Rabu, 07 November 2012

Kisah The Brooklyn Bridge

Siapa yang tidak mengenal The Brooklyn Bridge, sebuah jembatan sepanjang 1.825 m dengan bentang terpanjang mencapai hampir 500 m yang terbentang menghubungkan pulau Manhattan dengan Brooklyn di New York Amerika serikat. Dibalik pembangunan jembatan tersebut terdapat keajaiban dan sebuah cerita yang sangat menarik.

Pada tahun 1869 seorang insinyur yang sangat pandai bernama John Roebling terinspirasi untuk membuat sebuah jembatan yang spektakuler yang menyeberangi East River (Sungai East).

Mendengar rencana Roebling, para ahli konstruksi seluruh negara menertawakannya dan mengatakan padanya untuk melupakan ide tersebut, yang kata mereka tak mungkin dilakukan.

Roebling meyakinkan anaknya, Washington, seorang pemuda yang sedang belajar ilmu teknik sipil, dengan mengatakan bahwa jembatan itu sangat mungkin untuk dibangun. Keduanya pun terlibat dalam pengembangan konsep bagaimana cara membangun serta mengurai setiap permasalahan dan hambatan yang mungkin timbul.

Dengan semangat yang tinggi, keduanya beserta timnya mulai membangun jembatan impian tersebut.

Saat pembangunan baru berjalan beberapa bulan terjadilah suatu musibah yang mengakibatkan meninggalnya John Roebling. Sementara Washington mengalami cedera yang cukup parah yang mengakibatkan cacat permanen sehingga ia tidak bisa bicara dan berjalan.Semua orang beranggapan bahwa proyek tersebut akan segera berhenti dan terbengkalai, karena hanya mereka berdua yang tahu bagaimana jembatan tersebut akan dibangun.

Meski dalam keadaan tidak bisa bergerak atau bicara dan hanya berbaring di tempat tidur, otak Washington tetap bekerja. Keinginannya menyelesaikan mimpi dirinyanya dan ayahnya tetap menyala. Sebuah ide yang tiba-tiba muncul dalam pikirannya adalah mengembangkan sebuah cara berkomunikasi melalui jarinya, karena yang dapat dilakukannya hanyalah menggerakkan satu jarinya. Washington menyentuh lengan istrinya, mengetukkan kode-kode tertentu yang memerintahkan para tenaga pekerja dan insinyur yang sedang membangun untuk mengikuti konsep yang ada dalam kepalanya.

Selama 13 tahun ketukan-ketukan instruksi tersebut dilakukannya sampai akhirnya jembatan tersebut selesai dikerjakan dan digunakan pada tahun 1883.

Sebuah kisah nyata yang layak menjadi pelajaran bahwa halangan sebesar apapun tidak boleh menjadi hambatan yang menghentikan sebuah mimpi.

Selasa, 06 November 2012

Kucari Kamu

Currently listen to:
Payung Teduh - Kucari Kamu

Kucari kamu dalam setiap malam
Dalam bayang masa suram
Kucari kamu dalam setiap langkah
Dalam ragu yang membisu
Kucari kamu dalam setiap ruang
Seperti aku yang menunggu kabar dari angin malam
Aku cari kamu
Disetiap malam yang panjang
Aku cari kamu
Kutemui kau tiada
Aku cari kamu
Disetiap bayang kau tersenyum
Aku cari kamu
Kutemui kau berubah
Kucari kamu dalam setiap jejak
Seperti aku yang menunggu kabar dari matahari

Lovember graduation

Finally, ultimately, eventually......
A thousand thank to the merciful Allah SWT I could graduate from undergraduate degree in this exact graduation. Now you confuse? Me too :D
It's the upper level of yayness in my favorite-moment-list in my life. Oh please Niken, reality checks. Don't too much drown yourself into temporal excitement. Now burden in the top of your shoulder could explode if you didn't apply your theoretical college knowledge. Wake up! Once again, reality checks. Oh life, just let me indulge my self for a moment in this lovely Lovember Graduation memories.



my parent's support until the very moment
can't thank them enough
big thanks also given to this woman
couldn't make the day without her

thanks ian for always keeping my mood along the ups and downs













thanks friends :')

Senin, 05 November 2012

SEMPURNANYA KANTUNG-KANTUNG KOSONG



Allah SWT, Al Khalik dan Al Mudabbir, telah menciptakan alam semesta beserta aturan-aturan-Nya yang sudah tentu akan menciptakan keteraturan dalam alam semesta. Karena itulah setiap apa yang digariskan-Nya pasti mendatangkan kemaslahatan bagi umat manusia, pun makhluk-makhluk yang lainnya.
Bintang-bintang, bumi, langit, dan tumbuhan, kesemuanya tunduk dan patuh pada titah Sang Pencipta. Mereka tak pernah bertanya, apalagi protes. Mereka hanya bersungguh-sungguh untuk patuh menjalankan perintah. Seperti itulah seharusnya manusia. Sejatinya, manusia yang hanya seorang makhluk dan hanya seorang hamba haruslah tunduk dan patuh pada titah penciptanya jika ingin dunia maupun akhiratnya selamat. Termasuk, ketika manusia berniat untuk memenuhi Gharizah An na'u (Naluri untuk melestarikan jenis) yang pada hakikatnya merupakan fitrah manusia. Sudah sepantasnya kita memenuhi naluri tersebut dengan cara yang telah digariskan-Nya, yaitu menikah. Bukan dengan pacaran, kumpul kebo, apalagi sampai berzina.
Seperti sabda Rasulullah SAW,
“Menikah adalah sunahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku.” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)
Maka, siapa saja yang tidak berkeinginan untuk menikah, dia bukan umat Rasulullah SAW.
Selain memenuhi fitrah manusia secara halal, banyak alasan kenapa kita harus menikah. Menikah tak hanya sebatas pelegalan atas hubungan laki-laki dan perempuan, apalagi sebatas untuk mencari teman seranjang. Tapi pernikahan memiliki makna yang jauh lebih dalam dari itu semua.
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Ar Ruum : 21)
Ya, sebagaimana firman-Nya dalam surat Ar Ruum ayat 21, pernikahan adalah salah satu bukti dari kekuasaan-Nya. Dimana Allah telah menciptakan setiap ciptaan-Nya termasuk manusia berpasang-pasangan. Jikalah kita insan yang berpikir, apakah kita akan mendustakannya? Tentu tidak.
Setiap indera yang Allah berikan kepada kita, memiliki potensi untuk mendatangkan azab bagi kita sendiri jika kita tak bisa menjaganya. Berzina tak hanya ketika kita melakukan hubungan intim dengan lawan jenis yang bukan muhrim, tapi ketika kita saling berpandangan, saling bersentuhan, atau sekedar memenuhi hati dan pikiran dengan lawan jenis yang kita sukai, itu merupakan bagian dari zina kecil. Jadi menikahlah karena menikah adalah benteng pertahanan yang paling kokoh. Dengan menikah, semua itu akan menjadi halal dan tentunya mendatangkan pahala.
“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
Jika kita petani anggur, maka pernikahan adalah ladang anggur yang subur. Jika kantung-kantung bekal kita masih kosong, maka pernikahanlah yang akan membuatnya penuh. Pernikahan tak hanya menyempurnakan separuh agama saja, akan tetapi setelah menikah, baik suami maupun istri mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk meraih pahala. Hal yang sepele pun seperti bercandanya suami istri atau ketika istri membentangkan alas tidur untuk suaminya, itu menjadi ladang pahala yang subur. Apalagi ketika suami dan istri berhasil menjalankan peran mereka dengan baik. Suami menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab, dan istri menjadi pengurus rumah tangga yang handal. Jika pasangan suami istri melandasi dan menjalankan rumah tangganya berdasarkan islam, sudah tentu mereka akan kembali dipertemukan oleh Allah di jannah-Nya sebagai orang-orang yang beruntung.
Selain itu dengan menikah kita bisa memperoleh keturunan yang baik. Anak-anak yang soleh dan solehah yang kelak akan meneruskan perjuangan kita untuk mendakwahkan islam kepada seluruh alam, serta anak-anak soleh dan solehah yang doanya kelak akan menjadi amal jariyah untuk kita.
Terakhir, tak ada yang paling agung dari sebuah tujuan akhir kecuali surga. Maka ketika kita menikah, haruslah menjadikan pernikahan itu sebagai sarana yang mendekatkan diri kita kepada ridho Allah SWT. Menikahlah untuk beribadah dan menikahlah untuk menjaga kehormatan kita.
Sekarang, masih adakah alasan untuk tidak menikah? Jika kita masih enggan menikah hanya karena alasan materi, ingatlah janji Allah dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, dan ingat pula bahwa Allah tak pernah menyalahi janji-Nya.
“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah, orang yang berperang di jalan Allah, budak yang menebus dirinya dari tuannya, dan pemuda pemudi yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan hakim)
Mahasuci Allah yang telah menciptakan alam semesta beserta aturan-aturanNya. Mahasuci Allah yang telah menciptakan makhluk-Nya berpasang-pasangan.

Aisyah Al Farisi, dalam lautan cinta-Nya
19 Syawal 1432 H
10.50 am
Note : repost. tulisan ini pernah saya ikutkan dalam sebuah lomba menulis tahun lalu.
Semoga ada ibrohnya ^^ 

Lambaian Rindu



Ketika rindu kembali menyapa, tak mampu aku berucap
Hati seakan membeku, menyambut hadirnya rindu yang tersirat
Ketika rindu menyapa, ku biarkan angin menyapu jejaknya
Perlahan memang
meski  pernah ku nikmati syahdunya


Terkadang rindu terasa menyenangkan 
Namun diriku enggan larut dalam khayalan merindu
Terbawa aku melambung jauh ke alam mimpi
Hingga lebur rona-rona dari fitrah lembut nan suci


Puing-puing rindu masih tersisa di relungku
Kudapati tersumbat pada denyut nadiku
Kan ku benamkan sedalam-dalamnya
 Biar sang ombak yang menerjang ! 
Hilang tenggelam menembus dasarnya


Cukup !
Aku tak ingin menyusuri,
Di dasar mana rindu lalu ku . . . .

(Hasana Annas)

Minggu, 04 November 2012

KALAM HATI

♥♥ Aku tak jemu memandang langit.....
Dari bermula ku sangka agar-agar
putih yang dapat di ambil pake sendok.....
Hingga kini ku mengerti walau
tak dapat ku jangkau pake tangan....

Akupun tak jemu memikirkan...
Bagaimana Tuhan menciptakan.....
Betapa luas dan bercahaya.....
Hingga hati ini bergetar.......


Ada kalam terselip di dinding jiwaku.....
Ada warna di dalam jiwaku.....
Ada kamu,, ada dia,,, dan mereka...
Mengikuti bayang-bayang.....
Mengelilingi derap langkah hidupku.....



** KALAM HATI **
@Yunie Teddy Dezz

Sabtu, 03 November 2012

Kisah Laura Greenway, Gadis Yang Mendonorkan Alat Vitalnya

Linangan air mata mengiringi kepergian Laura Greenway. Namun,gadis asal Inggris itu menyelamatkan tiga nyawa sesamanya.

Selama empat tahun, Laura berjuang melawan penyakit paru-paru langka yang sulit disembuhkan. Upaya medis terakhir yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawanya adalah pemasangan paru-paru buatan di tubuh gadis 18 tahun itu.

"Dengan tingkat keberhasilan hanya 20 persen, operasi itu nyatanya gagal. Laura mengalami komplikasiyang mengakibatkan otaknya kehilangan fungsi," kata ayahnya, Peter Greenway, 46, seperti dikutip harian New York Daily News.

Dengan berurai air mata, keluarganya akhirnya sepakat untuk menyudahi siksaan yang mendera Laura Greenway. Mereka mengizinkan dokter untuk mencabut semua alat pendukung hidup yang masih tertempel di tubuh Laura. "Semua keluarga memutuskan untuk mengucapkan selamat tinggal dan matikan mesin. Kami semua hancur," kata Peter.

Sekitar satu tahun lalu, Laura mendaftarkan diri sebagai pendonor organ. Ia melakukan itu karena sadar penyakitnya tak bisa disembuhkan dan yakin kematiannya sudah dekat. Ia tak ingin mati sia-sia, karena ia menandatangani kontrak yang mengizinkan dokter mengambil organnya untuk orang lain, setelah ia meninggal.

Niat baik itu terwujud setelah dokter mengangkat hati, ginjal, dan pankreasnya untuk membantu tiga pasienlain yang kritis. "Itu sesuatu yang ingin ia lakukan, untuk memberikan sesuatu dan membantu orang lainmemiliki kesempatan hidup. Ia tak ingin orang lain menunggu dalam pengharapan seperti dia," kata ayahnya.

Peter masih tak bisa lupa saat terakhir melihat putrinya sadar, 2 September lalu. "Laura berbalik pada saya dan berkata, aku tidak punya pilihan lain, aku harus mencoba ini (operasi pemasangan paru-paru buatan). Sejak itu, ia tidak pernah bangun lagi," katanya.