I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE I'M DONE BEING AVERAGE
Rabu, 10 Oktober 2012
...
Label:
Baru,
Dunia luar,
Ilmu dunia dan akhirat,
Info Baru,
Inspirasi,
Inspiratif,
Kisah Nyata,
Motto hidup sukses,
News,
Pedoman Hidup,
Petunjuk,
random,
today's quote
Adikku sayang tak boleh malang :)
Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB.
Harusnya adikku sudah tertidur di jam-jam seperti ini, sore ini ku lihat raut wajahnya masih segar dan belum ada tanda-tanda mengantuk. Mungkin dia rindu denganku yang hampir dua bulan ini tidak pulang ke rumah alias tinggal terpisah demi mencari sesuap nasi.
Aku dan adik kini sedang bersantai di atas kasur favorit kami. Aku asyik dengan hobiku membaca novel karangan mbak Asma Nadia, sementara adik bermain boneka kesayangannya. Selang beberaapa menit, rasanya mataku lelah membaca novel, ku palingkan tubuhku ke arah samping sambil ku lihat adik bersama boneka-bonekanya. Dalam benakku, rasa rindu kepada sang adik muncul, lantas ku ajak adikku bermain bersama...
tapi kira-kira main apa ya??
Detik menit berlalu akhirnya Ide cemerlang pun datang.
“Dek Icha sayang, kita nyanyi yuk ? mau gak?” kata ku seraya mencubit dan mencium pipinya yang tembem.
“Ayuk ka, asyik mau nyanyi sama kakak.” Sahut adikku yang berusia 7,5 tahun. Dari sahutannya terlihat jelas kalau adikku memang rindu denganku. Hehehehe pipiku mendadak merah merona.
“Dek Icha tepuk tangan sambil ikutan nyanyi yaa..”
“Iyaaa kakak..” jawab adikku sambil tertawa lucu membuat aku semakin gemas dengannya.
Garuda pancasila (prok prok prok)
Akulah pendukungmu (prok prok prok)
Patriot proklamasi (prok prok prok)
Sedia berkorban untukmu (prok prok prok)
Pancasila dasar negara (prok prok prok)
Rakyat adil mak...
Tiba-tiba mulutku ditutup dengan tangan kecil dek Icha,
“Iih, kakak lagunya gak seru . . . mending goyang gangnam aja yuk atau nyanyi lagu d'masiv-natural aja.” Kata adik ku di iringi dengan gaya khas gangnam sembari menjulurkan lidahnya.
Deg. Entah kenapa aku merasa tidak senang dengan perkataan dek Icha. Lagipula, anak seusia itu harusnya lebih semangat ketika menyanyikan lagu anak-anak atau lagu perjuangan, nah ini kok gaul sekali sampai-sampai tertariknya dengan “goyang gangnam” yang akhir-akhir ini sedang populer di televisi. Sedih rasanya melihat perbedaan antara masa kecil dek Icha dengan masa kecilku dulu.
Ya, dulu aku jagonya menyanyikan lagu perjuangan, apapun judulnya pasti aku hafal.
Sedangkan dek Icha ?
“Dek Icha cantik, kok sukanya goyang gangnam sih? Dedek kan anak pintar, harus senang dan bisa menyanyikan lagu perjuangan juga.... Jangan hafal goyang gangnam saja.” Sambung ku sambil mengelus-elus rambut kriwilnya.
Kami akhirnya kembali menyanyikan lagu “Garuda Pancasila” dan lagu perjuangan lainnya. Ku akui, adikku kurang semangat dan terbata-bata saat menyanyikannya. Maklum, dia kurang hafal lagu-lagu tersebut, tapi kalau disuruh menyanyikan lagu yang seharusnya untuk usiaku, dia malah lebih hafal. Tragis memang. Tapi inilah kenyataan sekarang, aku iba melihat dek Icha dan kebanyakan anak di zaman ini yang tidak hidup dalam usianya.
Untungnya, dek Icha masih punya aku dan keluarga. Yang “masih” menyimpan koleksi lagu anak-anak dan lagu perjuangan pada dokumen komputer. Walau aku jarang di rumah, aku tahu pasti Ibu sudah sering menyetelnya hampir setiap hari untuk dek Icha seperti yang dulu rutin Ibu lakukan terhadapku. Aku pun bingung, entah darimana adikku bisa hafal lagu cinta bahkan goyang gangnam itu.
Lantas, bagaimana dengan bibit-bibit bangsa lainnya? Aku yakin, masih ada keluarga (khususnya orang tua) yang sadar dan membatasi dunia putra-putri kecilnya, meskipun hanya hal sepele seperti yang terdapat pada cerita pendek ini :)
Cerpen ini di buat khusus untuk memperingati bulan Oktober, di mana banyak hari-hari bersejarah seperti Hari Kesaktian Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda.
Cerpen ini juga penulis tunjukkan sebagai bukti peduli kita terhadap Indonesia :)
(Diambil dari kisah nyata yang nama tokohnya disamarkan)
Label:
Baru,
Ceita Pendek,
Dunia luar,
Ilmu dunia dan akhirat,
Indonesiaku,
Info Baru,
Inspirasi,
Inspiratif,
Kisah Nyata,
Motto hidup sukses,
News,
Pedoman Hidup,
Petunjuk
Selasa, 09 Oktober 2012
Alunan malam-malamku
Udara malam berhembus perlahan, ku dapati diriku ada di sudut kamar.
Secangkir susu hangat mendampingiku tiba-tiba tanganku meraih pensil dan secarik kertas lalu terangkailah puisi " Alunan malam-malamku", inspirasi malam ini datang tak terduga...Ku ikuti tanganku yang sedari tadi menari di atas kertas. Kini apa yang telah ku tulis ku pindahkan pada ruang kesayanganku...
Alunan malam-malamku
Malam kembali datang menyapaku
Tak lelah temani sepi, sibuk dan gundahku
Teruntuk malam-malamku,
Dekap semua lelah ini,
Hembuskan semangat tuk raga ini
Bangunkan aku disepertiga malamNya
Sahabat sejatiku duhai sang malam
Engkaulah yang mengerti diriku, jua mereka
Mereka yang tak bosan mencari arti kehidupan
Merangkai hari demi hari tuk peroleh ridha Ilahi
Bersama sang malam,
Ku sandarkan ikhtiar dan doaku padaMu
Ku titipkan untaian harapan bagi mereka
Semoga malam kembali datang . . . .
Temani aku bersimpuh dalam sujud yang panjang
(Hasana Annas)
Label:
Aku suka :),
Baru,
Dunia luar,
Ilmu dunia dan akhirat,
Info Baru,
Inspirasi,
Inspiratif,
Kisah Nyata,
Motto hidup sukses,
News,
Pedoman Hidup,
Petunjuk,
Puisi ku
Sabtu, 06 Oktober 2012
Menuju Kota Impian?
Sejak memasuki dunia kampus. Entah kenapa dan bagaimana, di dalam hatiku terbit cita-cita baru yang rasanya begitu murni dan memacuku untuk lebih semangat lagi dalam menjalani hari-hari berikutnya. Seiring berjalannya waktu aku semakin tertarik untuk menjemput cita-citaku. Tapi, pernah suatu ketika, aku merasa jatuh ke lubang yang teramat dalam hingga tak kuasa untuk memandang langitnya bahkan untuk keluar pun sulit bagiku. Langit itu ibarat cita-citaku atau sebut saja mimpiku.
Ya, aku saat ini adalah mahasiswi, hanya mahasiswi. Bagaimana mungkin aku bisa meraih mimpiku yang satu itu. Teman-teman dan sahabatku pun pasti hanya meng-iya-kan seadanya manakala aku ceritakan mimpiku yang tulus itu. Kesal memang. Tapi inilah diriku, dengan segudang mimpi dan cita-cita. Aku takkan pernah bosan membuat coretan mimpi-mimpiku di lembar hidupku. Aku percaya keajaiban mimpi, tentunya tak bisa diwujukan bila hanya berupa angan-angan yang tiada berkesudahan. Aku juga percaya perbuatan baikku yang sekecil-kecilnya itu pasti diperhitungkan Rabb ku. Sebagai mahasiswi, aku pun berikhtiar. Masih terbilang kecil-kecilan memang. Sedikit demi sedikit, aku mencoba mempelajari dan membaca beberapa buku sampai novel tentang cara menuju mimpiku.. sebut saja ini ikhtiar ala mahasiswi. Hehehe :)
Sedari tadi membaca untaian coretanku, apakah kalian sudah tau apa mimpiku?
Mimpiku ini sederhana saja, sebagai seorang muslim aku ingin pergi ke kota impian umat muslim, Makkah Al-Mukkarramah :)
Sungguh suatu kebahagiaan apabila bisa lebih dekat dengan-Nya, bertawaf dan beribadah di rumah-Nya (Masjidil Haram), mencium Hajar Aswad-Nya, bahkan menuntut ilmu di kota tersebut.
Dan semakin kuat keinginanku apabila aku mengingat sebuah Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW pernah bersabda:
“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.
Allah, izinkan aku menginjakkan kaki ke rumah-Mu yang suci ...
Mulai saat ini akan ku luruskan niatku, menabung juga. Walau tabunganku jauh dari kata cukup. Tapi aku takkan meng-kalkulasikan-nya dengan kalkulator manusia...
Seperti dalam artikel mba Sinta Nisfuanna "[Catatan] Chatting dengan YM-Haji Mabrur atau Haji Mabur" disebutkan "Salah satu narasumber yang kisah berangkat hajinya menarik adalah Kyai Kosasih. Lucunya, nama Kosasih ternyata memiliki singkatan yang unik, yaitu Ongkos Dikasih. Sejak tahun 70-an [saya agak lupa] hingga tahun 2012, setiap kali berangkat ke rumah ALLAH SWT, selalu tanpa biaya alias ongkos dikasih. Bahkan, sejak tahun 2001, beliau berangkat haji berturut-turut hingga 2012, sekali lagi, Gratis! Subhanallah."
Seperti dalam artikel mba Sinta Nisfuanna "[Catatan] Chatting dengan YM-Haji Mabrur atau Haji Mabur" disebutkan "Salah satu narasumber yang kisah berangkat hajinya menarik adalah Kyai Kosasih. Lucunya, nama Kosasih ternyata memiliki singkatan yang unik, yaitu Ongkos Dikasih. Sejak tahun 70-an [saya agak lupa] hingga tahun 2012, setiap kali berangkat ke rumah ALLAH SWT, selalu tanpa biaya alias ongkos dikasih. Bahkan, sejak tahun 2001, beliau berangkat haji berturut-turut hingga 2012, sekali lagi, Gratis! Subhanallah."
Tidak ada yang tidak mungkin jika semuanya sudah menjadi kehendak dan kuasa-Mu ya Rabbi^^
Tangerang, 07 Oktober 2012
Label:
Aku suka :),
Baru,
Curhat,
Dunia luar,
Ilmu dunia dan akhirat,
Info Baru,
Inspirasi,
Inspiratif,
Kisah Nyata,
Makkah Al-Mukarramah,
Motto hidup sukses,
News,
Pedoman Hidup,
Petunjuk
Kamis, 04 Oktober 2012
Do You Proud?
Akhir-akhir ini ada pertanyaan yang menyentil hati terdalam saya begitu melihat realita kehidupan kita sebagai seorang muslim.
Masihkah kita bangga menjadi seorang muslim?
Yah, masihkah kita bangga menjadi seorang muslim ketika tak nampak identitas seorang muslim di diri kita?
Atau bahkan kita asing dengan islam itu sendiri?
Masihkah kita bangga dengan keislaman kita ketika ciri-ciri khas seorang muslim justru kita takuti. Gamis lebar, janggut, celana di atas mata kaki?
Masihkah kita bangga dengan keislaman kita ketika kita menjadikan barat sebagai kiblat?
Atau ketika gambar-gambar artis korea yang justru memenuhi setiap sudut kamar kita?
Masihkah kita bangga berkata saya Seorang muslim ketika kita menghabiskan hidup kita hanya untuk mencari kesenangan dunia?
Atau ketika BBMan lebih sering kita lakukan dibanding membaca Alquran?
Masihkah kita bangga dengan keislaman kita ketika nabi kita dilecehkan kita diam saja?
Atau ketika kita merasa nyaman hidup dengan aturan selain aturan islam?
Jenguk hati kita sesering mungkin.
5 Kelemahan Yang Dimiliki Oleh Umat Manusia
Kupas Tuntas - Dibalik kelemahan tersimpan kekuatan. Demikian hukum kesetimbangan menyatakan. Dengan hukum itu kita percaya bahwa kekuatan kita justru terletak pada kelemahan yang kita miliki. Makanya dalam sebuah wawancara kadang ditanya apa kelemahan kita. Sang pewawancara tidak terlampu ingin tahu apa sebenarnya kelemahan itu. Dia justru ingin tahu cara kita menyikapi kelemahan yang kita miliki, lalu bagaimana kita mengubahnya menjadi kekuatan. Keterampilan memahami kelemahan dan mengubahnya menjadi kekuatan ini bukan hanya cocok dalam proses wawancara, melainkan dalam cara kita menjalani kehidupan kita. Jadi, sudahkah Anda memahami kelemahan terbesar Anda? Dan sudahkah Anda mengubahnya menjadi kekuatan?
Sebagai pribadi, Anda dan saya mempunyai kelemahan masing-masing. Mungkin kelemahan yang sama. Mungkin juga berbeda. Namun sebagai sesama manusia; saya, Anda dan mereka mempunyai common weaknesses atau kelemahan umum yang dimiliki oleh semua umat manusia. Kelemahan manusia ditandai dengan adanya hal-hal yang tidak bisa dilakukannya. Namun jika kita bisa mengubah semua kelemahan itu menjadi kekuatan, maka kita bisa menampilkan diri sebagai ‘mahluk sempurna’. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar mengubah kelemahan menjadi kekuatan; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini: www.sang-tuyul.blogspot.com
1. Manusia tidak bisa selamanya melakukan kesalahan. Jika kita dituntut untuk terus melakukan kesalahan, pasti kita tidak akan bisa. Mengapa? Karena dalam proses penciptaan kita, Tuhan telah mengilhamkan kebaikan dan keburukan sebagai satu paket yang utuh. Meskipun kita berusaha keras untuk terus melakukan kesalahan itu, tetapi hati kita akan selalu mengingatkan untuk tidak melakukannya. www.sang-tuyul.blogspot.com
Anda tidak akan mungkin melakukan kesalahan terus secara sempurna. Karena hati Anda akan selalu mengingatkan untuk melakukan tindakan dalam koridor kebenaran. Guru kehidupan saya mengingatkan; ‘maka beruntunglah orang-orang yang rajin membersihkan jiwanya. Dan rugilah orang-orang yang terus menerus mengotorinya’. Sebagai manusia sempurna, ukuran nilai diri kita ditentukan oleh tindakan mana yang paling banyak kita lakukan. Kesalahan-kah? Atau kebenaran? Namun jika ingin menjadi orang yang beruntung, maka kita butuh melakukan lebih banyak tindakan berisi kebenaran. Karena kebenaran membawa jiwa kita kedalam kesucian.
2. Manusia tidak bisa hanya disuruh-suruh saja. Office boy kadang disebut juga sebagai ‘pesuruh’. Ada seorang ‘pesuruh’ yang mengajari saya dengan baik fakta bahwa manusia itu memang tidak bisa disuruh-suruh. Sang ‘pesuruh’ ini selalu mempunyai argumen bagi orang yang menyuruhnya sehingga dia tidak selalu benar-benar menjadi ‘pesuruh’. Misalnya, jika seseorang menyuruhnya membeli nasi goreng bisa saja dia datang dengan nasi padang.
Jika sang ‘penyuruh’ protes, maka sang pesuruh ini dengan ringannya mengatakan;”Susah cari nasi goreng siang-siang, Bu. Lagian tidak sehat kalau Ibu makan nasi goreng siang-siang" Fakta bahwa manusia mempunyai ‘will’ atau kehendak menunjukkan bahwa Tuhan memang tidak menciptakan kita untuk menjadi mahluk yang hanya disuruh-suruh. Kita adalah mahluk dengan inisiatif. Makanya, jika kita masih harus disuruh-suruh; mungkin kita belum menjadi manusia secara utuh. Karena manusia yang utuh, tidak bisa hanya disuruh-suruh.
3. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari rasa cinta. Bisakah Anda menyebut nama seorang manusia yang hidupnya tidak mengenal rasa cinta? Cinta kepada sesama manusia. Cinta kepada harta. Cinta kepada pangkat dan jabatan. Cinta kepada benda-benda. Tidak ada manusia yang tidak punya rasa cinta, bukan? Hal ini menunjukkan bahwa cetak biru penciptaan manusia sudah memasukkan unsur cinta kedalamnya sehingga kita membutuhkan penyaluran rasa cinta itu. www.sang-tuyul.blogspot.com
Yang perlu kita pelajari adalah bagaimana, kepada siapa dan seberapa banyak kita mencurahkan perasaan cinta itu. Jika penyaluran rasa cinta itu tersumbat, maka hidup kita akan terasa hampa. Sebaliknya dengan penempatan rasa cinta yang tepat, maka hidup kita akan semakin terasa indah dan penuh warna. Mengapa? Karena siapapun kita, tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari rasa cinta.
4. Manusia tidak bisa lepas dari ketergantungan kepada orang lain. Sebutkan satu saja kebutuhan hidup Anda yang bisa dipenuhi oleh diri Anda sendiri. Tidak ada. Hidup kita dikelilingi oleh benda-benda atau hal-hal yang disediakan oleh orang lain. Saya? Bagaimana mungkin bisa bersemangat untuk menulis jika tidak ada orang-orang seperti Anda yang berkenan membacanya.
Anda? Tidak mungkin bisa memperoleh pakaian indah yang saat ini sedang Anda kenakan jika tidak ada petani kapas, buruh pabrik tenun, tukang jahit dan orang-orang tak dikenal lainnya yang berkontribusi kepada kenyamanan hidup Anda. Nasi yang kita makan. Bis yang kita tumpangi. Kursi yang kita duduki. Jabatan yang kita sandang. Semuanya ada karena keterlibatan orang lain. Tanpa mereka sungguh, kita menjadi tidak berdaya. Mengapa? Karena sebagai manusia, kita tidak bisa lepas dari ketergantungan kepada orang lain.
5. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari nilai-nilai ketuhanan. Kita memang mengenal istilah ‘atheis’ atau orang-orang yang pada masa jayanya mempertanyakan keberadaan Tuhan. Namun, sejarah mencatatkan bahwa Hitler sang diktator zaman modern paling berkuasa pun mengakhiri hidupnya karena akhirnya dia mengakui bahwa ada kekuatan mutlak lain yang kekuasaannya bukan sekedar menyaingi dirinya, melainkan meliputi seluruh jagat raya.
Sejarah juga mencatatkan bahwa Fir’aun sang diktator zaman klasik yang mengejar Musa pun akhirnya mengakui keberadaan Tuhan tepat ketika gelombang laut melibas, menghempas, dan menenggelamkan dirinya. Ketika sedang berada dalam kesulitan, Anda bergumam;”Ya Tuhan” Meskipun ketika sedang bahagia kita sering lupa kepada Tuhan, tetapi ada saat dimana hati kita kembali mengingatkan bahwa kita, tidak bisa melepaskan diri dari nilai-nilai ketuhanan.
Catatan: Uraian diatas hanya membahas kelemahan manusia secara kolektif. Kelemahan kita sebagai individu? Biarkan kita masing-masing yang menelusurinya. Kita bisa mengingkari semua kelemahan yang kita miliki. Namun, kita juga bisa memilih untuk mengakui, memahami, dan menerima kelemahan itu sejujurnya. Kemudian mengubahnya menjadi kekuatan yang bisa meningkatkan nilai diri kita sendiri. Karena makna kesempurnaan manusia terletak pada kombinasi antara apa yang dimilikinya, dan apa yang tidak dimilikinya. Maka bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Dan bersyukurlah atas apa yang tidak kita miliki. Karena kedua kutub itulah yang menjadikan kita manusia seutuhnya. Alhamdulillah.
Sumber : didunia.net
Sebagai pribadi, Anda dan saya mempunyai kelemahan masing-masing. Mungkin kelemahan yang sama. Mungkin juga berbeda. Namun sebagai sesama manusia; saya, Anda dan mereka mempunyai common weaknesses atau kelemahan umum yang dimiliki oleh semua umat manusia. Kelemahan manusia ditandai dengan adanya hal-hal yang tidak bisa dilakukannya. Namun jika kita bisa mengubah semua kelemahan itu menjadi kekuatan, maka kita bisa menampilkan diri sebagai ‘mahluk sempurna’. Bagi Anda yang tertarik menemani saya belajar mengubah kelemahan menjadi kekuatan; saya ajak untuk memulainya dengan memahami 5 sudut pandang Natural Intelligence berikut ini: www.sang-tuyul.blogspot.com
1. Manusia tidak bisa selamanya melakukan kesalahan. Jika kita dituntut untuk terus melakukan kesalahan, pasti kita tidak akan bisa. Mengapa? Karena dalam proses penciptaan kita, Tuhan telah mengilhamkan kebaikan dan keburukan sebagai satu paket yang utuh. Meskipun kita berusaha keras untuk terus melakukan kesalahan itu, tetapi hati kita akan selalu mengingatkan untuk tidak melakukannya. www.sang-tuyul.blogspot.com
Anda tidak akan mungkin melakukan kesalahan terus secara sempurna. Karena hati Anda akan selalu mengingatkan untuk melakukan tindakan dalam koridor kebenaran. Guru kehidupan saya mengingatkan; ‘maka beruntunglah orang-orang yang rajin membersihkan jiwanya. Dan rugilah orang-orang yang terus menerus mengotorinya’. Sebagai manusia sempurna, ukuran nilai diri kita ditentukan oleh tindakan mana yang paling banyak kita lakukan. Kesalahan-kah? Atau kebenaran? Namun jika ingin menjadi orang yang beruntung, maka kita butuh melakukan lebih banyak tindakan berisi kebenaran. Karena kebenaran membawa jiwa kita kedalam kesucian.
2. Manusia tidak bisa hanya disuruh-suruh saja. Office boy kadang disebut juga sebagai ‘pesuruh’. Ada seorang ‘pesuruh’ yang mengajari saya dengan baik fakta bahwa manusia itu memang tidak bisa disuruh-suruh. Sang ‘pesuruh’ ini selalu mempunyai argumen bagi orang yang menyuruhnya sehingga dia tidak selalu benar-benar menjadi ‘pesuruh’. Misalnya, jika seseorang menyuruhnya membeli nasi goreng bisa saja dia datang dengan nasi padang.
Jika sang ‘penyuruh’ protes, maka sang pesuruh ini dengan ringannya mengatakan;”Susah cari nasi goreng siang-siang, Bu. Lagian tidak sehat kalau Ibu makan nasi goreng siang-siang" Fakta bahwa manusia mempunyai ‘will’ atau kehendak menunjukkan bahwa Tuhan memang tidak menciptakan kita untuk menjadi mahluk yang hanya disuruh-suruh. Kita adalah mahluk dengan inisiatif. Makanya, jika kita masih harus disuruh-suruh; mungkin kita belum menjadi manusia secara utuh. Karena manusia yang utuh, tidak bisa hanya disuruh-suruh.
3. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari rasa cinta. Bisakah Anda menyebut nama seorang manusia yang hidupnya tidak mengenal rasa cinta? Cinta kepada sesama manusia. Cinta kepada harta. Cinta kepada pangkat dan jabatan. Cinta kepada benda-benda. Tidak ada manusia yang tidak punya rasa cinta, bukan? Hal ini menunjukkan bahwa cetak biru penciptaan manusia sudah memasukkan unsur cinta kedalamnya sehingga kita membutuhkan penyaluran rasa cinta itu. www.sang-tuyul.blogspot.com
Yang perlu kita pelajari adalah bagaimana, kepada siapa dan seberapa banyak kita mencurahkan perasaan cinta itu. Jika penyaluran rasa cinta itu tersumbat, maka hidup kita akan terasa hampa. Sebaliknya dengan penempatan rasa cinta yang tepat, maka hidup kita akan semakin terasa indah dan penuh warna. Mengapa? Karena siapapun kita, tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari rasa cinta.
4. Manusia tidak bisa lepas dari ketergantungan kepada orang lain. Sebutkan satu saja kebutuhan hidup Anda yang bisa dipenuhi oleh diri Anda sendiri. Tidak ada. Hidup kita dikelilingi oleh benda-benda atau hal-hal yang disediakan oleh orang lain. Saya? Bagaimana mungkin bisa bersemangat untuk menulis jika tidak ada orang-orang seperti Anda yang berkenan membacanya.
Anda? Tidak mungkin bisa memperoleh pakaian indah yang saat ini sedang Anda kenakan jika tidak ada petani kapas, buruh pabrik tenun, tukang jahit dan orang-orang tak dikenal lainnya yang berkontribusi kepada kenyamanan hidup Anda. Nasi yang kita makan. Bis yang kita tumpangi. Kursi yang kita duduki. Jabatan yang kita sandang. Semuanya ada karena keterlibatan orang lain. Tanpa mereka sungguh, kita menjadi tidak berdaya. Mengapa? Karena sebagai manusia, kita tidak bisa lepas dari ketergantungan kepada orang lain.
5. Manusia tidak bisa melepaskan diri dari nilai-nilai ketuhanan. Kita memang mengenal istilah ‘atheis’ atau orang-orang yang pada masa jayanya mempertanyakan keberadaan Tuhan. Namun, sejarah mencatatkan bahwa Hitler sang diktator zaman modern paling berkuasa pun mengakhiri hidupnya karena akhirnya dia mengakui bahwa ada kekuatan mutlak lain yang kekuasaannya bukan sekedar menyaingi dirinya, melainkan meliputi seluruh jagat raya.
Sejarah juga mencatatkan bahwa Fir’aun sang diktator zaman klasik yang mengejar Musa pun akhirnya mengakui keberadaan Tuhan tepat ketika gelombang laut melibas, menghempas, dan menenggelamkan dirinya. Ketika sedang berada dalam kesulitan, Anda bergumam;”Ya Tuhan” Meskipun ketika sedang bahagia kita sering lupa kepada Tuhan, tetapi ada saat dimana hati kita kembali mengingatkan bahwa kita, tidak bisa melepaskan diri dari nilai-nilai ketuhanan.
Catatan: Uraian diatas hanya membahas kelemahan manusia secara kolektif. Kelemahan kita sebagai individu? Biarkan kita masing-masing yang menelusurinya. Kita bisa mengingkari semua kelemahan yang kita miliki. Namun, kita juga bisa memilih untuk mengakui, memahami, dan menerima kelemahan itu sejujurnya. Kemudian mengubahnya menjadi kekuatan yang bisa meningkatkan nilai diri kita sendiri. Karena makna kesempurnaan manusia terletak pada kombinasi antara apa yang dimilikinya, dan apa yang tidak dimilikinya. Maka bersyukurlah atas apa yang kita miliki. Dan bersyukurlah atas apa yang tidak kita miliki. Karena kedua kutub itulah yang menjadikan kita manusia seutuhnya. Alhamdulillah.
Sumber : didunia.net
Selasa, 02 Oktober 2012
Menguji Sebuah Kabar Berita
Suatu hari, Socrates, seorang filsuf besar dunia bertemu dengan kenalannya dan berkata, "Apakah Anda tahu apa yang baru saya dengar tentang teman Anda?"
"Tunggu sebentar," jawab Socrates. "Sebelum menceritakan apapun tentang teman saya, saya ingin Anda lulus tes kecil. Ini disebut Test Triple Filter."
"Triple filter?"
"Ya," lanjut Socrates. "Sebelum Anda berbicara kepada saya tentang teman saya, ada baiknya saya menyaring apa yang akan Anda katakan. Itulah sebabnya saya menyebutnya tes tiga saringan. Filter pertama adalah Kebenaran. Apakah Anda sudah benar-benar yakin bahwa apa yang Anda katakan kepada saya adalah berita benar? "
"Tidak," kata pria itu, "Sebenarnya saya hanya mendengar tentang hal itu dan ..."
"OK, baiklah," kata Socrates. "Jadi Anda tidak benar-benar tahu apakah itu benar atau tidak. Sekarang mari kita coba saringan kedua, tes Kebaikan. Adalah apa yang Anda katakan kepada saya tentang teman saya sesuatu yang baik? "
"Tidak, sebaliknya ..."
"Jadi," lanjut Socrates memotong jawaban kenalannya tersebut, "Anda ingin mengatakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah, Anda mungkin masih bisa lulus ujian selanjutnya, karena ada satu kiri filter: filter dari Kegunaan, Yaitu apakah yang ingin Anda ceritakan tentang teman saya akan berguna bagi saya? "
"Tidak, tidak benar-benar ..."
"Nah," kata Socrates, "jika apa yang ingin Anda katakan bukan benar atau baik bahkan tidak berguna, mengapa Anda masih ingin menceritakannya kepada saya?"
Label:
berita,
Berita baru,
Catatanku,
Cerita baru,
Dunia kita,
Inspirasi,
kabar,
kebaikan,
kebenaran,
Kehidupan kita,
Kisah kita,
Kisah Renungan,
Kumpulah motovasi,
News,
Sample,
Socrates,
tes,
triple filter,
uji
Langganan:
Postingan (Atom)


