruhi oleh kejernihan indera, otak dan hati akan menghasilkan kualitas senyum yang berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya.

merupakan suatu kebahagiaan yang tidak terungkap di bibir. Kadangkala terungkap di bibir secara fisik, dan rasanya sangat membahagiakan. Tersenyum merupakan gerakan tarik napas yang di mulai dengan respons dari luar atau dalam tubuh yang di ikuti dengan penahanan udara dengan merapatnya mulut, sehingga otot-otot sekitar bibir terangkat.

Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya untuk tersenyum, tidak sampai tertawa. Senyuman merupakan bagian dari akhlak Rasulullah saw. Abdullah bin al-Harits r.a. menuturkan, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang paling banyak tersenyum daripada Rasulullah saw”. (HR. Tirmidzi).
Aisyah r.a. bercerita, “Tidak pernah saya melihat Rasulullah saw tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum”. (HR. Bukhari).

Mengapa Rasulullah saw senang melakukan senyum yang tulus????? Senyum merupakan bahasa jiwa yang terungkap secara fisik. Ungkapan jiwa yang tulus akan menampakkan bentuk fisik yang tulus. Sebaliknya, ungkapan jiwayang tidak tulus akan menampakkan bentuk fisik yang tidak tulus. Gambaran ungkapan jiwa yang tulus menjadi bagian hidup Rasulullah saw.

SPIRITUAL QUANTUM SMILE

    Quantum dalam senyum bukan saja membahas bentuk fisik di bibir saja, namun lebih jauh dan luas lagi mengarah pada manfaat dibalik kita sering tersenyum.
    Quantum adalah sesuatu yang tidak tampak namun hakikatnya ada.
    Quantum adalah sesuatu yang sudah bermanfaat dan akan bertambah manfaatnya apabila sering dilakukan.
    Spiritual Quantum Smile merupakan senyum seseorang yang bukan hanya pada gerakan indah di bibir namun lebih luas dan lebih jauh lagi, yaitu senyum yag dikelola secara cerdas, senyum yang ditujukan untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang lain, serta senyum yang ditujukan kepada Allah swt.

Manfaat Seyuman Ikhlas
Manfaat Seyum
  • Meningkatkan aliran darah
  • Melancarkan aliran dara
  • Mengurangi risiko penyaki jantung
  • Menghasilkan hormone endorphin (obat penenang alami)
  • Memijat paru-paru dan jantung
  • Meningkatkan kadar oksigen dalam darah
  • Mengontraksikan 80 titik-titik saraf
  • Melemaskan otot-otot
  • Menstimulasi otak kanan dan kiri
Budayakan senyum, senyuman ikhlas yang sarat do’a dan optimisme. Karena, dalam senyuman ikhlas terkandung kekuatan spiritual nan dahsyat, kunci sukses dunia dan akhirat.( Puji Hartono & Pranowo SQS.)

Sumber : lintasfakta.com @ http://lintasfakta.com/rahasia-sukses-dunia-akhirat-dengan-senyum-dahsyat-memikat/
Dikutip Ulang Oleh : Senyumku Dakwahku @ http://senyumkudakwahku.blogspot.com/

Mengenal Makna Rukun Islam

islam topic

Arti daripada Islam secara bahasa adalah Ta'at, dan secara hukum syar'a adalah Ta'at kepada hukum - hukum syar'a ( Hukum - hukum ALLAH. S.W.T ). Dan ada rukun - rukun yang wajib kita laksanakan di antaranya sebagai berikut :

1. Syahadat : Asyhadu anlaa ilaaha illallaah Wa Asyhadu anna muhammaddarrosulullaah
Artinya : Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang aku sembah selain Allah SWT dan nabi muhammad SAW adalah utusan allah. Untuk menyebarkan agama islam.

Syahadat (persaksian) ini memiliki makna mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati lalu mengamalkannya melalui perbuatan. Adapun orang yang mengucapkannya secara lisan namun tidak mengetahui maknanya dan tidak mengamalkannya maka tidak ada manfaat sama sekali dengan syahadatnya.

2. Shalat
Shalat adalah suatu rukun islam yang kedua, yang maknanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena Shalat itu sangat wajib, ‘ di kerjakan dapat pahala dan kalau tidak di kerjakan dapat dosa’. Maka dari itulah kita sebagai umat islam maupun yang baru memeluk dan yang sudah beragama islam dari lahirnya harus melaksanakan shalat, bagi anak-anak harus cepat perintahkan shalat dari sekarang, agar terbiasa. Nah kalau sudah terbiasa maka kita sebagai orang tua tidak perlu susah lagi untuk memerintah anak kita untuk shalat karena sudah terbiasa.

Shalat lima waktu sehari semalam yang Allah syariatkan untuk menjadi sarana interaksi antara Allah dengan seorang muslim dimana ia bermunajat dan berdoa kepada-Nya. Juga untuk menjadi sarana pencegah bagi seorang muslim dari perbuatan keji dan mungkar sehingga ia memperoleh kedamaian jiwa dan badan yang dapat membahagiakannya di dunia dan akhirat.

3. Zakat
zakat merupakan rukun islam yang ketiga dan hukumnya wajib. Kita sebagai umat islam harus berzakat, karena rizqi kita tidak hanya milik kita sendiri, tetapi sebagiannya milik orang miskin atau tidak mampu yang pantas kita beri. Zakat membersihkan harta-harta kita yang haram, maupun itu barang ataupun uang.

4. Puasa
Puasa merupakan rukun islam yang ke empat dan wajib hukumnya. Puasa Wajib di laksanakan satu tahun sekali pada bulan ramadhan, dan kita sebagai umat islam harus puasa pada bulan ramadhan selama sebulan. Bila kita tidak melaksanakan puasa Wajib 1 hari saja, maka kita harus meng qodonya dan jika kalau tidak mengqodonya maka kita akan mendapatkan dosa karena tidak mengqodo puasa wajib itu.

5. Pergi haji ke baitullah
Pergi haji ke baitullah merupakan rukun islam yang ke lima dan wajib hukumnya(bagi yang sudah mampu).

Rukun Islam kelima adalah haji ke baitullah Mekkah sekali seumur hidup. Adapun lebihnya maka merupakan sunnah.

Dalam ibadah haji terdapat manfaat tak terhingga :
  1. Pertama, haji merupakan bentuk ibadah kepada Allah ta’ala dengan ruh, badan dan harta.     
  2. Kedua, ketika haji kaum muslimin dari segala penjuru dapat berkumpul dan bertemu di satu tempat. Mereka mengenakan satu pakaian dan menyembah satu Robb dalam satu waktu. Tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, kaya maupun miskin, kulit putih maupun kulit hitam. Semua merupakan makhluk dan hamba Allah. Sehingga kaum muslimin dapat bertaaruf (saling kenal) dan taawun (saling tolong menolong). Mereka sama-sama mengingat pada hari Allah membangkitkan mereka semuanya dan mengumpulkan mereka dalam satu tempat untuk diadakan hisab (penghitungan amal) sehingga mereka mengadakan persiapan untuk kehidupan setelah mati dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah ta’ala.
Demikianlah rangkuman singkat tentang Makna Rukun Islam Semoga Artikel ini dapat Menjadikan Kita sebagai insan muslim yg sejati...

Senin, 04 November 2013

Tahun Baru : Resign Yuk!

Awal tahun baru dibuka suami dengan menyerahkan surat pengunduran diri ke kantor tempat dia bekerja. Sebenarnya hal ini (resign) adalah resolusi kami tahun yang lalu. Namun karena berbagai pertimbangan dan tipisnya nyali kami, resolusi itu baru tercapai sekarang. Banyak alasan yang akhirnya membuat suami memutuskan untuk resign dari kantor dan akhir Desember pulang kampung  ke Sumedang. Orangtua, keluarga, waktu, dan ibadah menjadi salah empatnya.

Suami bukan mau melamar ke tempat lain atau sudah mendapat panggilan dari kantor lain. Suami saya ingin pulang kampung. Yah, keputusan ini cukup membuat saya agak galau juga. Cara bertahan hidup orang-orang di desa dan di kota tentu jauh berbeda. Di kampung mana ada kantor? Yang ada sawah, kebun, peternakan. Sejauh yang saya tahu, suami tidak memiliki (belum memiliki) keahlian di bidang itu. Tapi katanya dia mau belajar. Mau belajar tentang penggemukan sapi, pertanian dengan sistem organik dan banyak hal lagi. Selain itu dengan kemampuan di bidang IT yang dia miliki, dia juga berharap bisa membuat orang-orang di desa melek IT. Ya, Syukur-syukur suami bisa membawa perubahan yang signifikan bagi desa kami.

Satu hal yang menjadi keyakinan saya untuk mendukung keinginan suami adalah saya punya Allah yang tentu tidak akan menelantarkan hamba-hamba-Nya. Oalah, orangtua saya juga ada di desa. Kenapa harus takut untuk memulai hal yang baru? Bahkan udara di desa lebih segar daripada di kota. :))

Selamat Tahun Baru 1435 H
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik :))

credit

Sabtu, 02 November 2013

MAKALAH TENTANG SENYUM

 BAB1

PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang Masalah


Masalah , pasti semua orang memiliki masalah . tergantung dari mereka apa masalah yang sedang mereka hadapi. berbagai macam masalah yang merka hadapio tentu saja membuat mereka menjadi stres . salah satu cara untuk menghindari masalah tersebut adalah Tersenyum. karena dengan Seni Sebuah senyum semua masalah pun bisa kita hadapi .

1.2 Pembahasan Masalah


Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang:

- Senyum dalam kehidupan sehari-hari

- Senyum dalam keluarga

1.3 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan masalah diatas maka akan saya jelaskan senyum di kehidupan sehari-hari dan juga senyum di dalam keluarga

1.4 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah betapa pentingnya senyum itu di dalam kehidupan sehari-hari dan di dalam keluarga

1.5 Metode Penulisan

Metode penulisan kali ini akan menggunakan metode balai pustaka


BAB 2

ISI

2.1 Pengertian Senyum

Mengapa Anda Harus Banyak Tersenyum.? 
                 Senyuman adalah sesuatu yang terindah bagi siapa saja yang mendapatkannya, karena senyum merupakan ekspresi dari hati atas kesenangan atau kegembiraan yang dirasakan sang pemilik senyum itu sendiri, akan tetapi terkadang sulit bagi kita untuk berbagi senyuman kepada orang yang tidak kita sukai, meskipun kita paksakan untuk tersenyum tapi biasanya orang akan berkomentar kok senyumnya kecut sih, tapi setidaknya ketika kita terseyum meskipun kecut kita telah bisa berbuat yang terbaik untuk diri kita sendiri dengan cara membuang energi negatif yang sedang menaungi perasaan pada waktu itu.
Meskipun kita sedang menghadapi masalah seberat apapun dalam hidup ini, dengan sebuah senyuman dan keyakinan akan bisa mengurangi beban dalam pikiran atau perasaan kita, Semua orang punya masalah tapi cara penyelesaiannya yang berbeda tentunya hasilnya pun akan berbeda . Seberat apapun masalah dalam hidup ini apabila kita hadapi dengan senyuman secara psikologis beban itu telah terkurangi.

senyumSaat kita tiba di kantor, senyum yang tersaji dari rekan-rekan kerja menyambut kedatangan kita serasa menambah indah suasana hati. Pada saat kita memasuki area parkir pun, senyuman petugas parkir menyejukkan hati. Juga pada saat membayar belanjaan di supermarket, setelah mengantri cukup lama, senyuman kasir pun menghapus rasa jenuh penantian. Seringkali tidak kita sadari bahwa senyuman tulus akan membuat hati si penerima menjadi sejuk dan damai. Satu contoh yang paling berkesan bagiku adalah ketika suatu malam aku menyusuri sebuah gang sempit di daerah kampus Universitas Sam Ratulangi. Saat itu aku sedang mengantar seorang teman mencari rumah dosennya. Karena sama-sama belum tahu rumahnya maka kami berjalan memasuki semua lorong yang mungkin bisa dimasuki sambil sekali-sekali bertanya pada penduduk sekitar. Tanpa sadar kami salah masuk lorong yang sudah dikenal sebagai daerah rawan karena pemuda di daerah itu biasanya mabuk-mabukan di pinggir jalan dan bila sudah mabuk mereka akan minta uang pada siapa pun yang melewati jalan itu. Yaaah, kepalang basah, mau tak mau harus terus karena jalanan sempit sehingga tak mungkin putar arah. Dan memang benar adanya, seseorang berjalan terhuyung-huyung menghadang mobil kami. Terpaksa aku buka kaca jendela, dan secara refleks aku memberi seulas senyuman manis pada dia sambil bilang selamat malam... eh... dia langsung luluh dan mempersilahkan kami lewat tanpa mengganggu kami sedikit pun. Padahal sudah sering kudengar cerita dari teman-teman yang mengalaminya sendiri, bahwa pemuda di situ pasti minta uang bila sudah mabuk, kalau tidak memberi maka mobilnya akan dirusak atau dilempar batu. Sebenarnya, tersenyum adalah hal yang mudah dilakukan dan bermanfaat. Baik bagi si pemberi senyum maupun si penerima, senyuman memberikan keuntungan masing-masing. Si pemberi akan bertambah umur karena tersenyum itu sehat sedangkan si penerima pun akan merasa senang. Pernah sih beberapa kali aku digratisan. Maksudnya, aku sudah tersenyum dengan tulus, eh..si penerima malah cuek tanpa ekspresi. Ada sedikit rasa jengkel, tapi kemudian aku pikir gak ada ruginya aku tersenyum, toh aku gak bayar juga. Mungkin juga bukan maksud dia tidak pedulikan senyumanku tetapi mungkin terlambat sadar. Kadang aku sendiri juga terlambat membalas senyuman orang lain padaku dan pada akhirnya aku menyesal mengapa tidak membalas senyuman itu. Yah, setidaknya, dengan memberikan senyuman, dibalas atau tidak, diabaikan atau pun diacuhkan, orang yang menerima senyuman kita menjadi tahu bahwa kita bermaksud baik dan bukannya menebarkan hawa permusuhan. Senyuman juga bisa menghapus lelah. Bila penjual tiket yang sudah berjaga seharian kemudian mendapat senyuman dari pembeli, pasti sebagian rasa letihnya akan berkurang. Atau pedagang asongan yang sudah jauh berkeliling mendapat senyuman dari penumpang bis yang bahkan menolak tawaran dagangannya, dia pun akan merasa sedikit terhibur. Walau pun dagangannya tidak dibeli. Jadi, marilah kita mulai memberikan senyuman kita yang manis dan tulus kepada semua orang di sekeliling kita, orang-orang terdekat kita, kepada tukang sampah, kepada satpam kompleks perumahan, kepada dosen atau guru kita, kepada murid kita, kepada tukang sayuran, kepada petugas PLN atau PDAM, kepada office boy atau pun kepada atasan kita. Sebab dari situlah akan dimulai perdamaian dunia. Keadaan sekitar kita akan terasa nyaman. Bila suasana menjadi nyaman maka semua keindahan akan berbalik menghangatkan jiwa kita.

2.2 Pentingnya Senyum Di Kehidupan Sehari-hari

Tersenyum adalah suatu tindakan yang paling mudah, paling sederhana, paling murah dan paling menyenangkan di dunia.
Seringkali kita melupakan tindakan ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita merasa sudah terlalu letih oleh kerjaan yang menumpuk, membayar tagihan-tagihan atau kasir kedai yang menyebalkan ketika tadi berbelanja. Lima alasan kenapa kita harus banyak tersenyum :
1. Senyuman menambah kebahagiaan
Cobalah paksakan diri kita untuk tersenyum selama 30 saat mulai dari sekarang. Lakukan pula ketika anda mengalami kemalangan. Dengan membiasakan tersenyum, tidak peduli bagaimana perasaan anda saat itu, di dalam tubuh anda akan terjadi reaksi-reaksi kimia yang dapat membuat kita merasa bahagia. Cobalah dan rasakan perbedaannya. :)
2. Senyuman dapat merubah keadaan anda
Jika kita merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan mengubah keadaan emosi anda menjadi lebih positif. Dan sebuah keadaan yang positif tidak hanya membuat hidup anda lebih menyenangkan tetapi juga membuka segala kemungkinan lain dalam pikiran kita. Kita akan melihat dunia dengan cara yang berbeda melalui lensa kebahagiaan. Dari situ kita dapat mulai membina sederetan aktivit yang positif dan berinteraksi dengan banyak orang setiap harinya.
3. Senyuman dapat mengubah keadaan orang lain
Jika kita berjalan ke dalam sebuah ruangan atau menuju ke kedai dengan senyuman di wajah kita, akan membuat semuanya berbeda. Semua orang akan berbalik tersenyum pada kita. Hal ini akan banyak membantu mencairkan setiap ketegangan atau kekakuan yang ada. Interaksi anda akan lebih terbuka, santai dan penuh dengan kegembiraan.
4. Tersenyum? Apa ruginya?
Ketika memilih antara mengerutkan dahi, ekspresi kosong atau tersenyum, tampaknya pilihan terakhir adalah pilihan yang paling produktif dan positif, bukankah demikian? Seringkali kita lupa untuk tersenyum atau mungkin anda tidak terlalu suka untuk tersenyum. Tapi jika kita berusaha untuk menggunakan senyuman kita sesering mungkin, kita lama-kelamaan akan mempunyai kebiasaan yang baru, kebiasaan yang jauh lebih positif. Jika kita termasuk orang yang selalu memperhitungkan untung rugi untuk segala hal, cobalah soalan ini, ‘apa ruginya kita tersenyum? :)
5. Lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan yang sebaliknya
“Diperlukan tujuh puluh dua otot untuk berkerut, tetapi hanya tigabelas otot untuk tersenyum.”
Jadi sebetulnya kita menggunakan jauh lebih sedikit otot ketika tersenyum dibandingkan saat kita mengerutkan dahi atau memasang muka marah. Dengan membiasakan diri untuk tersenyum, maka otot tersenyum kita akan menjadi lebih kuat daripada otot untuk mengerutkan dahi kita, sehingga lama kelamaan kita akan lebih mudah untuk tersenyum daripada melakukan hal yang sebaliknya. Selamat, semoga kita selalu tersenyum.


2.3 Senyum Di Dalam Keluarga
Senyuman kepada orang terdekat di dalam kehidupan kita akan langsung memberikan efek yang positif di dalam diri kita. Entah itu perasaan senang, gembira, dan masih banyak lagi. Senyuman membuat orang tua anda akan terlihat lebih bahagia jika anaknya dapat tersenyum lepas dan begitu pula kakak ataupun adik anda. Mereka semua akan terlihat senang dan berpikir positif tentang anda. Dan juga senyuman itu menular, contohnya jika anda memberikan sebuah senyuman manis kepada orang tua anda sebelum anda berangkat sekolah atau kuliah pasti mereka dengan senang akan membalasnya dan akan bahagia melihat anda tersenyum lepas. Dan juga orang tua anda tidak akan cemas ketika melepas kalian pergi untuk sekolah atau kuliah sendiri. Mereka pasti akan berpikir positif dan tidak berpikir negaif karena senyuman anda walaupun sekali saja.
BAB 3
KESIMPULAN


Kesimpulan yang dapat kita ambil dari tulisan ini adalah bahwa senyuman itu akan menimbulkan efek positif di dalam kehidupan kita. Karena senyuman akan menimbulkan kebahagiaan dan akan membuat semangat menjalani hari yang walaupun sangat berat sekalipun tetapi dengan senyuman akan terasa lebih enteng. Dan juga tidak ada salahnya memberikan senyuman kepada orang lain walaupun cuma sekali. Berikan senyuman kepada orang di sekita kita. Baik itu teman, sahabat, pacar, orang yang tidak kalian kenal sekalipun dan juga keluarga. Berikanlah senyuman anda kepada orang-orang tersebut. Maka hidup anda akan terasa lebih bahagia!


smile is senyum

Baca Posting Senyum menarik lainnya Disini

SUMBER :

http://bisnisinvestasicerdas.wordpress.com/2009/09/24/pentingnya-tersenyum-dalam-kehidupan-sehari-hari-kita/

http://www.adsense-id.com/forums/showthread.php/19098-Arti-sebuah-Senyuman

http://ekspresihati.info/ekspresi-hati/hadapi-dengan-senyuman.html

http://achoey.wordpress.com/2008/06/07/senyum-adalah-kekuatan/

http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/1658331-senyum-adalah-bahasa-universal/

reff : http://rizkyaddict.blogspot.com/2011/03/makalah-tentang-senyum.html

Etika Komunikasi Ikhwan dan Akhwat | Mutiara Senyum

ikhwan Akhwat
Senyumku Dakwahku - Masalah klasik yang hampir tidak pernah usai hingga saat ini, bagaimana agar komunikasi ikhwan dan akhwat berjalan baik dengan tetap menjaga hijab. Saya masih berpikir kenapa masalah ini bisa muncul. Ketika membaca buku men from mars and women from venus, saya mulai sedikit memahami karakter ikhwan dan akhwat dari segi psikologi. Saya mencoba melalukan beberapa pengamatan kepada teman-teman saya terkait fenomena ini. Rapat demi rapat, kepanitiaan demi kepantiaan, saya baru memahami bagaimana seorang pria berpikir tentang perempuan dan perempuan berpikir tentang pria. Untuk para pria, perlu Anda pahami bahwa perempuan relatif lebih peka dan sensitif ketimbang pria. Perempuan lebih tertata dalam menyusun agenda, maka sering kita lihat perempuan lebih rapih dalam segala hal. Karena mereka melakukan sesuatu dengan perencanaan, baik itu jangka pendek atau panjang. Perempuan yang bekerja biasanya lebih rajin ketimbang pria, ini mengapa kita mulai melihat para perempuan yang telah menjadi profesional atau pejabat, karena mereka rajin dalam menjalankan tugas. Satu hal yang perlu diingat oleh para pria adalah perempuan tidak suka di khianati dan perempuan itu butuh kepastian.
Untuk para perempuan, perlu saya sampaikan bahwa pria memang cenderung egois dan self-oriented. Seorang pria lebih bisa menghabiskan waktunya sendirian ketimbang perempuan. Dan seorang pria ketika sudah masuk keduniannya akan sulit untuk diganggu. Sebutlah seorang pria yang sedang badmood dan ia memilih untuk sendiri untuk mengembalikan mood nya, maka ia akan sangat terganggu sekali jika ada yang menggangu, bahkan sebuah sms bisa membuat mood nya lebih parah. Sehingga seringkali ia mengabaikan panggilan yang ada. Saya menyebutnya, pria mempunyai gua sendiri yang dimana hanya ia yang memahaminya, dan seorang perempuan sepertinya harus menunggu pria ini keluar gua nya baru bisa memanggil pria ini.
Pria relatif lebih ingin diperhatikan dan dipahami, karena sedikit ”sentuhan” saja bisa membuat seorang pria berpikir terbalik 180­ derajat. Oleh karena itu, seorang perempuan kiranya perlu memahani mengenai kebutuhan dasar pria ini untuk membentuk pola komunikasi yang baik.
Pada kasus nyata, bisa kita ambil contoh dua buah kisah yang saya akan beri pandangan point of view yang harus diambil. Kisah pertama, sekelompok ikhwan dan akhwat yang berada dalam sebuah kepanitiaan. Dimana mereka biasa menjalankan rapat rutin untuk membahas segala sesuatu. Pada suatu ketika, ketua panitia dihadapi pada sebuah kondisi dimana butuh keputusan cepat, padahal saat itu waktu sudah menunjukan pukul 19.00, dan keputusan harus sudah ada malam itu juga. Sehingga ketua panitia ( ikhwan tentunya ), memutuskan untuk mengumpulkan seluruh panitia ikhwan untuk membahas masalah tersebut, dan terselesaikanlah masalah itu. Esok siangnya seluruh panitia rapat kembali ( ikhwan dan akhwat ), dan ketua panitia menceritakan kejadian malam hari itu, setelah mendengar cerita itu, pihak panitia akhwat merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan, akhwat merasa hanya sebagai pelaksana keputusan dan berbagai keluhan lain.
*pada kasus ini akhwat merasa di khianati dalam arti tidak diberi kepercayaan untuk ikut berpikir bersama, atau merasa dilangkahi dalam mengambil keputusan.
*pria ketika sudah mengerjakan sesuatu relatif keasikan sendiri sehingga lupa bahwa ada pihak akhwat yang perlu dilibatkan.
Kisah kedua, seorang ketua muslimah di sebuah lembaga dakwah mencoba meng-sms seorang ketua LDK di waktu pagi hari ( sekitar waktu tahajud ), akhwat ini mengetahui bahwa sangat tidak ahsan untuk meng-sms seorang ikhwan pada waktu tersebut, akan tetapi, karena sebuah masalah yang perlu dibahas segera, dengan segala pertimbangan dan kebulatan hati, ia memutuskan untuk meng-sms ketua LDK ini dan meminta diadakan rapat mendadak pagi itu untuk membahasa hal yang penting. Akan tetapi, dikarenakan ketua LDK ini sedang dilanda masalah pribadi yang membuat dirinya tidak ingin diganggu untuk sementara waktu, maka ia tidak membalas sms ketua muslimahnya. Mungkin dikarenakan, berbagai miscall yang dilontarkan oleh akhwat ini, ketua LDK ini akhirnya memutuskan untuk membalas sms akhwat ini dengan asalan saja dan seakan menggantungkan keputusan. Hingga akhirnya akhwat ini mengancam sesuatu sehingga ketua LDK itu memutuskan untuk mengadakan rapat di pagi harinya. Setelah menjalani rapat, akhwat ini meminta berbicara terhadap ketua LDK, dan mengungkapkan kekecewaannya kepada ketua LDK ini dan mengatakan bahwa ketidakpastian yang ketua LDK berikan membuat ia tidak tenang.
*perempuan tidak suka ketidakpastian yang berlarut, butuh ketegasan sikap. Saya merekomendasi kepada para pria untuk sesegera mungkin membalas sms akhwat dengan baik untuk menghindari konflik seperti diatas.
*pria yang sedang dilanda masalah tidak ingin diganggu, bahkan ketika kadar masalahnya cukup tinggi, ia tidak ingin diganggu oleh amanah dakwah, ia lebih memilih sendiri dan tidak bertemu dengan orang orang untuk sementara waktu.
Dengan memahami karakter masing-masing ini, saya berharap Anda dapat mencoba mulai mengaplikasikan hal untuk memahami kekurangan masing-masing. Bermula dari pemahaman ini, selanjutnya saya akan memaparkan bagaimana cara lain untuk membangun komunikasi yang baik dengan tetap menjaga batasan yang ada.
Hijab saat rapat
Beberapa kampus yang pernah saya kunjungi relatif punya cara tersendiri dalam mengaplikasikan hijab dalam sebuah rapat, ada yang membatasa pria dan perempuan dengan batas permanen seperti tembok, ada yang beda ruangan, ada yang dalam bentuk papan setinggi dua meter, atau ada yang cukup dengan jarak 2 meter antara ikhwan dan akhwat. Semua tergantung kebutuhan dan budaya di masing masing kampus. Bagaimana pun bentuk hijab nya , ada beberapa hal yang perlu dipenuhi, yakni :
1. Jelasnya perkataan setiap anggota rapat
2. Tidak membuat ikhwan dan akhwat terkesan rapat sendiri
3. Pemimpin rapat bisa melihat semua peserta rapat ( ikhwan dan akhwat )
4. Kondisi peserta harus tetap kondusif, jangan sampai karena terpisah oleh tembok, atau papan besar membuat peserta rapat tidur-tiduran karena tidak tampak oleh lawan jenis
5. Ada medua penghubung informasi yang bisa dilihat oleh semua peserta, seperti papan tulis, agar tidak terjadi assymetric information
6. Tidak menimbulkan kesan angker atau eksklusif terhadap orang selain kader yang melihat proses rapat.

Proses komunikasi yang efesien

Komunikasi yang dilakukan antara ikhwan dan akhwat perlu diefesienkan sedemikan rupa, agar tidak terjadi fitnah yang mungkin bisa terbentuk. Saya akan mengambil contoh sms seorang ikhwan ke akhwat, dalam dua versi dengan topik yang sama, yakni mencocokan waktu untuk rapat.
Versi 1
Ikhwan : assalamu’alaikum ukhti, bagaimana kabarnya ? hasil UAS sudah ada ? J
Akhwat : wa’alaikum salam akhie, alhamdulillah baik, berkat do’a akhie juga, hehehe, UAS belum nih,
uhh, deg deg an nunggu nilainya, tetep mohon doanya yah !!
Ikhwan : iya insya Allah didoakan, oh ya ukhti, kira kira kapa yah bisa rapat untuk bahas tentang acara ?
Akhwat : hmhmhm… kapan yah ? akhie bisanya kapan, kalo aku mungkin besok siang dan sore bisa
Ikhwan : okay, besok sore aja dech, ba’da ashar di koridor timur masjid, jarkomin akhwat yang lain yah
Akhwat : siap komandan, semoga Allah selalu melindungi antum
Ikhwan : sip sip, makasih yah ukhti, GANBATTE !! wassalamu’alaikum
Akhwat : wa’alaikum salam
Versi 2
Ikhwan : assalamualaikum, ukh, besok sore bisa rapat acara ditempat biasa ? untuk bahas acara
Akhwat : afwan, kebetulan ada quis, gimana kalo besok siang aja?
Ikhwan : insya Allah boleh, kita rapat besok siang di koridor timur masjid, tolong jarkom akhwat, syukron, wassalamu’alaikum
Dari dua contoh pesan singkat ini kita bisa melihat bagaimana pola komunikasi yang efektif dan tetap menjaga batasan syar’i. Pada versi 1 kita bisa melihat sebuah percapakan singkat via sms antara ikhwan dan akhwat yang bisa dikatakan sedikit “lebai” ( baca “ berlebihan ), sedangkan pada versi 2 adalah percakapan antara ikhwan dan akhwat yang to the point, tanpa basa basi. Sebenarnya bagaimana kita membuat batasan tergantung bagaimana kita membiasakannya di lembaga dakwah kita saja. Perlu adanya leader will untuk membangun budaya komunikasi yang efesien dan “secukupnya”.
Dalam hal percakapan langsung, seorang ikhwan dan akhwat dilarang melakukan percapakan berdua saja, walau itu di tempat umum. ketika terjadi percakapan langsung maka akhwat meminta muhrimnya (sesama jenis kelamin) untuk menemaninya. Dengan itu diharapkan pembicaraan menjadi terjaga dan meminimalkan kesempatan untuk khilaf. Dengan melakukan pembicaraan yang secukupnya ini sebetulnya dapat lebih membuat pekerjaan menjadi lebih cepat dan efektif. Karena setiap pembicaraan yang dilakukan tidak ada yang sia sia, semua membahas tentang agenda dakwah yang dilakukan.
—————————————————————————————————–
Interaksi yang terjaga antara ikhwan dan akhwat dalam dakwah ditujukan agar segala aktivitas yang dilakukan tidak sia-sia, tidak keluar dari koridor syar’i dan agar Allah ridho sehingga pertolongan Allah akan segera datang untuk perjuangan dakwah ini.
Allahu Akbar!!!

sumber berita dari :
http://muslimahfathina.co.cc/2011/04/24/komunikasi-ikhwan-dan-akhwat
http://menikah.blogspot.com/2011/09/etika-komunikasi-ikhwan-dan-akhwat.html

dikutip dari : http://conangaul.wordpress.com/2013/05/12/etika-komunikasi-ikhwan-dan-akhwat/
Oleh : Senyumku Dakwahku @ http://senyumkudakwahku.blogspot.com/

Hubungan Budaya dan Agama dalam Islam

budaya
Senyumku Dakwahku - Islam adalah agama yang di ridhai Allah. Sebagaimana termaktub dalam surat al-Maidah, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah aku ridhai Islam sebagai agamamu”. (QS. al-Maidah: 3)1. Bahkan Allah menguatkan firmanNya di dalam surat al-‘Imran, “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam”. (QS. al-‘Imran: 19)2. Sejak zaman Rasulullah saw, Islam disampaikan dengan beragam cara, didakwahkan kepada umat dengan berbagai metode. Metode tersebut adalah sebuah cara untuk menyampaikan esensi ajaran Islam sendiri.

Dalam perkembangannya Islam tidak dapat dipisahkan dengan budaya, bahkan Islam merangkul budaya untuk menyampaikan ajarannya. Namun, apakah pengertian budaya dan bagaimana Islam memandangnya? Budaya3 adalah kelakuan yang berlaku pada masyarakat dan lingkungan tertentu. Dahulu kebiasaan memberikan makanan untuk berhala adalah budaya di kalangan masyarakat jahiliyah Arab. Namun, setelah Rasul datang beliau mengubah kebiasaan jahiliyah tersebut, dan menggantikannya dengan ajaran Islam. Misalnya, kebiasaan memberikan makanan untuk berhala, diganti beliau dengan mengajarkan bersedekah. Begitu pula pada generasi berikutnya, wali sembilan di Jawa misalnya. Para wali mengubah kebiasaan atau budaya masyarakat pada saat itu, dan menggantinya dengan kegiatan yang bernilai ibadah.

Misalnya, sekatenan. Sekaten adalah sebuah upacara kerajaan yang dilaksanakan selama tujuh hari. Konon asal-usul upacara ini sejak kerajaan Demak. Menurut cerita rakyat kata Sekaten berasal dari istilah credo dalam agama Islam, Syahadatain. Para pengunjung sekatenan yang menyatakan ingin “ngrasuk” agama Islam setelah mengikuti kegiatan syiar agama Islam tersebut, dituntun untuk mengucapkan 2 (dua) kalimat syahadat (syahadatain). Dalam pengamalannya Islam tidak membumi hanguskan semua budaya tersebut. Bahkan terjadi akulturasi antara Islam dan budaya. Di mana budaya menjadi sebuah metode/alat untuk menyampaikan Islam. Contoh yang populer adalah bagaimana Islam mengajarkan untuk mendoakan kebaikan dan kemenangan di hari Idul Fitri.

Al Baihaqi mengatakan, “Bab berisi riwayat tentang ucapan selamat ketika hari ied dengan kata-kata taqabbalallahu minna wa minka”. Namun, dalam budaya Indonesia biasa digunakan doa “Minal `aidzin wa-l faizin”. Doa yang biasa diucapkan umat Islam Indonesia pada hari Raya Idul Fitri, yang kalau diterjemahkan secara lengkap adalah “Semoga Anda termasuk dari kelompok orang-orang yang kembali kepada fitrah dan berbahagia/beruntung”. Ucapan selamat atau saling mendoakan ini bukan ibadah mahdhah. Tetapi, termasuk bagian dari muamalah. Bisa doa apa saja, bisa bahasa apa saja yang penting bisa dipahami/dimengerti oleh yang diberikan ucapan selamat/doa tersebut. Sehingga, dalam aplikasinya, metode tersebut tidak merusak esensi Islam sendiri.

Misalnya, bagaimana Sunan Kalijaga mendakwahkan Islam dengan budaya Jawa waktu itu, yaitu dengan lagu/tembang. Misalnya, pada tembang ilir ilir. Terdapat filosofis agamis dalam tembang yang notabene adalah budaya masyarakat Jawa pada waktu itu. Bahkan Maya Hasan, seorang pemain Harpa dari Indonesia pernah mengatakan bahwa dia ingin mengerti filosofi dari lagu ini. Ilir ilir mengandung arti sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Allah dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru.

Sehingga, pada hakikatnya dalam pendakwahannya Islam justru merangkul budaya untuk menyampaikan esensi ajarannya. Karena, dengan merangkul budaya, Islam jadi lebih mudah diterima di masyarakat. Budaya bisa/boleh saja digunakan untuk metode dakwah, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai dalam Islam. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqarah, “Dan janganlah kau campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.” (QS. al-Baqarah: 42)4 Dan Sebagai Sarana menmebus Apa yang Sudah menjadi Tujuan Penciptaan Manusia Dan Cara Meraihnya
Wallahu a’lam bi’l- Showab.

—

Catatan Kaki:

[1] اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا

[2] إن الدين عند الله الإسلام

[3] Kebudayaan adalah seluruh kelakuan, tata kelakuan dan hasil-hasil kelakuan yang berlaku pada masyarakat dan lingkungan tertentu. Meskipun banyak sekali pengertian budaya yang diberikan oleh beberapa ahli, paling tidak sebagaimana diringkaskan oleh Koentjaraningrat ada tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal, yaitu sistem peralatan dan perlengkapan hidup, sistem mata pencaharian, sistem religi, sistem bahasa, sistem ilmu pengetahuan, dan sistem kesenian. Koentjaraningrat, Pokok-Pokok Antropologi Sosial, (Jakarta, Penerbitan Universitas, 1980), hlm. 7-8.

[4] ولا تلبسوا الحق بالباطل ­­

Topik : agama islam adalah agama yan diridhai Allah

Keyword: adalah, agama, budaya, cukup, dalam, firman, hari, hubungan, imran, Islam, kuat, maidah, nikmat, ridha, sempurna, telah, untuk

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/12/11/25136/hubungan-budaya-dan-agama-dalam-islam/#ixzz2jT1RGV1E

Rujukan : Senyumku Dakwahku @ senyumkudakwahku.blogspot.com