Jumat, 14 September 2012
Tiga hari untuk selamanya
Label:
Baru,
bliss,
Dunia luar,
Ilmu dunia dan akhirat,
Info Baru,
Inspirasi,
Inspiratif,
Kisah Nyata,
love-life story,
Motto hidup sukses,
News,
Pedoman Hidup,
Petunjuk,
photograph
Rabu, 12 September 2012
Selasa, 11 September 2012
KHASIAT AL WAQIAH 2 - UST YUSUF MANSUR
Melanjutkan ceramah Ustadz Yusuf Mansur kemarin mengenai Khasiat Al Waqiah 1, sekarang kita akan menggali lebih dalam lagi mengenai manfaat Surat Al Waqiah.
Membaca Surat Al Waqiah merupakan salah satu wujud syukur kita kepada Allah SWT karena masih diberi kehidupan. Surat Al Waqiah atau Surat Dinar atau Surat Dirham akan lebih besar khasiatnya jika dibaca setelah sholat Shubuh berjamaah di masjid. Sholat Fajar akan membuat kita menjadi orang terkaya di dunia, sholat Shubuh berjamaah di masjid dapat menghapuskan kemiskinan pada hari itu, sedangkan sholat Dhuha akan membukakan pintu rezeki dan Surat Al Waqiah akan mengalirkan limpahan rezeki dari Allah SWT kepada kita.
Untuk lebih jelasnya, silahkan menikmati video ceramah dari Ustadz Yusuf Mansur mengenai Khasiat Al Waqiah Bagian 2 berikut ini:
Membaca Surat Al Waqiah merupakan salah satu wujud syukur kita kepada Allah SWT karena masih diberi kehidupan. Surat Al Waqiah atau Surat Dinar atau Surat Dirham akan lebih besar khasiatnya jika dibaca setelah sholat Shubuh berjamaah di masjid. Sholat Fajar akan membuat kita menjadi orang terkaya di dunia, sholat Shubuh berjamaah di masjid dapat menghapuskan kemiskinan pada hari itu, sedangkan sholat Dhuha akan membukakan pintu rezeki dan Surat Al Waqiah akan mengalirkan limpahan rezeki dari Allah SWT kepada kita.
Untuk lebih jelasnya, silahkan menikmati video ceramah dari Ustadz Yusuf Mansur mengenai Khasiat Al Waqiah Bagian 2 berikut ini:
KHASIAT AL WAQIAH 1 - UST YUSUF MANSUR
Artikel kali ini akan mereview video ceramah dari Ustadz Yusuf Mansur mengenai Khasiat Al Waqiah Bagian 1. Ceramah mengenai Khasiat Al Waqiah terbagi menjadi tiga bagian. Pada bagian ke-1 ini, Ustadz Yusuf Mansur mengatakan bahwa selama kita rutin membaca Surat Al Waqiah dijamin tidak akan fakir, tidak akan miskin dan tidak akan susah selama-lamanya.
Surat Al Waqiah merupakan suratnya orang kaya dan suratnya untuk kaya. Rasulullah menganjurkan kita untuk mengajarkan istri dan anak kita membaca Al Waqiah. Surat Al Waqiah memiliki sekitar 1700 huruf, jika pada setiap pagi hari kita membaca Al Waqiah maka akan diperoleh 1700 x 10 kebaikan = 17.000 kebaikan/hari. Dan jika kita dapat memahami maknanya maka akan diperoleh ganjaran 700 kali lipat kebaikan, jika dihitung secara matematis akan diperoleh kebaikan sebesar 17.000 x 700 = 1.190.000. Dan kebaikan tersebut dapat ditukar dengan apapun termasuk harta kekayaan dan beasiswa pendidikan.
Ustadz Yusuf Mansur pernah iseng menghitung, jika kita rutin membaca Al Waqiah setiap pagi hari dalam kurun waktu enam tahun, maka jika dirupiahkan setara dengan harta kekayaan senilai 2,3 Milyar Rupiah. Luar biasa, Allah Maha Besar. Mari kita mulai rutin membaca Al Waqiah setiap hari.
Ustadz Yusuf Mansur pernah iseng menghitung, jika kita rutin membaca Al Waqiah setiap pagi hari dalam kurun waktu enam tahun, maka jika dirupiahkan setara dengan harta kekayaan senilai 2,3 Milyar Rupiah. Luar biasa, Allah Maha Besar. Mari kita mulai rutin membaca Al Waqiah setiap hari.
Fauzia Khoiry Lubna
Mendapatkan nama yang baik dari orangtuanya adalah hak setiap anak. Sebaliknya, memberikan nama yang baik untuk anaknya adalah kewajiban bagi setiap orangtua. Menyadari hal ini, semanjak tespek menunjukan dua garis merahnya, saya mulai mencari nama-nama yang bagus untuk anak saya nanti. Mencari di internet, buku, sampai majalah-majalah islam. Nama adalah doa. yup! setuju kan? Dan menurut ilmu psikologi, nama juga mempengaruhi jiwa seseorang. Nama semacam label yang meringkas seperti apa orang yang mempunyai nama tersebut.
Lucunya, saya dan suami membuat nama untuk anak kami sekarang secara mendadak. :) Loh kok?
Karena semenjak hamil, saya terlalu percaya pada feeling saya jika anak yang ada dalam kandungan saya ini laki-laki. Jadi, saya sibuk membuat nama untuk bayi laki-laki. Dan Taraaaa, setelah menjalani USG di usia kandungan 8 bulan, dokter menyatakan jika anak saya perempuan. Hah? Sempet kaget juga sih. Berarti feeling saya salah. *eh, tapi dokter kan juga bisa salah. Dari sinilah saya mulai sibuk menyiapkan nama bayi perempuan. Sampai saya melihat tubuhnya yang merah dan kelaminnya yang ternyata perempuan, namanya belum ada. Bukan belum ada sih, tapi dari semua nama yang saya buat, belum ada yang cocok untuk kami berdua. Saya suka, suami nggak suka. Atau sebaliknya.
Ibarat tulisan, memberikan nama untuk anak kami seperti mengejar deadline. Sanak saudara dan tetangga yang menjenguk, acap kali menanyakan siapa namanya. Dan berulang kali juga saya memberikan jawaban yang sama, "belum ada".
Akhirnya, setelah menimbang, meneliti, dan mempejari, diputuskanlah nama anak kami dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Terereeeenggg
FAUZIA KHOIRY LUBNA
Fauzia diambil dari kata Fauzi yang artinya kemenangan
Khoiry, dari kata Khoir yang artinya kebaikan
dan Lubna artinya Kecerdasan (Dapet dari internet, entah ini bahasa apa ya?) heheheh ^^
Kalau digabung, kurang lebih maknanya akan jadi seperti ini
Seseorang yang akan memenangkan kebaikan dengan kecerdasannya.
Saat ini, kebaikan cenderung menjadi yang kalah. Sebut saja islam. Saat ini, islam menjadi asing bahkan untuk orang islam sendiri. Makanya kami memberikan nama ini untuk anak kami, semoga kelak, dia yang akan menjadi hamba yang senantiasa berjuang untuk kebaikan. Aaamiiiin
Ini doa dari Ummi, Abi, Nenek, Engkong, Om, Tante, Unti dan seluruh orang yang mencintaimu.
Aisyah Al Farisi
Dalam Lautan cinta-Nya
Lucunya, saya dan suami membuat nama untuk anak kami sekarang secara mendadak. :) Loh kok?
Karena semenjak hamil, saya terlalu percaya pada feeling saya jika anak yang ada dalam kandungan saya ini laki-laki. Jadi, saya sibuk membuat nama untuk bayi laki-laki. Dan Taraaaa, setelah menjalani USG di usia kandungan 8 bulan, dokter menyatakan jika anak saya perempuan. Hah? Sempet kaget juga sih. Berarti feeling saya salah. *eh, tapi dokter kan juga bisa salah. Dari sinilah saya mulai sibuk menyiapkan nama bayi perempuan. Sampai saya melihat tubuhnya yang merah dan kelaminnya yang ternyata perempuan, namanya belum ada. Bukan belum ada sih, tapi dari semua nama yang saya buat, belum ada yang cocok untuk kami berdua. Saya suka, suami nggak suka. Atau sebaliknya.
Ibarat tulisan, memberikan nama untuk anak kami seperti mengejar deadline. Sanak saudara dan tetangga yang menjenguk, acap kali menanyakan siapa namanya. Dan berulang kali juga saya memberikan jawaban yang sama, "belum ada".
Akhirnya, setelah menimbang, meneliti, dan mempejari, diputuskanlah nama anak kami dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Terereeeenggg
FAUZIA KHOIRY LUBNA
Fauzia diambil dari kata Fauzi yang artinya kemenangan
Khoiry, dari kata Khoir yang artinya kebaikan
dan Lubna artinya Kecerdasan (Dapet dari internet, entah ini bahasa apa ya?) heheheh ^^
Kalau digabung, kurang lebih maknanya akan jadi seperti ini
Seseorang yang akan memenangkan kebaikan dengan kecerdasannya.
Saat ini, kebaikan cenderung menjadi yang kalah. Sebut saja islam. Saat ini, islam menjadi asing bahkan untuk orang islam sendiri. Makanya kami memberikan nama ini untuk anak kami, semoga kelak, dia yang akan menjadi hamba yang senantiasa berjuang untuk kebaikan. Aaamiiiin
Ini doa dari Ummi, Abi, Nenek, Engkong, Om, Tante, Unti dan seluruh orang yang mencintaimu.
Aisyah Al Farisi
Dalam Lautan cinta-Nya
Toples Kehidupan
Seorang profesor berdiri di depan para mahasiswanya untuk memulai sebuah kuliah filsafat...
Sebelum kelas dimulai, ia mengambil sebuah toples kosong dan mulai mengisinya dengan bola-bola pingpong sampai penuh. Dia bertanya kepada mahasiswanya apakah mereka sepakat bahwa toples tersebut telah penuh? Mereka sepakat menjawab penuh.
Kemudian profesor tersebut mengambil sekantung kerikil kecil dan menuangkannya ke dalam toples tersebut. Kerikil tersebut mengisi rongga-rongga di antara bola-bola tersebut. Ketika toples tersebut penuh, sang profesor kembali bertanya kepada para mahasiswanya, apakah toples tersebut telah penuh? Mahasiswanya sepakat berkata penuh.
Selanjutnya sang profesor mengambil sekotak pasir dan menuangkannya serta mengguncang2kannya ke dalam toples. Dan pasirpun mengisi rongga rongga yang diantara bola dan kerikil tersebut sampai penuh. Dia bertanya lagi apakah toples itu sudah penuh. Para mahasiswa menjawab dengan suara bulat "Ya."
Sang profesor kemudian mengambil dua kaleng minuman soda dari bawah meja dan menuangkan isinya ke dalam toples, efektif mengisi ruang kosong di antara pasir. Para siswa tertawa.
"Sekarang", kata sang profesor, sebagai tawa mereda, "Saya ingin kalian memahami bahwa toples ini mewakili kehidupanmu. Bola-bola adalah hal-hal yang penting -. Keluarga Anda, anak Anda, kesehatan Anda, teman Anda, gairah favorit Anda - yaitu hal-hal yang, jika segalanya hilang dan hanya mereka tetap, hidup Anda akan tetap penuh. Kerikil adalah hal-hal lain yang penting seperti pekerjaan Anda, rumah Anda, mobil Anda."
"Pasir adalah segala sesuatu yang lain - hal-hal kecil. Jika Anda meletakkan pasir ke dalam toples pertama "ia melanjutkan," tidak ada ruang untuk kerikil atau bola-bola itu."
"Hal yang sama berlaku untuk hidup. Jika Anda menghabiskan seluruh waktu Anda dan energi pada hal-hal kecil, Anda tidak akan memiliki ruang untuk hal-hal yang penting bagi Anda."
"Perhatikan hal-hal yang sangat penting untuk kebahagiaan Anda. Bermain dengan anak-anak Anda. Luangkan waktu untuk pergi ke dokter dan menjaga kesehatan. Mengajak pasangan Anda keluar untuk ber-rekreasi. Akan selalu ada waktu untuk membersihkan rumah, dan memperbaiki tong sampah yang rusak. Jaga bola-bola pertama, hal-hal yang benar-benar penting. Tetapkan prioritas Anda. Sisanya hanyalah pasir ".
Salah satu muridnya mengangkat tangan dan bertanya, "dua kaleng soda itu menggambarkan apa?"Sang profesor tersenyum. "Aku senang kau bertanya, Ini hanya untuk menunjukkan pada Anda, tidak peduli seberapa penuh hidup Anda, selalu ada ruang untuk beberapa kaleng soda, ruang untuk rehat sejenak, untuk beribadah dan bersujud pada Tuhan."
Label:
ambisi,
Berita baru,
Catatanku,
Cerita baru,
Dunia kita,
Inspirasi,
kehidupan,
Kehidupan kita,
keluarga,
Kisah kita,
Kisah Renungan,
Kumpulah motovasi,
manusia,
News,
Sample,
Tuhan
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)