Selasa, 24 Desember 2013

pengertian metode pembelajaran

pendidikan
Metode pembelajaran adalah suatu cara atau upaya yang dilakukan oleh para pendidik agar proses belajar-mengajar pada siswa tercapai sesuai dengan tujuan. Metode pembelajaran ini sangat penting di lakukan agar proses belajar mengajar tersebut nampak menyenangkan dan tidak membuat para siswa tersebut suntuk, dan juga para siswa tersebut dapat menangkap ilmu dari tenaga pendidik tersebut dengan mudah.

Ada beberapa macam metode pembelajaran, diantaranya:
1. Metode ceramah
Metode ceramah adalah metode belajar mengajar secara tradisional, sebab metode pembelajaran ini telah gunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif sejak dari dahulu.

2. Metode eksperimen
Metode eksperimen ini memberikan kesempatan

kepada para anak didik secara individu atau pun berkelompok untuk dilatih dalam melakukan suatu proses atau percobaan-percobaan. Metode ini bertujuan agar para anak didik tersebut berpikir kreatif, mandiri dan inovatif.

3. Metode pemberian tugas
Metode pemberian tugas di maksudkan para pendidik memberikan penjelasan dalam suatu bahasan lalu para pendidik tersebut memberikan tugas kepada para siswa untuk mengembangkan pembahasan yang telah di bahas, hal tersebut bertujuan agar para siswa berpikir dan memiliki wawasan yag luas.

4. Metode diskusi
Metode ini adalah suatu alternatif dalam mengamati dan mencari jalan keluar dari suatu masalah melalui gagasan-gagasan yang di berikan para siswa, metode ini bertujuan untuk melatih para siswa agar berani dalam menyampaikan pendapat atau pun saran dan untuk mengembangkan pemikiran mereka.

5. Metode latihan
Metode latihan atau metode training yaitu metode yang menanamkan tentang kebiasaan-kesbiasaan tertentu dan untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan baik terhadap anak. Metode latihan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan serta ketepatan dan kecepatan dalam pelaksanaan.

6. Metode proyek
Metode ini menggunakan cara mengajar dengan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menggunakan hal-hal yang ada di kehidupan sehari-hari sebagai bahan pendidikan. Metode ini bertujuan agar anak didik tertarik untuk terus belajar dan juga untuk membentuk pola pikir anak menjadi luas. 

Senin, 23 Desember 2013

Metode Belajar Mengajar

belajar
proses belajar, proses belajar mengajar, mengajar dan belajar, strategi belajar

Sebuah strategi dalam belajar mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan suatu materi pelajaran dalam suatu lingkungan pengajaran yang meliputi sifat, urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa dan lingkup. Strategi belajar mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan belajar tersebut, melainkan juga termasuk materi atau paket pengajarannya.

Perlu adanya kaitan antara strategi belajar mengajar dengan tujuan pengajaran itu sendiri, supaya diperoleh langkah-langkah kegiatan belajar-mengajar yang efektif serta efisien. Strategi belajar-mengajar adalah suatu rencana untuk mencapai tujuan. Strategi ini terdiri dari metode dan teknik yang akan menjamin siswa akan mencapai tujuan. Arti strategi lebih luas daripada metode atau teknik pengajaran.

Metode belajar mengajar merupakan cara yang di dalam fungsinya adalah alat untuk mencapai tujuan. Metode ini berlaku baik bagi guru maupun bagi siswa. Semakin baik metode belajar mengajar yang
dipakai maka makin efektif pula pencapaian tujuan. Terkadang metode juga dibedakan dengan teknik belajar. Metode belajar mengajar mempunyai sifat prosedural sedangkan teknik lebih mempunyai sifat implementatif.

Bisa disimpulkan bahwa strategi terdiri dari metode dan teknik atau prosedur yang menjamin siswa mencapai tujuan belajar. Lebih luas dari strategi adalah metode atau teknik pengajaran. Teknik pengajaran adalah bagian dari strategi pengajaran.

Para guru diharapkan bisa mengidentifikasi empat jenis diskusi sebagai metode dalam mengajar. Semua strategi yang dipilih untuk mencapai tujuan pengajaran tersebut misalnya murid diminta untuk mengemukakan empat bentuk contoh diskusi yang pernah dilihatnya, murid diminta untuk membaca dua buah buku tentang jenis-jenis diskusi, murid diminta untuk mendemonstrasikan cara-cara berdiskusi sesuai dengan jenis yang telah dipelajari, dan kelompok yang lain mengamati sambil mencatat kekurangannya untuk didiskusikan sesudah demonstrasi itu berakhir, murid diharapkan mencatat hasil diskusi kelas.

Berdasarkan contoh tersebut bisa dilihat bahwa teknik pengajaran adalah kegiatan menggunakan metode demonstrasi serta diskusi. Dan seluruh kegiatan tersebut adalah strategi yang disusun guru untuk mencapai tujuan dalam pengajaran. Ketika mengatur strategi, seorang guru bisa memilih berbagai metode seperti ceramah atau tanya jawab, diskusi atau demonstrasi dan sebagainya.

sumber : http://seputarpendidikan003.blogspot.com/

Jumat, 20 Desember 2013

Bapak di Mata Anak Perempuannya

Sebelum besok kita merayakan hari ibu, saya ingin lebih dulu membuat sebuah tulisan tentang seorang ayah. Bagaimana pun rasanya tak adil ketika ketika hanya merayakan hari ibu saja, padahal kita ada karena kita memiliki seorang ayah. Perjuangan seorang ayah sangatlah berat, beliaulah yang senantiasa memeras keringat agar kita bisa makan sesuap nasi. Beliaulah yang rela sedikit tidur agar kita bisa lelap beristirahat.

Well, beberapa hari yang lalu saya menelpon ibu untuk mengabarkan saya hamil lagi. *perihal kehamilan ini kita bahas nanti saja :D. Setelah mengucap rasa syukurnya, ibu memberitahu saya bahwa Bapak marah ketika saya menanyakan rumah kontrakan di Sumedang. Yah, sesuai rencana saya dan suami, akhir tahun ini kami berniat pulang kampung. *bye bye Tangerang Sreett #lap ingus. Karena itulah saya menanyakan rumah kontrakan untuk hunian sementara kami bertiga. Pikir saya, moso mau numpang di rumah ortu sih?
Namun diluar dugaan saya, ternyata Bapak tidak suka dengan keputusan saya dan suami "kawas di imah hareurin wae,"[1] katanya.
 
Mendengar kabar ini dari ibu saya sedikit terkejut, saya kira Bapak akan mendukung keinginan kami untuk mandiri, eh ternyata.

Lama saya berpikir untuk memutuskan akan kemana saya nanti. Apakah keukeh cari rumah kontrakan, atau menuruti keinginan Bapak untuk tinggal di rumah. Sebelum menentukan pilihan, saya lebih dulu sadar bahwa ini adalah salah satu wujud kasih sayangnya. Saya tahu, Bapak tak ingin jauh-jauh lagi dari anak dan cucunya.

Saya ingat, ketika saya masih SMA dulu, Bapak kerap kali menunggui saya di depan gang jika saya pulang terlambat.  Wajahnya sangar dan tak  mengeluarkan sepatah kata pun ketika saya turun dari ojek. Sampai di rumah, ibu yang cerewet menasihati saya agar tak pulang terlambat lagi. "Tong ngahariwangkeun kolot. Bapak ngambek!"[2] Sementara itu Bapak diam saja.

Sifat Bapak memang seperti itu, mendiamkan orang yang membuatnya kesal. Bapak tegas namun dalam ketegasannya ada rasa sayang dan keinginan melindungi. Apa bukan sayang namanya ketika seorang ayah rela menunggui anak perempuannya di depan gang, hanya untuk memastikan anaknya pulang selamat?

Dilain waktu, Bapak memilih untuk meminjam uang ke temannya daripada melihat saya tak memiliki handphone-yang pada saat itu teman-teman saya sudah memilikinya-

Setelah saya lulus SMA, saya menyampaikan keinginan untuk kuliah di Jakarta dan numpang tinggal di rumah kakak sahabat saya. Sambil bantu-bantu di rumahnya, Pak. Kan teteh kuliahnya pake beasiswa.Bujuk saya waktu itu. Bapak tak mengijinkan. Dia bilang, kalau saya lelaki silahkan saja. Apalagi ketika saya menyampaikan keinginan untuk kuliah di Yogyakarta. Jelas-jelas di tolaknya. Jauh. Nek jeung saha di dituna?[3]

Saat itu saya kecewa, kenapa Bapak tak membiarkan saya untuk kuliah? Kenapa Bapak terlalu khawatir? Kenapa? Kenapa?
Teteh teh awewe, Bapak melang.[4]

Sekali lagi saya faham, dia amat menyayangi saya.

Setelah saya menikah,  dia tak lagi melarang saya ke Tangerang. Mungkin  karena saya sudah punya suami yang akan menjaga saya untuk menggantikannya.

Seorang ayah tentu berbeda dengan seorang ibu. Beliau punya cara yang berbeda untuk menujukan kasih sayangnya. Sifatnya tegas namun penuh dengan kasih sayang.

Bahagialah kita karena masih memilikinya.

[1] kayak di rumah sempit aja
[2] Jangan buat orangtua khawatir. Bapak ngambek
[3] Mau sama siapa di sana?
[4] Teteh itu perempuan, Bapak khawatir

Di cintai Sang Maha Pemilik Cinta adalah segalanya.

Di cintai Sang Maha Pemilik Cinta adalah segalanya.

Love allah
Memaknai cinta secara luas adalah suatu sikap yang sangat arif dan bijak. 
Sudah pasti setiap orang pasti ingin mendapatkan cinta Allah . Namun bagaimanakah cara untuk mendapatkan cinta tersebut? Ibnul Qayyim Rahimahullah menyebutkan beberapa hal untuk menerangkan maksud perkara tersebut dalam kitab beliau Madarijus Salikin , tahap-tahap menuju wahana cinta kepada Sang Maha Pemilik Cinta adalah seperti berikut

Membaca Al-Qur’an dengan merenung dan memahami kandungan maknanya sesuai dengan maksudnya yang benar. 
Cara Mendapatkan Cinta Allah | tips meraih cinta allah | cara menjadi wali allah | cinta allah swt | amalan wali allah
Membaca Al-Qur’an Itu tidak lain adalah renungan seorang hamba Allah yang hafal dan mampu menjelaskan al-Qur’an agar difahami maksudnya sesuai dengan kehendak Allah SWT. Al-Qur’an merupakan kemuliaan bagi manusia yang tidak boleh ditandingi dengan kemuliaan apapun. Ibnu Sholah mengatakan

“Membaca Al-Qur’an merupakan kemuliaan, dengan kemuliaan itu Allah ingin memuliakan manusia di atas makhluk lainnya. Bahkan malaikat pun tidak pernah diberi kemuliaan seperti itu, malah mereka selalu berusaha mendengarkannya dari manusia”.

Perkara ini boleh dilakukan umpama seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku. (Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an)

Mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunat, setelah mengerjakan ibadah-ibadah wajib.

Tiada cara mendekat (taqarrub) seorang hamba yang lebih Ku-cintai melainkan dengan menunaikan fardhu yang telah Ku-tetapkan. Namun hamba-Ku senantiasa lebih berusaha mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan yang nawafil (sunnah) , sampai Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang dengan itu ia mendengar, penglihatannya yang dengan itu ia melihat, tangannya yang dengan itu ia memukul, kakinya yang dengan itu ia berjalan. Jika ia memohon kepada-Ku sungguh akan Ku-karuniakan kepadanya, dan jika ia memohon perlindungan-Ku, Aku akan melindunginya. Dan Aku tidak pernah ragu-ragu pada sesuatupun di saat Aku akan melakukannya seperti ragu-Ku untuk mengambil jiwa seorang mukmin yang enggan mati, sedangkan Aku tidak suka mengganggunya.(HQR. Bukhari).

Terus-menerus mengingat Allah (zikir) dalam setiap keadaan, baik dengan hati dan lisan atau dengan amalan dan keadaan dirinya.

Kadar kecintaan seseorang terhadap Allah bergantung kepada kadar zikirnya kepada-Nya. Zikir kepada Allah merupakan syiar bagi mereka yang mencintai Allah dan orang yang dicintai Allah. Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:“Sesungguhnya Allah aza wajalla berfirman :”Aku bersama hambaKu selama ia mengingatKu dan kedua bibirnya bergerak (untuk berzikir) kepadaKu”.Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan zikir kepada-Nya.

"Allâh Subhana wa Ta'ala berfirman:
Aku sampaikan kepada hamba-Ku yang mengharapkan Aku, Aku bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam hatinya, Aku akan mengingat dia dalam hati-Ku, dan jika dia mengingat Aku dalam suatu majelis, Aku menyebut dia dalam majelis yang lebih baik daripada itu ... " (HQR. Bukhari dan Muslim).


Allâh Yang Maha Tinggi berfirman (Dalam hadits Qudsi): “Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, aku menyebut namanya pada diri-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shalih atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”. (HR. Bukhari: 8/171 dan Muslim: 4/2061, lafadz hadits ini dalam shahih Bukhari).

Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada diri sendiri walaupun dikuasai hawa nafsunya.

Melebihkan cinta kepada Allah daripada cinta kepada diri sendiri, meskipun dibayangi oleh hawa nafsu yang selalu mengajak lebih mencintai diri sendiri. Ertinya ia rela mencintai Allah meskipun berisiko tidak dicintai oleh makhluk dan harus menempuh berbagai kesulitan. Inilah darjat para Nabi, diatas itu darjat para Rasul dan diatasnya lagi darjat para rasul Ulul Azmi, lalu yang paling tinggi adalah darjat Rasulullah Muhammad s.a.w. sebab baginda mampu melawan kehendak dunia seisinya demi cintanya kepada Allah.

Merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah.

Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (kerana mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

Memerhatikan kebaikan, nikmat dan kurnia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir mahupun batin akan mengantarkan kita kepada cinta hakiki kepada-Nya.

Tidak ada pemberi nikmat dan kebaikan yang hakiki selain Allah. Oleh sebab itu, tidak ada satu pun kekasih yang hakiki bagi seorang hamba yang mampu melihat dengan mata batinnya, kecuali Allah SWT. Sudah menjadi sifat manusia, ia akan mencintai orang baik, lembut dan suka menolongnya dan bahkan tidak mustahil ia akan menjadikannya sebagai kekasih. Siapa yang memberi kita semua nikmat ini? Dengan menghayati kebaikan dan kebesaran Allah secara lahir dan batin, akan mengantarkan kepada rasa cinta yang mendalam kepadaNya.

Menghadirkan hati secara keseluruhan (total) semasa melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya inilah yang disebut dengan khusyu’.

Hati yang khusyu’ tidak hanya dalam melakukan solat tetapi dalam semua aspek kehidupan ini, akan mengantarkan kepada cinta Allah yang hakiki.

Menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir.

Di saat itulah Allah SWT turun ke dunia dan di saat itulah saat yang paling berharga bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada-Nya dengan beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an) dan solat malam agar mendapatkan cinta Allah. Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

Bergaul bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para siddiqin.

Ambillah perkataan-perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahawa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

Menjauhi segala sebab yang dapat menghalang komunikasi antara dirinya dan Allah SWT.

Semoga kita sentiasa mendapatkan cinta Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap degup jantung dan setiap nafasnya.
Ibnul Qayyim mengatakan bahawa "kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati."

Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pengasih selaku seorang hamba ... (QS. Maryam [19]:93).

Semoga Allah memberikan keberkahan, membimbing kita , menolong kita selalu ketaatan, dan menyampaikan kita pada rahmat serta Menambahkan kecintan kita terhadap sang maha Pemilik Cinta hingga meraih cinta sang maha pemilik cinta. aamiin ya Rabb.

Selasa, 17 Desember 2013

sepuluh motivasi menjadi Facebooker

SEMAKIN lama semakin banyak warga Indonesia yang bergabung ke jejaring sosial Facebook. Tentu, motivasinya bermacam-macam. Secara umum, ada sepuluh motivasi mereka menjadi Facebooker. Apa saja itu?

fb

Sepuluh motivasi menjadi Facebooker


facebook login
1. Cuma ingin tahu

Yaitu Facebooker yang ingin tahu saja seperti apa sih Facebook itu. Diapun membuat email, membuat akun FB, tetapi kemudian jarang membukanya. Juga jarang membuat status, komentar ataupun tanggapan, bahkan ada yang berbulan-bulan baru membuka akun FB-nya. Atau, termasuk sering membuka akun FB,
tetapi cuma ingin membaca status para Facebooker. Seringkali tidak dikomentari.

2. Mencari teman

Yaitu Facebooker yang memang punya motivasi untuk mencari teman sekolah atau mantan teman sekolah, teman kuliah atau mantan teman kuliah, teman sekantor atau mantan teman sekantor, teman sekota atau
mantan teman sekota, teman seorganisasi atau mantan teman seorganisasi, teman baik, dan teman-teman lainnya.

3. Mencari pacar

Sekitar 60% Facebooker adalah kalangan remaja. Entah berapa persen, di antaranya pasti ada yang punya motivasi mencari pacar. Tidak hanya kalangan pelajar, tetapi juga kalangan mahasiswa. Dalam realita, memang banyak Facebooker yang menemukan pacar di FB. Namun, tak jarang juga pacaran mereka berakhir dengan mengecewakan.

4. Mencari jodoh

Yaitu Facebooker yang ingin mencari jodoh. Tentu, kata-kata rayuannya tidak ditulis di status, melainkan di inbox Si Target. Bahkan tak jarang mereka memanfaatkan fasilitas chatting dan seterusnya. Memang, dalam realita, ada juga yang menemukan jodoh di FB ini.

5. Mencari selingkuhan

Yaitu Facebooker yang iseng. Menjadi Facebooker hanya untuk mencari teman selingkuhan. Biasanya menggunakan foto profil palsu, biodata palsu, nama palsu dan
seterusnya. Kabarnya, ada juga yang berhasil menemukan pasangan selingkuhan. Tapi, pasti jumlahnya tidak banyak.

6. Curhat

Yaitu Facebooker yang memanfaatkan FB untuk sarana curhat. Biasanya ditulis di inbox milik Facebooker yang dipandang mampu memahami masalahnya. Misalnya curhat tentang masalah pribadi, masalah belajar, masalah kantor, masalah pernikahan, masalah psikologi, masalah bisnis dan masalah-masalah lainnya. Cara ini tidak buruk, bahkan merupakan langkah yang bijaksana.

7. Promosi

Yaitu Facebooker yang bertujuan memanfaatkan FB untuk memppromosikan bisnisnya. Namun harus hati-hati, terlalu sering memasang iklan di FB, bisa-bisa diremove atau dibloker Facebooker lain. Boleh saja memasang iklan, tetapi sebaiknya seminggu sekali saja.

8. Sharing

Yaitu Facebooker yang suka berbagi. Antara lain berbagi pengetahuan, ilmu pengetahuan, informasi, berita, dakwah agama, kata-kata mutiara, kata-kata bijak, artikel motivasi,
berbagi gambar/ foto/ video, guyonan, kritik pencerahan dan status-status atau artikel-artikel lain yang bermanfaat bagi Facebooker lain.

9. Kriminal

Yaitu Facebooker yang punya motivasi buruk atau dari komunitas yang kurang baik. Misalnya, adanya Facebooker yang bermaksud memperdaya Facebooker wanita, adanya kaum homoseks atau gay atau lesbian atau PSK yang menawarkan diri lewat inbox-inbox para Facebooker. Namun, mereka yang punya motivasi seperti ini sangat sedikit jumlahnya.

10. Lain-lain

Yaitu Facebooker yang punya motivasi lain. Misalnya, rajin membuka FB hanya untuk mencari informasi penting. Misalnya rencana reuni sekolah/kampusnya, undangan makan siang bersama, menyebarkan undangan ulang tahun, menyampaikan berita duka, mengabarkan kepindahan rumahnya dan motivasi-motivasi lainnya yang jumlahnya tidak begitu banyak.


demikian fakta kebanyakan orang menggunakan facebook
Hariyanto Imadha
Pengamat Perilaku
Sejak 1973

Mengapa Suami Cenderung Tidak Romantis di Mata Istri?

Senyumku Dakwahku - Banyak istri dan beberapa pasangan yang romantis mengeluhkan suami / pasangan yang kehilangan romantisme. Dulu saat masih masa pacaran, tampak sisi romantisme yang membuat mereka berinteraksi secara intim dan mesra. Demikian pula saat pengantin baru, sisi-sisi romantisme masih dirasakan. Namun seiring perjalanan waktu, istri mulai mengeluhkan sikap suami yang cenderung pasif dan kehilangan romantisme. Interaksi dan komunikasi setelah berumah tangga semakin lama semakin mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas. dulu adalah pasangan paling romantis dan sekarang romantis itu sedikit memudar yang mengakibatkan harmonis berkurang.

gambar pasangan romantis
“Mengapa engkau tidak pernah lagi memuji dan merayuku? Dulu engkau bisa berlaku romantis, sekarang sudah tidak bisa lagi”, keluh Mia kepada Bayu, suaminya.

“Kita sudah tambah tua, anak sudah besar, apa iya disuruh seperti anak muda pacaran yang suka merayu…. Ingat Ma, kita sudah tidak muda lagi…”, jawab Bayu.

“Apakah pasangan umur empat puluhan seperti kita sudah tidak layak untuk romantis lagi Pa? Kita ini belum terlalu tua…” sergah Mia tidak mau mengalah.

Apakah yang terjadi pada Bayu dan Mia? Sebenarnya ini bukan soal “salah siapa”, namun hanya persoalan perbedaan khas antara dunia laki-laki dan dunia perempuan. Mereka saling tidak memahami ada yang berbeda di antara suami dan istri, sehingga menimbulkan suasana saling heran bahkan saling menyalahkan satu dengan yang lain.

Apa yang Terjadi Pada Suami?

Secara umum, laki-laki cenderung memiliki “zona nyaman” dalam suatu hubungan. Sebelum memiliki istri, ia berusaha mendapatkan istri yang ideal menurut standar kelelakiannya, dan untuk itu ia rela melakukan apapun demi mendapatkan calon pendamping hidupnya.  Seorang lelaki berusaha mengejar dan mendapatkan perempuan yang menarik dan membuatnya tergila-gila, yang diharapkan menjadi istri. Ia melakukan berbagai usaha agar bisa mendapatkan perempuan tersebut, walau kadang harus bersaing dengan banyak lelaki lain.

Namun setelah memiliki istri, laki-laki mulai memasuki zona nyaman. Ia merasa aman, tidak perlu mengejar atau melakukan usaha untuk mendapatkan pendamping hidup, karena sudah ada di sampingnya. Ketika sudah memasuki zona nyaman dalam hubungan, laki-laki merasa bisa fokus pada hal lain dalam hidupnya tanpa harus memusingkan lagi urusan mencari pendamping hidup. Ia bisa fokus pada karier, pekerjaan, organisasi, hobi, dan lain sebagainya, dan yakin bahwa istri juga nyaman berada di sampingnya.

Pada beberapa kalangan suami, ketika sedang berduaan dengan istri, tidak masalah bila dia asyik membaca koran, menonton berita di TV atau bekerja di laptop, dan istrinya pun asyik membaca buku atau memainkan blackberry. Saling sibuk dan asyik mengerjakan urusan masing-masing, adalah sebuah kedamaian dan kebahagiaan tersendiri bagi beberapa kalangan laki-laki. Baginya, itu sudah lebih dari cukup. Maka laki-laki terkesan berubah menjadi lebih cuek setelah menikah, padahal itu artinya dia sudah merasa nyaman dan stabil dengan istrinya.

Sikap seperti inilah yang oleh kebanyakan istri disebut sebagai tidak romantis dan tidak peduli. Di mata istri, suami kehilangan romantisme setelah berumah tangga, apalagi ketika sudah menempuh masa yang panjang. Padahal suami merasa tidak ada yang berubah dari dirinya. Bahkan dia merasa sudah sedemikian nyaman hidup berumah tangga, dan heran mengapa sang istri masih mencari-cari kekurangannya.

Apa yang Terjadi pada Istri?

Di sisi lain, perempuan memerlukan “perhatian yang konsisten” dalam suatu hubungan. Istri ingin diperlakukan secara romantis, sedikit dicemburui, dirayu, dipuji, butuh bermesraan, dan lain sebagainya. Apalagi bila sebelum menikah dulu si laki-laki sudah tampak romantis, maka perempuan memiliki ekspektasi yang tinggi bahwa suaminya akan semakin romantis setelah menikah. Banyak perempuan menginginkan romance dan drama dalam suatu hubungan, dia ingin melihat suaminya berusaha membahagiakan dirinya. Bahkan cukup dengan melihat usahanya saja, perempuan sudah merasa bahagia. Karena itu, ketika sedang berduaan, wanita akan mengeluh bila suaminya asyik bekerja di laptop atau memainkan blackberry tanpa mempedulikannya.

Ketika istri sedang berduaan dengan suami di rumah dan melihat suami sibuk melakukan aktivitas di komputer atau handphone, istri akan berpikir, “Mengapa aku dicuekin begini? Sudah dia super sibuk, jarang di rumah, begitu di rumah malah asyik dengan aktivitasnya sendiri. Mungkin dia sudah tidak sayang lagi padaku….” Padahal yang ada di dalam pikiran suami adalah, “Ada kamu di sini saja, aku sudah senang. Sekarang aku bisa beraktivitas dengan tenang….”

Istri berpikir, “Kenapa asyik dengan laptop atau handphone saat berduaan dengan aku? Kamu kan bisa melakukan itu saat di kantor. Mengapa engkau tidak peduli kepadaku?” Sementara suami berpikir, “Kenapa harus nungguin aku yang lagi kerja di laptop? Kamu kan bisa mengerjakan hal lain, nonton TV, baca koran atau baca buku atau apapunlah yang menyenangkanmu…”

Apabila berulang kali mengalami kejadian seperti ini, istri akan mulai mengeluh pada suami. Lama kelamaan keluhan ini berubah menjadi tuntutan. Tanggapan suami biasanya tersinggung dan membela diri, karena merasa tidak melakukan kesalahan apapun. Istri menuduh suami tidak peka, tidak romantis dan tidak pengertian, sedangkan suami menuduh istri banyak menuntut dan mencari-cari masalah. Akibatnya pertengkaran pun terjadi dan saling menyalahkan satu sama lain. Hanya karena keduanya tidak mengerti kebutuhan pasangannya, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Saling Memahami, Saling Kompromi

Dalam kejadian seperti yang dialami oleh Mia dan Bayu di atas, sebenarnya tidak ada yang perlu disalahkan. Keduanya hanya perlu dilatih dan dibiasakan untuk saling mengerti, saling memahami dan saling kompromi. Bila Mia dan Bayu sudah mengerti apa yang dibutuhkan pasangannya, maka solusinya menjadi mudah mereka dapatkan. Yang diperlukan adalah kesediaan suami dan istri untuk selalu berusaha memahami pasangan, dan kemudian menentukan titik kompromi yang paling mungkin atas perbedaan yang terjadi di antara mereka.

Para istri harus mengerti kecenderungan umum laki-laki dalam mengapresiasi sebuah hubungan, demikian pula para suami harus mengerti kecenderungan umum perempuan. Mereka berdua akan lebih mudah menyesuaikan diri, karena mengerti mengapa perbedaan sudut pandang ini bisa terjadi. Kompromi lebih mungkin dilakukan antara suami dengan istri, apabila keduanya sudah saling memahami dengan baik keinginan pasangannya.

Contoh kompromi itu adalah, suami dan istri menyediakan waktu-waktu khusus untuk tidak boleh ada gangguan dalam hubungan. Misalnya hari tertentu atau jam tertentu, suami dan istri tidak disibukkan oleh pekerjaan dan aktivitas masing-masing. Bisa duduk, bercengkerama, bercanda berdua dengan leluasa. Tanpa diganggu handphone, blackberry, laptop, koran, majalah, TV dan lain sebagainya. Waktu-waktu yang istimewa dan spesial, di mana mereka bisa leluasa mengobrol dan memperbincangkan apa saja tanpa diganggu oleh kesibukan masing-masing.


Rujukan : http://ziesgallery.blogspot.com/ & http://www.dakwatuna.com/
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Minggu, 15 Desember 2013

Pengertian Pendidikan Islam

Pendidikan agama islam - Setelahnya sudah di bahas dalam posting saya sebelumnya yang berjudul Makalah Pendidikan Agama Islam di sana di jelaskan Pendidikan Agama dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah religion education, yang diartikan sebagai suatu kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan orang beragama. 

         Salah satu pandangan modern dari seorang ilmuwan muslim, pakar pendidikan islam DR. Muhammad S.A. Ibrahimy (bangladesh) Mengungkapkan pengertian Pendidikan Islam yang berjangkauan luas, sebagai berikut.

pendidikan agama
Islamic education in true sense of the term, is a system of education which enables a man to lead his life according to the islamic ideology, so that he may easily mould his life in according with tenents of islam. And this peace and prosperity may prevail in his own life as well in the whole word this Islamic scheme of education is of necessity and embracing system, for islam encompasses the entire gamut of muslim’s life. It can justly be said that all brantes of karming which one not Islamic are included in the Islamic education. The scope of Islamic education has been changing at different times. In view of the demands of the age and the development of science and technology, its scope has also widened

Menurutnya, napas keislaman dalam pribadi seorang muslim merupakan elan vitale yang menggerakan perilaku yang diperkokoh dengan ilmu pengetahuan yang luas. Sehingga ia mampu memberikan jawaban yang tepat guna terhadap tantangan perkembangan ilmu dan teknologi. kareba itu pendidikan islam memiliki ruang lingkup yang berubah-ubah menurut waktu yang berbeda-beda. Ia bersikap Lentur terhadap perkembangan kebutuhan umat manusia dari waktu ke waktu.

Pengertian itu mengacu pada perkembangan kehidupan manusia masa depan tanpa menghilangkan prinsip-prinsip islami yang diamanahkan oleh Allah kepada manusia, sehingga manusia mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan hidupnya seiring dengan perkembangan iptek.

Dr. Muhammad Fadhil Al-Jamali memberikan pengertian pendidikan islam sebagai upaya mengembangkan, mendorong, serta mengajak manusia untk lebih maju dengan berlandaskan nilai-nilai yang tinggi dan kehidupan yang mulia, sehingga terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik yang berkaitan dengan akal, perasaan, maupun perbuatan.

Dengan demikian, apa yang kita kenal dengan pendidikan Agama Islam di negeri kita, merupakan bagian dari pendidikan Islam, dimana tujuan utamanya adalah membina dan mendasari kehidupan anak didik dengan nilai-nilai agama dan sekaligus mengajarkan ilmu agama Islam. Sehingga ia mampu mengamalkan syariat Islam secara benar sesuai pengetahuan Agama.