Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Desember 2013

Tahun Baru Semangat Baru

Tahun Baru Semangat Baru

Seringkali tahun baru di iringi dengan kegembiraan. tak aneh jika hampir semua orang merayakan tahun baru dengan hal yang dapat membuat hati riang gembira. " semangat...!!!

Arti Kata Tahun Baru

Tahun baru adalah suatu perayaan di mana suatu budaya merayakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Budaya yang mempunyai kalender tahunan semuanya mempunyai perayaan tahun baru. Hari tahun baru di Indonesia jatuh pada tanggal 1 Januari karena Indonesia mengadopsi kalender Gregorian, sama seperti mayoritas negara-negara di dunia.

tahun baru 2014
Kembang api tahun baru di Bratislava
sumber : wikipedia

Tahun Baru 2014
Kemarin adalah kenangan besok ( kedepan ) adalah harapan
Setiap orang telah menjalani hari kemarin, akan menghadapi hari esok, dan sedang menghadapi hari ini.
Perayaan Tahun Baru kali ini cukup dengan merenung saja, melihat mereka yng merayakannya dan melihat kebelakang, karna di belakang sana masih banyak sisi kurang di banding dengan sisi kelebihannya. ya walaupun ada pepatah yang menyebutkan :
Semua manusia itu sama mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing.
Namun manusia cukup untuk mencoba memperbaiki kekurangan agar romantisme kehidupan sedikit terbuka.

Masa Lalu Telah Menjadi Sejarah

Mengingat masa lalu? boleh-boleh saja, bahkan mungkin bagi sebagian orang adalah keharusan. Tetapi ingat, apa yang sudah berlalu tidak dapat kita ubah. Apa yang kita lakukan, baik dan buruk, semuanya sudah terjadi. Semuanya telah tercatat menjadi sejarah hidup kita. Ada orang yang terus menerus menyesali masa lalunya sehingga dia tidak dapat menjalani hari ini dengan baik. Dia merasa orang yang telah berbuat kesalahan dan terus menerus dihantui oleh kesalahan itu. Ini sebenarnya yang menjadi problem.

Menyesali kesalahan adalah hal penting. Tapi jika apa yang telah terjadi terus menerus menjadi penghalang untuk berbuat sesuatu hari ini, maka dia menjadi masalah. Apa yang telah terjadi adalah pelajaran untuk diambil hikmahnya. Baik dan buruk yang telah kita lakukan harus menjadi pelajaran dalam menata diri kita hari ini dan hari ke depannya. Bukan berhenti di titik penyesalan itu.

Apa yang telah kita dapatkan di masa lalu merupakan bagian dari anugrah Allah yang harus disyukuri. Bukan untuk disesali. Mari perbaiki kesalahan di tahun lalu di tahun baru ini dengan semangat baru...

Langkah-langkah Menata Ulang Kehidupan Di Tahun Baru


1. Memiliki cita-cita atau mimpi serta tujuan hidup.

Cita-cita bisa setinggi langit, tapi tujuan hidup perlu lebih realistis.Tujuan hidup tak langsung bisa ditemukan begitu saja.

Diperlukan perenungan diri dalam waktu yang tidak singkat.

Tapi tujuan hidup ini penting sebagai panduan yang mengarahkan langkah kita selanjutnya.

2. Bekerja keras.

Cita-cita maupun tujuan hidup harus ditindak lanjuti dengan kerja nyata, kalau tidak mimpi tersebut akan pudar dan menghilang.

3. Menghadapi berbagai tantangan.

Memperlakukan berbagai kesulitan sebagai sesuatu yang menantang, bukan mengancam. Ini semua berkaitan dengan persepsi.

Kita perlu mengubah pandangan menjadi lebih optimistis.

Kita harus mempunyai kebanggaan dan kebermaknaan terhadap hal-hal yang kita miliki dan akan kita capai.

4. Bertahan.

Tidak cepat menyerah atau berhenti mencoba. Kita berupaya meyakini bahwa semua kesulitan, seberapa pahit dan sulitnya, pasti ada penyelesaiannya.

5. Meningkatkan energi.

Untuk mencapai stamina dan energi maksimal, kita perlu merawat diri agar sehat secara fisik dan mental. Ini dapat dilakukan dengan makan cukup dan benar serta berolahraga secara rutin.

6. Mengembangkan prinsip hidup yang bermoral dan etis.

Termasuk di sini prinsip menghargai dan toleran pada orang lain yang berbeda dengan diri kita, peduli pada lingkungan dan kesulitan orang lain, meyakini hukum ”makin banyak memberi kita akan makin banyak menerima”, serta tidak berpamrih dalam hubungan dengan siapa pun.

7. Menikmati dan menyeimbangkan berbagai aspek kehidupan.

Kita perlu terus latihan memanfaatkan waktu yang terbatas ini sebaik mungkin.

Sukses hidup berarti seimbang dalam menjalani berbagai aspek kehidupan, berarti bisa memadukan aktivitas pribadi, pekerjaan, kesehatan, keluarga, sosial, dan spiritual.


Semoga langkah2 diatas cukup berguna untuk kita menghadapi Tahun Baru dengan Semangat Baru Yang Lebih Baik………..

Bagaimana dengan anda, sahabat? apa saja rencana2 resolusi ke depan di tahun 2014 ini? Dengan rendah hati, saya mohon  sahabat2 mau berbagi disini ………..

Tahun Baru 2014
Selamat Tahun Baru 1 Januari 2014

Selasa, 17 Desember 2013

sepuluh motivasi menjadi Facebooker

SEMAKIN lama semakin banyak warga Indonesia yang bergabung ke jejaring sosial Facebook. Tentu, motivasinya bermacam-macam. Secara umum, ada sepuluh motivasi mereka menjadi Facebooker. Apa saja itu?

fb

Sepuluh motivasi menjadi Facebooker


facebook login
1. Cuma ingin tahu

Yaitu Facebooker yang ingin tahu saja seperti apa sih Facebook itu. Diapun membuat email, membuat akun FB, tetapi kemudian jarang membukanya. Juga jarang membuat status, komentar ataupun tanggapan, bahkan ada yang berbulan-bulan baru membuka akun FB-nya. Atau, termasuk sering membuka akun FB,
tetapi cuma ingin membaca status para Facebooker. Seringkali tidak dikomentari.

2. Mencari teman

Yaitu Facebooker yang memang punya motivasi untuk mencari teman sekolah atau mantan teman sekolah, teman kuliah atau mantan teman kuliah, teman sekantor atau mantan teman sekantor, teman sekota atau
mantan teman sekota, teman seorganisasi atau mantan teman seorganisasi, teman baik, dan teman-teman lainnya.

3. Mencari pacar

Sekitar 60% Facebooker adalah kalangan remaja. Entah berapa persen, di antaranya pasti ada yang punya motivasi mencari pacar. Tidak hanya kalangan pelajar, tetapi juga kalangan mahasiswa. Dalam realita, memang banyak Facebooker yang menemukan pacar di FB. Namun, tak jarang juga pacaran mereka berakhir dengan mengecewakan.

4. Mencari jodoh

Yaitu Facebooker yang ingin mencari jodoh. Tentu, kata-kata rayuannya tidak ditulis di status, melainkan di inbox Si Target. Bahkan tak jarang mereka memanfaatkan fasilitas chatting dan seterusnya. Memang, dalam realita, ada juga yang menemukan jodoh di FB ini.

5. Mencari selingkuhan

Yaitu Facebooker yang iseng. Menjadi Facebooker hanya untuk mencari teman selingkuhan. Biasanya menggunakan foto profil palsu, biodata palsu, nama palsu dan
seterusnya. Kabarnya, ada juga yang berhasil menemukan pasangan selingkuhan. Tapi, pasti jumlahnya tidak banyak.

6. Curhat

Yaitu Facebooker yang memanfaatkan FB untuk sarana curhat. Biasanya ditulis di inbox milik Facebooker yang dipandang mampu memahami masalahnya. Misalnya curhat tentang masalah pribadi, masalah belajar, masalah kantor, masalah pernikahan, masalah psikologi, masalah bisnis dan masalah-masalah lainnya. Cara ini tidak buruk, bahkan merupakan langkah yang bijaksana.

7. Promosi

Yaitu Facebooker yang bertujuan memanfaatkan FB untuk memppromosikan bisnisnya. Namun harus hati-hati, terlalu sering memasang iklan di FB, bisa-bisa diremove atau dibloker Facebooker lain. Boleh saja memasang iklan, tetapi sebaiknya seminggu sekali saja.

8. Sharing

Yaitu Facebooker yang suka berbagi. Antara lain berbagi pengetahuan, ilmu pengetahuan, informasi, berita, dakwah agama, kata-kata mutiara, kata-kata bijak, artikel motivasi,
berbagi gambar/ foto/ video, guyonan, kritik pencerahan dan status-status atau artikel-artikel lain yang bermanfaat bagi Facebooker lain.

9. Kriminal

Yaitu Facebooker yang punya motivasi buruk atau dari komunitas yang kurang baik. Misalnya, adanya Facebooker yang bermaksud memperdaya Facebooker wanita, adanya kaum homoseks atau gay atau lesbian atau PSK yang menawarkan diri lewat inbox-inbox para Facebooker. Namun, mereka yang punya motivasi seperti ini sangat sedikit jumlahnya.

10. Lain-lain

Yaitu Facebooker yang punya motivasi lain. Misalnya, rajin membuka FB hanya untuk mencari informasi penting. Misalnya rencana reuni sekolah/kampusnya, undangan makan siang bersama, menyebarkan undangan ulang tahun, menyampaikan berita duka, mengabarkan kepindahan rumahnya dan motivasi-motivasi lainnya yang jumlahnya tidak begitu banyak.


demikian fakta kebanyakan orang menggunakan facebook
Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Minggu, 15 Desember 2013

Pernyataan bisa begitu saja merubah kenyataan?

Pernyataan bisa begitu saja merubah kenyataan?

Kenyataan
Apakah dengan dibilang jelek orang cantik mendadak jadi jelek?
Apakah lantaran disebut cantik orang jelek tiba-tiba jadi cantik?
Apakah orang yang nyata-nyata pintar sertamerta jadi bodoh karena dicacimaki dengan gelar 'Si Bodoh'?
Apakah orang yang memang bodoh begitu saja jadi pintar setelah kita puji, "Kamu kok pinter banget sih?"
Apakah manusia otomatis jadi anjing karena kita hardik, "Asu koe!"

Pujian dan cacian sedikitpun tidak merubah keadaan. Lalu kenapa kita eh saya begitu senang dipuji dan marah atau sakit hati dicaci? Toh seupilpun tidak memberi manfaat dan tidak mendatangkan mudorot. Jangan-jangan selama ini logika dan akal kita eh saya yang ia adalah anugerah utama dari Tuhan itu sangat kurang dioptimalkan fungsinya.

Riya, hobbi pamer, pencitraan, lapar popularitas, dan mudah tersinggung ketika diledek dan dimaki adalah akibat krisis akal, untuk tidak dikatakan sinting atau gila.

Mungkin ada yang spontan menyanggah: "Wajarlah. Itu manusiawi!"

Oalah... Ikhlash, tulus, logis, realistis, dan cerah pikiran bukan manusiawi? Manusiawi kok harus yang buruk-buruk dan hina dina? Bukankah manusia itu masterpiece ciptaan Tuhan, sehingga WAJAR para malaikat nan suci diperintahkan Alloh untuk menghormatinya?

Rabu, 11 Desember 2013

Sadar Tuhan dan Hari Pembalasan

Hari Pembalasan
Berbuat baik, berbakti, dan mengabdi demi kebaikan dan kebenaran, bagi manusia kebanyakan adalah penderitaan. Maka jangan heran, kenapa banyak yang meninggalkan bahkan melakukan pengingkaran.

Padahal, rasa enggan ketika akan berjuang melakoni tugas keagamaan dan rasa senang ketika menjalani pelampiasan hanyalah JEBAKAN perasaan yang sengaja dibikin Tuhan. Demikian Rasulullah s'aw pernah bilang.

'Sekadar' konsekuen dalam keharusan diam ketika tidak bisa bicara (menulis) yang menghasilkan kebaikan dan kemanfaatan, menghargai tetangga semenyebalkan apapun sikapnya, menghormati tamu semengesalkan apapun tingkahnya, atau apapun tugas moral atas kita dari Tuhan sungguh TERASA bukan pekerjaan ringan. Perlu daya dan energi yang bersumber dari KESADARAN mendalam akan kehadiran Tuhan dan kepastian adanya pahla dan ganjaran sorgawi di hari keabadian

Sabtu, 09 November 2013

20 Cara Membahagiakan Istri

Kawan Senyum - Tahukah anda Bagimana Cara Membahagiakan Istri ?
 
membahagiakan istriRumahku Surgaku. Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian.  Berikut penjelasan praktis dan padat karya Syekh Umar Bakri Muhammad “Nasihat Indah Untuk Suami Istri” yang diterbitkan oleh Cakrawala Publishing.

Rasulullah SAW bersabda :

“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”

Rasullullah SAW juga bersabda :

“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”

Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :

1. Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang  enyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.

2. Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat  yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.

3. Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga  dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.

4. Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :

“ Semua hal yang  di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”

5. Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga.  Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan,  membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.

6. Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.

7. Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.

8. Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.

9. Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik  (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.

10. Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :

“ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”

11. Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.

12.Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.

13. Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”

14. Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :

“ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.

15. Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.

16.  Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.

17. Cemburu yang sewajarnya.

18. Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.

19. Jadilah pema’af  dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.

20. Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam,  dengan arif dan bijaksana.

Untuk para Istri silahkan dibaca 20 Cara Membahagiakan Suami Anda

(Almuhajirun,arrahmah.com)

Selasa, 05 November 2013

Sukses Dunia-Akhirat dengan Senyum

Rahasia Sukses Dunia-Akhirat dengan Senyum Dahsyat Memikat

Senyumku Dakwahku - Rahasia Sukses Dunia-Akhirat dengan Senyum Dahsyat Memikat, laporan Cicah Sarianingsih pada tanggal 11 Okt 2013

SPIRITUAL QUANTUM SMILE
(Rahasia Sukses Dunia-Akhirat dengan Senyum Dahsyat Memikat)
Puji Hartono & Pranowo SQS.
senyum
Senyum bukanlah gerakan bibir yang tanpa makna. Ternyata senyum adalah hasil akhir dari kegiatan kebaikan dalam tubuh. Senyum adalah proses dalam diri yang sangat indah, dimulai dari suatu objek lalu panca indera kita mengetahuinya. Informasi dari panca indera disalurkan ke otak, dan sesampai di otak divisualisasikan menjadi sesuatu yang lucu, unik, aneh, ataupun menarik hingga akhirnya turun ke hati.

Dari dalam hati muncul energi kebahagiaan yang sangat besar sehingga terjadi senyum. Senyum akan mempengaruhi diri kita secara positif. Senyum yang sangat dipengaruhi oleh kejernihan indera, otak dan hati akan menghasilkan kualitas senyum yang berbeda-beda antara satu orang dengan lainnya.

merupakan suatu kebahagiaan yang tidak terungkap di bibir. Kadangkala terungkap di bibir secara fisik, dan rasanya sangat membahagiakan. Tersenyum merupakan gerakan tarik napas yang di mulai dengan respons dari luar atau dalam tubuh yang di ikuti dengan penahanan udara dengan merapatnya mulut, sehingga otot-otot sekitar bibir terangkat.

Rasulullah saw mengajarkan kepada umatnya untuk tersenyum, tidak sampai tertawa. Senyuman merupakan bagian dari akhlak Rasulullah saw. Abdullah bin al-Harits r.a. menuturkan, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang paling banyak tersenyum daripada Rasulullah saw”. (HR. Tirmidzi).
Aisyah r.a. bercerita, “Tidak pernah saya melihat Rasulullah saw tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum”. (HR. Bukhari).

Mengapa Rasulullah saw senang melakukan senyum yang tulus????? Senyum merupakan bahasa jiwa yang terungkap secara fisik. Ungkapan jiwa yang tulus akan menampakkan bentuk fisik yang tulus. Sebaliknya, ungkapan jiwayang tidak tulus akan menampakkan bentuk fisik yang tidak tulus. Gambaran ungkapan jiwa yang tulus menjadi bagian hidup Rasulullah saw.

SPIRITUAL QUANTUM SMILE

    Quantum dalam senyum bukan saja membahas bentuk fisik di bibir saja, namun lebih jauh dan luas lagi mengarah pada manfaat dibalik kita sering tersenyum.
    Quantum adalah sesuatu yang tidak tampak namun hakikatnya ada.
    Quantum adalah sesuatu yang sudah bermanfaat dan akan bertambah manfaatnya apabila sering dilakukan.
    Spiritual Quantum Smile merupakan senyum seseorang yang bukan hanya pada gerakan indah di bibir namun lebih luas dan lebih jauh lagi, yaitu senyum yag dikelola secara cerdas, senyum yang ditujukan untuk kebahagiaan diri sendiri dan orang lain, serta senyum yang ditujukan kepada Allah swt.

Manfaat Seyuman Ikhlas
Manfaat Seyum
  • Meningkatkan aliran darah
  • Melancarkan aliran dara
  • Mengurangi risiko penyaki jantung
  • Menghasilkan hormone endorphin (obat penenang alami)
  • Memijat paru-paru dan jantung
  • Meningkatkan kadar oksigen dalam darah
  • Mengontraksikan 80 titik-titik saraf
  • Melemaskan otot-otot
  • Menstimulasi otak kanan dan kiri
Budayakan senyum, senyuman ikhlas yang sarat do’a dan optimisme. Karena, dalam senyuman ikhlas terkandung kekuatan spiritual nan dahsyat, kunci sukses dunia dan akhirat.( Puji Hartono & Pranowo SQS.)

Sumber : lintasfakta.com @ http://lintasfakta.com/rahasia-sukses-dunia-akhirat-dengan-senyum-dahsyat-memikat/
Dikutip Ulang Oleh : Senyumku Dakwahku @ http://senyumkudakwahku.blogspot.com/

Senin, 07 Oktober 2013

Kehormatanmu Hanya Untuk Wanitamu

KEHORMATANMU hanya untuk wanitamu

Ayu paras muka bukan ukuran Indahnya raga bukanlah tujuan
Tiada beda di sisi Ar-Rohman Menuju cinta, kasih dan keridhoan.

Senyumku Dakwahku - Mengerti tentang agama dan tanggung jawab.(Semoga kita semua menjadi calon orang tua yang dapat memberikan yang terbaik untuk calon anak-anak kita kelak)  adalah sebuah tuntutan sebelum menikah. karna di dalam sebuah pertikahan adanya dorongan untuk melakukan ibadah yang lebih.
Akad nikah ini bukan saja perjanjian aku dengan si isteri dan si ibu bapa isteri, tetapi ini adalah perjanjian terus kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.
Suami adalah tolak ukur bagi istrinya. apabila suaminya buruk pribadi dan prilakunya, maka istripun akan terbawa dampak dan arusnya.

Suami Istri bagaikan gula dan kopi. sang pahit melengkapi sang manis.

Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki

Allah berfirman,

وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)

DiamAllah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.

Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.

Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.

Allah berfirman,

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى

“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)

Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.

Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)

maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Wahai Imam sang penuntun Kaum Hawa Menuju Surga Alla 'azza wajalla

Marilah menjaga Kehormatan kita untuk sang wanita yg menjadi sang penyempurna hidup kita. jangan mengecewakan apa yang telah mereka percayakan kepada kita.

Mereka Wanita di tuntut untuk menjaga pandangan mereka untuk tidak melihat yang bukan mahromnya, apakah kaum laki-laki tidak di tuntut demikian.?

Wanita di tuntut agar menjaga awrotnya dari yang bukan maromnya. apakah laki-laki tidak harus menurup aurotnya.?

Pada dasarnya hakikat lelaki dan permpuan itu sama dalam menjalankan hidup beragama. hanya saja beda aturan dan kewajiban dalam menjalamkannya. setidaknya ada aturan yang mengharuskan bagi kaum wanita atau laki-laki. seperti Adab Suami Kepada Istri. dan juga  Adab istri kepada suami.

Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslim / muslimah, ikhwan / akwat agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam.

Rabu, 07 Agustus 2013

Adab di Hari Raya Idul Fitri

tentang idul fitri
Perdana Menteri Palestina di Gaza, Ismail Haniya,
saat menyampaikan khutbah Idul Fitri.
Senyumku Dakwahku, Umat Islam di berbagai tempat, daerah, (Dunia Islam) dan negara memiliki tradisi masing-masing dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri.  Intinya,  pada saat hari raya, setiap keluarga bisa berkumpul, saling mengunjungi, dan bersilaturahim, serta saling memaafkan.
Nah, agar perayaan Idul Fitri 1432 H benar-benar bermakna, sebaiknya setiap Muslim meniru teladan dan perintah Rasulullah SAW dalam mengisi hari nan fitri ini. Dalam Kitab Mausuu'atul Aadaab Al-Islaamiyyah, Syekh Abdul Azis bin Fathi As-Sayyid Nada menjelaskan adab berhari raya ala Rasulullah SAW. Berikut ini adab berhari raya.

Pertama, niat yang benar.
Menurut Syekh Sayyid Nada, wajib bagi seorang Muslim menghadirkan niat yang benar dalam segala perkara berkaitan dengan hari raya, seperti berniat ketika keluar rumah untuk shalat demi mengikuti Nabi SAW.

Kedua, mandi.
Pada hari Idul Fitri hendaknya setiap Muslim mandi. Sehingga, dapat berkumpul bersama kaum Muslimin lainnya dalam keadaan bersih dan wangi. Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA, bahwa ia mandi pada hari raya Idul Fitri, sebelum berangkat ke tempat shalat. (HR Malik dalam kitab al-Muwaththa).

Ketiga, memakai wewangian.
Saat akan shalat Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim memakai wewangian dan dalam keadaan bersih.

Keempat, memakai pakaian baru.
Jika seorang mampu, disunahkan memakai pakaian baru pada hari raya Idul Fitri. Hal itu menunjukkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan menunjukkan kegembiraan pada hari raya.  Ibnu Umar RA memakai pakaian terbaiknya pada kedua hari raya. (HR al-Baihaki).

Kelima, mengeluarkan zakat fitrah sebelum melaksanakan shalat.
Sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, seorang Muslim hendaknya mengeluarkan zakat fitrah sebelum shalat untuk menggembirakan fakir-miskin dan orang yang membutuhkan pada hari Id tersebut.  Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk mengeluarkan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk shalat. (HR Bukhari-Muslim).

Keenam, memakan kurma sebelum berangkat dari rumah pada hari raya Idul Fitri.
Dalam sebuah hadis disebutkan, Rasulullah SAW sebelum berangkat shalat pada hari raya Idul Fitri memakan kurma terlebih dahulu. Dalam riwayat lain disebutkan, Nabi SAW tak berangkat shalat Idul Fitri kecuali setelah makan, sedangkan beliau tidak makan pada hari raya Idul Adha, kecuali setelah pulang dan makan dari hewan kurbannya. (HR at-Tirmidzi)

Ketujuh, bersegera menuju tempat shalat.
Pada hari raya Idul Fitri, hendaknya setiap Muslim bergegas menuju tempat dilakukannya shalat Id.

Kedelapan, keluarnya wanita ke tempat shalat.
Kaum wanita dianjurkan untuk keluar menuju tempat shalat walaupun sedang haid. Sehingga, mereka dapat menyaksikan dan mendapat kemuliaan hari raya serta merasakan kebahagiaan bersama orang lain.

Kesembilan, anak-anak juga keluar untuk shalat.
Ibnu Abbas RA berkata, ''Aku keluar bersama Nabi SAW pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, kemudian beliau shalat dan berkhutbah .…'' (HR Bukhari-Muslim).

Kesepuluh, keluar untuk shalat dengan berjalan kaki.
Keluar berjalan kaki untuk shalat termasuk sunah. Sebagaimana Nabi SAW keluar pada dua hari raya dengan berjalan kaki, shalat tanpa azan dan iqamat, dan pulang berjalan kaki melalui jalan lain.  (HR Ibnu Majah). Perbuatan inilah yang disukai selama tak memberatkan orang yang shalat.

Kesebelas, bertakbir dengan suara keras sampai ke tempat shalat.
Disunahkan bertakbir mulai dari keluar rumah sampai ke tempat shalat. Hal ini untuk menunjukkan syiar Islam.
Kedua belas, bersalaman dan saling mengucapkan selamat di antara orang yang shalat.

Bersalaman  dan saling mengucapkan selamat akan membahagiakan jiwa yang merasa gembira pada hari Id. Bisa pula sambil mengucapkan, ''Semoga allah menerima amal kami dan amal kalian.''

Ketiga belas, bersilaturahim.

Keempat belas, saling bertukar hadiah dan makanan.

Sudah menjadi tradisi, pada hari raya setaip tetangga bertukar makanan dan hidangan. Bahkan, dianjurkan untuk memberikan hadiah bagi mereka yang tak mampu. 





REPUBLIKA.CO.ID

Jumat, 02 Agustus 2013

Malam Lailatul Qadar

Membidik Malam Lailatul Qadar, Inilah Tanda Tandanya
malam lailarul qodar
Malam Lailatul Qadar, keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al Qur-an Al Karim, yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkat ke derajat yang mulia dan abadi. Umat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menacapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini, akan tetapi mereka berlomba-lomba untuk bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.

Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur-aniyah dan hadits-hadits Nabawiyah yang shahih menjelaskan tentang malam tersebut.

1. Keutamaan malam Lailatul Qadar

Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, Pada malam itu turunlah malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Rabb mereka (untuk membawa) segala urusan, Selamatlah malam itu hingga terbit fajar.” (Al Qadar : 1-5)

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah:

“Sesungguhnya Kami menurunkan pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Ad Dukhan : 3 – 6)

2. Waktu turunnya Lailatul Qadar

Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21, 23, 25, 27, 29 dan akhir malam bulan Ramadhan. (Pendapat-pendapat yang ada dalam masalah ini berbeda-beda, Imam Iraqi telah mengaran suatu risalah khusus diberi judul Syarh Shadr bi Dzikri Lailatul Qadar, membawakan perkataan para ulama dalam masalah ini)

Imam Syafi’i berkata, “Menurut pemahamanku, wallahu a’lam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau, ‘Apakah kami mencarinya di malam ini?’ Beliau menjawab, ‘Carilah di malam tersebut.’”

Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda:
“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (Bukhari (4/225) dan Muslim (1169))

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat dari Ibnu Umar, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka janganlah sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR. Bukhari (4/221) dan Muslim (1165))
“Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, barangsiapa yang mencarinya carilah pada tujuh nari terakhir.”

Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para shahabat. Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam keluar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdabat, beliau bersabda:
“Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya, mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29, 27, 25 (dan dalam riwayat lain, tujuh, sembilan dan lima).” (HR. Bukhari (4/232))

Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa amalan Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan dimalam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum, sedang hadits keuda adalah khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan daripada yang umum. Dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah, tidak ada masalah, dengan ini cocoklah hadits-hadits tersebut tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisah.

Kesimpulannya, jika seorang muslim mencari malam Lailatul Qadar carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir, 21, 23, 25, 27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari pada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25, 27 dan 29. Wallahu a’lam.

3. Bagaimana mencari malam Lailatul Qadar

Sesungguhnya malam yang diberkahi ini barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). Oleh karena itu dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala-Nya yang besar, jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari (4/217) dan Muslim (759))

Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa dia bertanya, “Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan?” Beliau menjawab”

“Ucapkanlah, Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan Mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku.(Allahumma Innaka ‘Affuwun Tuhibul ‘Afwa Fa’fu anna)” (HR. Tirmidzi (3760), Ibnu Majah (3850) dari ‘Aisyah, sanadnya shahih)

Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaati-Nya- engkau telah mengetahui bagaimana keadaan Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan shalat) pada sepuluh malam terakhir, menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita, perintahkan kepada istrimu dan keluargamu utu ktu, perbanyaklah perbuatan ketaatan.
Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencangkan kainnya menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari (4/233) dan Muslim (1174))

Juga dari ‘Aisyah, dia berkata:

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya.” (Muslim (1174))

4. Tanda-tanda malam Lailatul Qadar

Ketahuilah hamba yang taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu dengan ruh dari-Nya dan membantu dengan pertolongan-Nya- sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.

Dari ‘Ubai Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi.” (Muslim (762))

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan beliau bersabda:

“Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah.” (Muslim (1170 /Perkataan, syiqi jafnah, syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadhi ‘Iyadh berkata, “Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.”)

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah- merahan.” (Thayalisi (394), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan)


Semoga Artikel kami tentang Malam Lailatul Qadar yang kami samapikan bermanfa'at bagi semua.
sumber : Ikhtisar Shifat Shaum Nabi SAW Fi Ramadhan

Oleh : Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilaaly dan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid
 http://www.eramuslim.com/editorial/membidik-malam-lailatul-qadar.htm#.UfwkB1LDXjY

Jumat, 19 Juli 2013

Kuatkan Iman dan “Ceraikanlah” Nafsumu!

Imam Ghazali berpendapat bahwa umat Islam tidak akan pernah meraih kemenangan dan kejayaan selama hawa nafsu masih bercokol dalam hati

nafsu itu membunuhku

“Nafsu ini selalu memerintahkan kepada keburukan kecuali yang Tuhan beri rahmat. Tuhanku Maha Pengampun lagi Penyayang,” demikianlah ungkap Nabi Yusuf yang Allah abadikan dalam firman-Nya dalam QS Yusuf ayat 53.

Lain cerita dengan Qabil. Jika Nabi Yusuf berhasil menundukkan hawa nafsunya dari melakukan dosa, karena keinginan yang begitu kuat Qabil tidak mampu berpikir panjang, sehingga dengan sangat ringan melakukan tindak kejahatan.

فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ قَتْلَ أَخِيهِ فَقَتَلَهُ فَأَصْبَحَ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya. Maka, saudaranya itu pun dibunuh sehingga ia termasuk orang yang merugi.” (QS. Al Maidah [5]: 30).

Dua ayat di atas memberikan gambaran sekaligus peringatan penting, bahwa betapa besarnya dampak negatif yang ditimbulkan karena mengikuti hawa nafsu. Seperti kita saksikan dalam beberapa pemberitaan media belakangan ini, berita kriminal begitu mengerikan, ada gadis diperkosa kemudian di bakar, ada istri membunuh suami dan sebaliknya, dan berbagai tindak kriminal lainnya.

Semua itu terjadi tidak lain karena begitu berkuasanya hawa nafsu dalam hati seseorang. Hawa nafsu menjadikan akal sehat tidak bisa bekerja, mata hati buta, dan emosi merajalela. Hal ini tidak lain karena sifat dasar hawa nafsu adalah selalu berkhianat.

Ibn Ahaillah dalam kitabnya Taju al-Arus al-Hawi li Tahdzib al-Nufus mengatakan, “Siapa yang mengangkat wakil lalu ternyata ia berkhianat, pasti ia akan memecatnya. Begitu pula keadaan nafsumu. Ia sungguh telah berkhianat. Maka pecat dan persempitlah jalannya.

“Apabila engkau melihat istrimu berkhianat, tentu kau akan marah kepadanya. Seharussnya, seperti itu pulalah sikapmu terhadap nafsumu. Sesungguhnya ia telah berkhianat kepadamu sepanjang hidupmu.

Orang yang berakal sepakat bahwa jika istri berkhianat, ia tidak boleh dilindungi oleh sang suami. Alih-alih melindunginya, sang suami harus menceraikannya. Karena itu, ceraikanlah nafsumu!”

Artinya, persempitlah peluang hawa nafsu menguasai hati. Jika ia mengajakmu untuk merasakan nikmatnya maksiat, lawanlah dengan menetapi nikmatnya ketaatan. Apabila ia mengajakmu kepada teman yang jahat, pilihlah teman yang membangkitkan keadaanmu dan mengajakmu kepada Allah. Jika ia mengajakmu kepada ghibah, sibukkan lisanmu dengan dzikir kepada Allah dan dengan mengurangi makan sesuai dengan kemampuanmu.

Dalam tradisi Jawa ada yang namanya tombo ati (obat hati), yang harus diperhatikan seluruh umat Islam agar terhindar dari cengkeraman hawa nafsu. Yakni dengan membaca al-Qur’an yang disertai pemahaman, sholat malam, bersahabat dengan orang yang sholeh, perbanyak berpuasa dan perbanyak dzikir di tengah malam.

Obat hati itu harus senantiasa kita ‘konsumsi’ dalam kehidupan sehari-hari jika benar-benar ingin mendapat ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Jika tidak, maka hawa nafsu akan menguasai hati dan jika itu terjadi maka seorang Muslim bisa jadi akan terperosok pada jalan kesesatan.

Seperti pesan Allah kepada Nabi Daud Alayhissalam,

, وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ

“Jangan mengikuti nafsu, karena hal itu akan membuatmu tersesat dari jalan Allah.” (QS. Saad [38]: 26). Jadi, nafsu harus dilawan dan dikalahkan.

“Maka jauhilah hawa nafsu dari syahwatnya, karena ia sangatlah kuat dan dapat memerosokkanmu pada kahir yang buruk,” demikian pesan Umar bin Khathab yang terangkum dalam catatan-catatan kitab Mahfuzhat.

Menarik sekali ilustrasi yang diberikan oleh Ibn Athaillah terhadap besarnya kerusakan yang ditimbulkan hawa nafsu. Beliau berkata, “Jika engkau mengikuti seluruh keinginan nafsu serta terus memenuhi syahwat, maka keadaanmu seperti orang yang dirumahnya terdapat ular, tetapi justru setiap hari ia memberinya makan hingga akhirnya ular itu membunuhnya”.

Perjuangan Besar

Ketika para sahabat bersama Rasulullah kembali dari kemenangan Perang Badar tiba-tiba Nabi berkata, “Kita pulang dari jihad kecil menuju jihad besar”. Para sahabat pun kaget, “Kita menuju jihad yang lebih besar ya Rasulullah?” “Ya, jihad melawan hawa nafsu”.

Artinya, perjuangan melawan nafsu membutuhkan niat yang jujur, tekad yang kuat dan mujahadah tanpa henti untuk meraih ridha Allah Ta’ala. Jika berhasil, maka orang yang melawan hawa nafsu tidak akan dikalahkan oleh rasa lelah. Pada saat yang sama akan mengabaikan banyaknya tenaga serta pengorbanan yang telah dicurahkan alias tidak pamrih.

Oleh karena itu, Ibn Athaillah berkata, “Bukanlah lelaki sejati yang menyeru manusia di suatu majelis. Lelaki sejati adalah yang menyeru dan mengembalikan nafsunya kepada Allah”.

Atas dasar itulah kemudian Syeikh Hasan Al-Bashri berkata, “Afdholul Jihad, Jihadul Hawa,” artinya, “Jihad yang paling utama adalah jihad (melawan) hawa nafsu”.

Dengan demikian, perkara terbesar yang harus diupayakan oleh setiap Muslim adalah mengendalikan hawa nafsu. Imam Ghazali berpendapat bahwa umat Islam tidak akan pernah meraih kemenangan dan kejayaan selama hawa nafsu masih bercokol dalam hati.

Contoh sederhana, orang yang menuruti hawa nafsu akan banyak alasan untuk meninggalkan sholat, menunda berhijab bagi yang Muslimah, atau menunda menikah, sementara setiap saat selalu bersenang-senang (maksiat) dengan pacarnya.

Di sisi lain, orang yang menuruti hawa nafsu akan sulit bangun malam, enggan membaca al-Qur’an dan gemar sekali dengan segala macam bentuk makanan dan perhiasan kehidupan. Apabila, hal ini berkumpul dalam mayoritas diri umat Islam, maka umat Islam akan terseret pada kebodohan dan kekalahan.

Situasi seperti itu pernah dialami oleh Imam Ghazali dimasanya. Dan, Umat Islam selalu gagal dalam memenangkan pertarungan melawan tentara Salib. Setelah melalui penelitian panjang, akhirnya sampailah Hujjatul Islam pada satu kesimpulan bahwa, untuk menang Umat Islam harus mengendalikan hawa nafsunya.

Atas dasar itulah, kemudian Imam Ghazali mengarang kitab Ihya Ulumuddin (Menghidupkan Ilmu-Ilmu Agama) yang kemudian menjadi inspirator besar kemenangan Umat Islam atas pembebasan Palestina dibawah kepemimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi.

Jadi, hal utama yang harus diupayakan oleh setiap Muslim untuk memelihara kekuatan iman hanyalah dengan mengendalikan hawa nafsu. Sejauh hawa nafsu masih dominan, maka sejauh itu pula bertambahnya usia tak bermanfaat apa-apa untuk keimanan seseorang.

Untuk itu, Ibn Athaillah masih dalam kitab yang sama mengatakan, “Siapa yang berteman denganmu selama sehari atau dua hari, namun tidak mendapatkan manfaat darimu, pasti ia akan meninggalkanmu dan berteman dengan orang lain.

Nah, engkau berteman dengan nafsumu selama empat puluh tahun tanpa ada manfaat yang kau dapat. Karena itu, katakan padanya, kembalilah hai nafsu kepada ridha Tuhanmu! Sudah lama aku menurutimu dalam urusan syahwat. Gantilah masa menganggur dengan sibuk kepada Allah, ucapan dengan diam, teman-teman buruk dengan teman-teman baik dan sholeh”.

Dengan seperti itu, maka kita akan merasakan nikmatnya iman, sehingga kemudian kita akan melihat dengan iman, berpikir dengan iman, berkata dengan iman dan berperilaku dengan iman. Bukan hawa nafsu.*/Imam Nawawi

Rep:Imam Nawawi
Editor: Cholis Akbar @ http://www.hidayatullah.com
di kutip ulang oleh : Senyumku Dakwahku

Minggu, 31 Maret 2013

Luruskan Niat

tentang niat
SenyumkuDakwahku @ REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : H.Ahmad Dzaki,MA

Sesungguhnya setiap pekerjaan itu harus dengan niat. Allah SWT berfirman di dalam hadis Quds: Di akhirat nanti di saat orang-orang berkumpul seluruhnya di padang mahsyar. Pada saat penghisaban, ada tiga orang yang ditanya bergiliran oleh Allah SWT, dan ini disaksikan oleh seluruh umat manusia dari sejak zaman nabi Adam sampai kita umat akhir zaman:

Yang pertama, adalah orang kaya. Ketika ditanya, “Dulu sewaktu di dunia kamu rajin bersedekah, memberi makan fakir dan miskin, untuk apakah engkau lakukan? Orang itu menjawab, ''aku lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Mu ya Allah.''

Allah membantah, kadzabta (kamu dusta), itu semua engkau lakukan karena engkau ingin disebut sebagai seorang yang dermawan.
Giliran pejabat ditanya, “Dulu sewaktu di dunia ketika engkau memangku jabatan di tengah masyarakat, engkau ramah kepada tetangga, suka meringankan urusan tetangga, untuk apakah itu engkau kerjakan?

Orang itu menjawab, “Aku lakukan hanya karena-Mu ya Allah.'' Lantas Allah berkata, kadzabta (kamu dusta). Itu engkau lakukan karena engkau ingin dipandang sebagai pejabat yang baik, ingin disebut-sebut di tengah masyarakat.
Tinggal giliran orang alim.  Ketika ditanya kenapa kamu ingin menjadi orang alim? Itu aku lakukan karena aku ingin faham agama, ingin menyampaikannya kepada orang lain.
Allah berkata, kadzabta (kamu dusta). Itu engkau lakukan karena engkau ingin  dipandang sebagai orang alim, agar engkau dihormati dan disanjung orang lain. Kamu bertiga, semuanya masuk ke dalam neraka!

Kisah dari hadits qudsi diatas , memberikan pelajaran kepada kita semua untuk meluruskan niat dalam setiap jabatan (amanah) yang kita emban dan dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan.
Jangan ada sedikitpun niat buruk apalagi sampai merugikan orang banyak dalam pekerjaan kita, hendaknya pekerjaan yang kita lakukan dilandasi dengan niat ikhlas lillahi ta’ala.

Kalau Anda seorang petani, ikhlaslah dalam bekerja mengelola dan menggarap sawah. Insya Allah itu akan bernilai ibadah di sisi Allah swt.

Kalau Anda seorang guru, ikhlaslah dalam mendidik dan mengajarkan murid-murid Anda, insya Allah akan menghantarkan Anda mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

Kalau Anda seorang pejabat, bekerjalah dengan ikhlas, Anda bisa beramal sholeh dengan jabatan anda,
Permudah urusan rakyat jangan mempersulit, itu juga insya allah akan menjadi amal soleh anda.

Kalau Anda seorang ulama, sebarkanlah ilmu agama, ajarilah masyarakat akan pengetahuan agama, ramaikan pengajian-pengajian dengan menyebarkan ilmu agama, insya allah itu akan membawa anda mendapatkan rahmat dari Allah swt.

Kalau Anda seorang pengusaha, perbanyaklah amal soleh dan shedekah dengan harta yang Anda dapatkan dari urusan (bisnis) Anda, insya Allah itu akan membawa Anda mendapatkan limpahan pahala dan rahmat Allah SWT.

Singkatnya, apapun profesi dan di manapun Anda bekerja, landasilah pekerjaan Anda dengan niat ikhlas dan ibadah kepada Allah swt.
Janganlah kita menjadi orang kaya, pejabat dan orang alim seperti yang di kisahkan dalam hadits qudsi di atas. Mereka hidup di dunia bergelimang harta, jabatan dan ilmu tapi itu tidak dapat menghantarkan mereka masuk ke dalam surga. Naudzubillah min dzalik.


Redaktur : Damanhuri Zuhri @ republika.co.id

Jumat, 01 Maret 2013

Menantikan ikhwan dambaan

     Menantikan ikhwan dambaan. Sejatinya Hati kecil manusia pasti menginginkan calon pasangannya yg sempurna. Mungkin begitulah Perempuan, wanita atau akhwat manapun pasti mendamba sang pangeran cinta yg dapat menuntut dirinya kedalam kebahagian baik di dunia ataupun di akhirat Kelak.
Ikwan sang pangeran cinta sang dambaan hati Dimana dalam sujud sang kaum hawa disertakannya dalam do’a mereka.


Sebagai seorang wanita, jujurlah Pasti Mereka menginginkan sosok Ikhwan sang Pujangga Yang memiliki, Fisikang rupawan,
Yang putih,
Yang atletis,
Yang tinggi,
Apalagi yang Memiliki Harta cukup lebih (kaya),
Pendidikannya sarjana,
Pekerjaan mapan, gaji okeee_
Dan lain-lain…
Dan sebagainya.
Dan seterusnya.
Wahai Ukhti kaum hawa para calon bidadari syurga allah SWT. Cobalah tengok kembali kriteria diatas.Adakah yg cocok dan mungkin bisa disebut sempurna dan nyaman di hati?

Adakah kau menyadari bahwa bahagia dalam hidup berumah tangga tak hanya dapat diukur dari kesempurnaan fisik, dan banyaknya materi?

Alhamdulillah.
Ketahuilah ukhti 
Bahwa fisik itu fana,
Harta itu maya,
Dan status itu fatamorgana.
Hanya menjanjikan kita bahagia lahiriah saja. 

Ketahuilah ukhti
Bahwa yang hakiki adalah Keimananya, Ketaqwaannya, Dan kesederhanaannya menyikapi dunia. 

Jadi ukhti.
Pandanglah dan nilailah calon imammu dengan kacamata Akidah_
Jadikan akidah dan akhlaknya sebagai prioritasmu dalam memilih pasangan, bukan rupa, bukan tahta, apalagi harta ^

    Wallahu a'lamu bishoab
Semoga dapat diambil manfaatnya.

Kamis, 14 Februari 2013

Cinta yang Salah


cinta dalam islam


CopasMania
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Hasan Basri Tanjung, MA.

Suatu ketika, Baginda Rasulullah Saw pernah berpesan yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Said Al-Khudri, ”Kamu akan mengikuti sunnah (tradisi) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai mereka masuk ke dalam lubang biawak pun, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya :’Wahai Rasulullah, apakah yang Tuan maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani’ ? Rasul Menjawab; ’Kalau bukan mereka siapa lagi?”

Keprihatinan yang mendalam bagi kita orang tua yang memiliki anak remaja khususnya dan umat Islam seluruh dunia, terhadap fenomena yang sudah merasuk dan menggerogorti remaja Muslim, bukan hanya di Indonesia tapi juga di berbagai belahan dunia.

Tentu saja tidak cukup dengan keprihatinan, tapi harus dengan aksi nyata yakni meningkatkan peranan orang tua dan masyarakat dalam mendidikan generasi muda.

Setiap tanggal 14 Februari dirayakan sebagai Valentine’s Day (Hari Kasih Sayang). Kasih sayang yang bermakna kebobrokan moral atau kemaksiatan yang berbaju kasih sayang.  Fenomena ini merambah luas  baik di perkotaan maupun di pedesaan.    
 
Kata Valentine berasal dari bahasa Latin yang berarti 'Yang Maha Perkasa', 'Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa'. Kata ini ditujukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Jadi, ketika kita meminta orang menjadi to be my Valentine, berarti itu sama dengan kita meminta orang menjadi 'Sang Maha Kuasa' terhadap diri kita.

Di sinilah mulai muncul problem akidah, yakni kemusyrikan. Karena menjadikan sesuatu sebagai ilah (sesembahan dan penguasa hidup) yang bertentangan dengan Tauhid (mengesakan Allah SWT).

Perayaan Valentine’s day sendiri berasal dari perayaan ritual Lupercalia yang merupakan rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Pada hari itu, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak.

Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan nama gadis yang keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang.

Ketika Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini menjadi nuansa Katolik dan mengganti nama gadis-gadis tersebut dengan nama Paus atau Pastor. 

Pada abad ke-3 Masehi, Santo Valentine (seorang pemimpin Katolik) bersama temannya Santo Marius secara diam-diam menentang pemerintahan Kaisar Claudius II.
Kaisar memerintahkan menangkap dan memenjarakan Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan Romawi. 

Lalu ia dihukum gantung pada 14 Februari 269 M. Dari kejadian itulah, Paus Gelasius meresmikan 14 Februari 496 sebagai Valentine’s Day untuk mengenang Santo Valentine.

Oleh karena itu, setiap perayaan, seperti akad nikah, resepsi, acara keluarga dan sejenisnya yang mengaitkan dengan momentum Valentine’s Day, merupakan pengakuan akan ritual agama Romawi dan kristiani tersebut.   

Apalagi dijadikan sebagai justifikasi untuk melakukan kemaksiatan kolektif yang merusak akidah dan akhlak remaja kita (pesta seks dan hura-hura).

Bukan berarti Islam tidak mengajarkan Kasih Sayang. Justru, kasih sayang sendiri berasal dari nama Allah SWT. yakni Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang mesti menghiasi (akhlak karimah) setiap pribadi Muslim. 

Cinta dan kasih sayang adalah fitrah dan karunia Ilahi yang semestinya dimuliakan dan tidak patut diekspresikan dalam bentuk kemaksiatan  untuk dan atas nama cinta.   

Perayaan Valentine’s Day merupakan kejahiliyahan modern yang lebih berbahaya dibanding dengan jahiliyah Bangsa Arab dahulu yang konvensional dan lokal.

Meniru dan ikut-ikutan terhadap suatu budaya berarti sama saja dengan mereka. Nabi SAW. mengingatkan hal ini jauh hari, ”Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka”. (HR. Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar). 

Jangan kita biarkan mereka tersesat, karena kita akan bertanggung jawab kelak di hadapan Pengadilan Rabbul Jalil, Allah SWT.

Untuk itu, setiap orang tua harus mengawasi dengan ketat anak-anak remajanya pada waktu perayaan itu tiba dan bertanggung jawab menjaga keluarga dari api neraka.(QS.66:6). Allahu a’lam bish-shawab.***



Redaktur : Damanhuri Zuhri
http://www.republika.co.id

Jumat, 20 Juli 2012

Bersihkan Hati, Lisan dan Pikiran


hati
Tersadar aku,  betapa waktu itu sungguh sangat terlalu berharga untuk disia-siakan apalagi dibuang. Penyesalan pun hanya datang kemudian, sehingga kini untuk melakukan sesuatu harus diperhatikan dan dipikirkan baik-baik apakah ini baik atau buruk.
    Dont you ever waste your time…!!! It wont come back to you…!!!
Kini saatnya bersihkan hati, bersihkan lisan dan bersihkan pikiran dari hal – hal yang tidak berguna, karena hidup ini hanya satu tujuannya yakni hanya Allah SWT.
    “Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah hati.” (Hadis Riwayat Al-Bukhari)

bersih hati
Hati selalu didorong oleh nafsu,  Iblis dan setan selalu menggangu kita dan mendorong hati agar melanggar perintah Allah SWT.
Hati yang bersih, hati yang suci, akan mudah menyerap dan memantulkan kebaikan. Ia akan memancarkan cahaya seperti permata. Jika kita melihat wajah seseorang yang beriman. Wajahnya bercahaya karena terpancarnya cahaya keimanan dari hatinya. Oleh karena itu mari kita selalu membersihkan hati kita.
Mengutip ceramah Aa’ Gym (KH. Abdullah Gymnastiar). Melatih diri untuk senantiasa hidup bersih lahir batin adalah suatu tuntunan yang harus dijalani. Namun langkah itu sangat bergantung pada keseriusan dan tekad diri kita sendiri. Pola hidup bersih harus berawal dari diri sendiri. Mulailah berlatih hidup bersih dari hati, lisan, sikap dan tindakan.

Berusahalah agar setiap untaian kata yang keluar dari lisan kita penuh makna. Hindari kata-kata kotor, keji dan tidak senonoh. Sebab setiap kali kita bicara kotor,  kesucian hati pun ternoda.

Makin hidup kita bersih, kita akan semakin peka. Coba lihat cermin yang bersih! Satu titik noda menempel padanya akan cepat ketahuan. Tapi kalau cermin kotor, penuh noda dan debu, digunakan untuk melihat wajah sendiri saja susah. Makin bersih diri kita, Insya Allah kita akan lebih peka melihat aib dan kekurangan diri sendiri. Bahkan kita akan lebih peka terhadap peluang amal dan juga ilmu. Sebaliknya, bagi yang kotor hati, jangankan untuk melihat kekurangan orang lain, melihat kekurangan diri saja tidak mampu.

Mari berusaha membersihkan hati kita, semampu kita. Sedikit demi sedikit sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, terus dan terus menjadikannya lebih baik tentu saja dengan pertolongan Allah SWT. Setelah ada tekad yang kuat dari diri kita insyaAllah,  Allah SWT pasti memberikan jalan.

source : http://suzannita.wordpress.com/2010/01/20/bersihkan-hati-lisan-dan-pikiran/

Kamis, 21 Juni 2012

Cara Agar Disukai Orang Lain

Sifat manusia sangat sulit untuk ditebak, kadang jika kita berbuat A kita akan disukai, ketika kita berbuat A lagi lain waktu, malah kita mungkin menjadi tidak disukai. Kita tidak tahu pasti bagaimana sifat alami manusia yang sebenarnya. Terkadang jika seseorang melihat si A berperilaku "sombong", maka ia akan mengatakan si A sombong tanpa mau tahu apa penyebab dia berperilaku "sombong". Mungkin saja si A sombong karena selalu di lecehkan dalam pergaulan dan lain-lain. Tapi terkadang orang tidak mau tahu, ia lebih memilih untuk menjauhinya dari pada bergaul dengannya karena dia bersikap sombong.

Bagaimanakah cara agar disukai orang lain?

Semua orang pasti ingin agar dirinya disukai oleh orang lain. Mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Jika kita hidup tanpa ada orang lain disekitar kita, maka kita akan merasa tidak ada gunanya lagi hidup di dunia, hidup kita akan menjadi hampa. Karena, manusia tidak ada gunanya hidup di dunia ini jika tidak bisa memberikan manfaat bagi orang disekitarnya.

Jika kita disukai oleh orang lain, hidup kita akan menjadi lebih baik dari sekarang. Kita menjadi mempunyai banyak teman, hidup kita akan menjadi lebih mudah, ada tempat untuk meminta pertolongan dan lain-lain. Dibawah ini adalah cara-cara agar di sukai oleh orang lain.

1. Jangan terlalu memaksakan pendapat diri sendiri.

Jika suatu ketika ada rapat antar warga di lingkungan anda, jangan memaksakan pendapat anda sendiri walaupun anda merasa bahwa pendapat anda sudah benar. Hargailah pendapat orang lain, mana tahu pendapat orang lain lebih baik daripada pendapat anda. Kalaupun pendapat orang itu salah, beritahukanlah dengan cara yang halus dan kemukakan pendapat anda. Dengan cara demikian, orang tersebut tidak akan merasa sakit hati. Jika pendapat anda yang salah, terimalah dengan lapang dada, karena yang dicari dalam diskusi adalah pendapat yang paling benar untuk kebaikan bersama.

2. Dahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri sendiri.

Jika suatu saat anda ingin menimba air di sumur umum, dan ada orang lain yang ingin menimba juga disitu, apakah yang akan anda lakukan, menimba untuk diri anda sendiri terlebih dahulu atau membiarkan orang tersebut menimba air dahulu? Yup, benar sekali. Kita akan membiarkan orang tersebut menimba air dahulu. Jika kita selalu mendahulukan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan kita, maka kita akan lebih disukai orang, karena orang akan menilai kita orang yang baik hati.

3. Tidak memilih dalam berteman

Kita semua adalah makhluk yang sama, tidak ada yang kaya dan juga yang miskin di hadapan Allah SWT. Maka dari itu, kita tidak boleh memilih-milih dalam berteman. Jika kita baik dalam berteman dengan orang kaya, kita harus berbuat demikian juga jika kita berteman dengan orang yang miskin. Jika kita memilih-milih dalam berteman, maka kita akan dijauhi orang karena kita dinilai sombong oleh mereka. Ingat, kehidupan itu seperti bola yang sedang berputar. Jika anda hari ini berada diatas, suatu ketika anda mungkin akan berada dibawah juga.


Sekian dulu dari saya, semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
http://blog-pengembangandiri.blogspot.com/2012/03/cara-agar-disukai-orang-lain.html

Sabtu, 12 Mei 2012

Jadikan Aku Salah Seorang Penduduknya

Segala puji hanya bagi Allah tuhan semesta alam, Engkaulah yang mengatur hidup dan kehidupan. Hanyalah Engkau yang menguasai seluruh kekuasaan, Engkau anugerahkan kekuasaan bagi yang Engkau kehendaki. Engkau cabut hak berkuasa dari siapa yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapapun yang engkau kehendaki, di tangan-MU ya Robbi segala kebaikan, Engkaulah yang berkuasa atas segala sesuatu.

pas Bunga
Sudah seharusnya kita sadari, hakekat penciptaan kita sebagai hamba. selayaknya kita melakukan apa yang telah ditetapkan dalam ajaran islam, yaitu beribadah. Namun apa yang terjadi? Ketika datang seruan dari Allah untuk taat dalam ibadah, untuk jihad, untuk Amar ma'ruf nahi munkar, (al`amru bil-ma'ruf wannahyu'anil-mun'kar), kita lemah sekali merespon seruan itu, seperti apakah kita ini .....?

Layaknya manusia Normal Ingin segala sesutunya menjadi yg terbaik, Baik dalam Kehidupan ataupun di penghujung hayat akhirat kekal Abadi.

Mungkinkah semua impian atau keinginan menjadi yang terbaik dapat terkabul (terlaksana/tercapai)...???
Tentu saja Bisa !!! Namun apa yang ditanam itulah yang dipetik - apapun yg diperbuat maka itulah yang akan dipetik (diterima) hasilnya. 

Keinginan menjadi penghuni surga tidak cukup hanya berdo’a, tapi kita harus berusaha memiliki sifat dan amal calon penghuninya dan usaha itu sekarang dalam kehidupan kita di dunia ini.

Begitu banyak janji surga bagi orang-orang yg ingin dan mau bersusah ber-i'tiqad dan sungguh-sungguh dalam Menjalankan perintah Allah dan Menjauihi larangan-larangan Allah subhanahu Wata'ala...
** Jadikan Aku Salah Seorang Penduduknya **

Berislam - Beramal Ilmiah Berilmu Amaliah sebuah konsep kebahagiaan nyata di alam dunia untuk menjemput janji surga di akhirat nanti....

Surga sebagai tempat yang menakjubkan dan penuh kenikmatan di dalamnya..

Nikmat Dalam Surga


surga
Bagi penduduk surga makanan dan minuman dalam surga disediakan makanan dan minuman yang sesuai dengan selera dan keinginan mereka. Makan dan minuman yang di inginkan penduduk surga langsung tersaji tidak perlu di masak terlebih, mereka langsung menikmati dan tidak mengandung unsur kekurangan.
** Semoga aku di jadikan salah seorang penduduknya **

Makan dan minuman dalam surga itu tidak menjemukan, apalagi sampai menimbulkan penyakit dan makanan yang mereka konsumsi tidak menimbulkan kotoran, berarti penduduk surga tidak membutuhkan buang hajat, karena dalam surga tidak ada WC atau toilet, tetapi pembuangannya hanya melalui keringat yang harumnya beraroma kasturi. Mengenai makanan dan minuman di dalam surga, Allah ta'alat. telah berfirman:
"Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan apa yang mereka minta." (QS. Yaasiin: 57)
Didalam ayat lain disebutkan bahwa di dalam surga terdapat pohon pisang yang buahnya bersusun-susun.
Allah ta'ala. berfirman:
"Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya." (QS. Al Waqi'ah: 28-33)
Mengenai pohon dan buah surga itu Ibnu Katsir berkata: 
"Apabila keadaan pohon Sidr yang didunia tidak berubah, kecuali buah lemah dan banyak durinya, makan di surga pohon itu sangat indah dan banyak buahnya. Bahkan satu buah mengeluarkan 70 macam rasa dan warna-warni yang sebagian menyerupai sebagian yang lain.
Diriwayatkan dari Tsauban bahwa pada suatu ketika seorang Yahudi bertanya kepada Rasulullah,: "Apakah hidangan para penghuni surga ketika masuk surga?" Nabi Salallahu 'alaihi wasallam. menjawab: "Hati ikan (yang terbaik dan terlezat)." Ia bertanya lagi: "Apakah makanan mereka sesudah itu?." Nabi Salallahu 'alaihi wasallam. menjawab: "Disembelih bagi mereka sapi surga yang makan dari tanamannya." Orang itu bertanya lagi: "Apakah minuman mereka sesudah itu?" Nabi Salallahu 'alaihi wasallam. menjawab: "Dari mata air yang bernama Salsabil." Orang itu berkata: "Engkau berkata benar." (HR. Muslim)
Demikianlah gambaran tentang surga dan segala kenikmatan yang ada padanya. Dan mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keberuntungan. Amin

Rabu, 09 Mei 2012

Kenali Dirimu Dari Caramu Menatap Orang Lain

Akhina Waukhtina Fillah.
Kita semua pasti sering menghadapi apa itu perbedaan, entah itu perbedaan pandangan, perbedaan pendapat, atau pun perbedaan keyakinan.

Lihat diri sendiri sebelum menilai orang lain.

critic
Sumber gambar : google.blogspot
Sebelum kita menilai atau merendahkan orang lain, maka sebaiknya kita menilai diri sendiri dahulu. Sudahkah apa yang kita lakukan ini lebih baik dari mereka, pantaskah kita ini merendahkan orang lain. Dan terkadang justru kita lah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka. Untuk itu sebelum kita understimate pada orang lain, lihat dulu pada diri kita sendiri. Karena bila kita mengetahui mereka yang telah kita rendahkan ternyata lebih baik dari kita, maka kita sendiri lah yang akan menjadi malu. 
Karenanya, janganlah understimate pada orang lain, karena mereka bisa saja lebih baik dari kita, dan itu hanya akan membuat kita lemah menghadapi perbedaan. Jangan pernah meremehkan sesuatu, karena nantinya sesuatu tersebut akan menjadi besar karena kita tidak menanggapinya dengan serius. Ini seperti meremehkan orang lain yang berbeda dengan kita, tentu kita akan merasa lebih baik dari mereka sehingga apa yang kita lakukan tidak sebaik dari biasanya. Tetapi sebaliknya, orang lain yang kita remehkan tadi malah akan melakukan sesuatu dengan yang sebaik-baiknya karena merasa kalau mereka belum baik. Sehingga bisa jadi apa yang mereka lakukan jauh lebih baik dari apa yang kita lakukan.

Kenali Dirimu Dari Caramu Menatap Orang Lain


Manusia adalah makhluk Allah 'azza wajalla yang paling sempurna. Allah  memberikan anugerah baik akal, budi, maupun nafsu. Manusia juga merupakan makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai individu, manusia akan menentukan sikap dan cara pandangnya sendiri. Tetapi manusia juga butuh orang lain. Tidak mungkin manusia hidup sendiri. Manusia butuh manusia lain dalam berinteraksi dan menyusuri jalan kehidupan.

Manusia juga Merupakan insan yang Unik!
setiap manusia mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan mempunyai kebutuhan dan tuntutan hidup yang berbeda-beda.
Ada Kalanya kita melihat orang lain bahagia sontak langsung saja iri ingin mersakan kebahagiaan yg orang lain miliki. Ada kalanya juga ketika melihat orang lain bahagia dia ikut bahagia...
Mereka yg memiliki kelebihan dari sisi material haruslah kita jadikan tolak ukur untuk kita bersemangat untuk menggali bagaimana cara mereka mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan yang mereka capai bukan hanya iri, hasad dan dengki saja terhadap mereka....
Mereka yg pintar rajin beribadah dan tenar akan dakwah mereka bukan kita tutupi jalan dakwah mereka dan kita jauihi dengan alasan Malu untuk menemui mereka, Tanyakan kepada mereka dan belajarlah pada mereka bagaimana mereka dapat mendapatkan kesuksesan dan bagaiman mereka dapat mendekatkan diri mereka terhdap tuhan Allah 'azza wajalla.
Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mempermudah jalannya menuju surga. (HR.Muslim)
Manusia Merupakan insan yang Unik!

Ya,! manusia adalah makhluk unik. Lihat saja di sekeliling kita. Ada orang yang jago bicara, ada orang yang jago menulis, ada orang yang sangat teliti. Ada yang jago bertani, ada yang jago berdagang. Masing-masing hadir dengan keunikan yang khas.

Oleh karena itu, kesempatan hidup yang dianugerahkan Allah 'Azza Wajalla haruslah dipergunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hidup kita janganlah disia-siakan. Hidup adalah anugerah dari Yang Mahakuasa, dan haruslah dijaga, dipupuk, dipelihara, dan terus dikembangkan. Semua itu dilakukan agar hidup kita memberi manfaat dan nilai tambah bagi sesama dan alam semesta.

Agar bermanfaat dan memberi nilai tambah bagi sesama dan alam semesta, maka setiap manusia harus mampu melihat dan berkaca akan dirinya. Manusia harus mampu melihat dirinya dari sisi positif. Ya, melihat dari sisi positif akan menjadikan manusia terus berkembang, berbenah, dan berubah ke arah yang lebih baik.