Selasa, 10 April 2012

Awal dari Hidayah

Awal dari Hidayah adalah ketidaktertarikan hati manusia kepada hal-hal yang sia-sia.

Karena kesadaran yang terdalam dari kalbunya menyatakan bahwa ia tercipta dengan modal amat sangat mahal:
Bumi yang ia pijak
Hasil bumi yang ia makan, ia sandang, ia diami
Udara yang ia hirup  Mentari yang menghangatkan jiwaraga serta menerangi kehidupan
Alam semesta yang ia punya keterikatan erat kepadanya, ...
serta aneka karunia tak terhingga yang pasti tidak Dia cipta untuk sia-sia.

Maka perhatian, pemikiran, renungan, perasaan, ucapan, serta setiap perbuatannya harus hanya menghasilkan keyakinan, wawasan, keterampilan, kesejahteraan serta pergerakan hidup menuju kebahagiaan sorgawi nan abadi dalam naungan ridho ilahi.


oleh ust. Jalaluddin Sayuthi

 

Related Search :

Motivasi | Hidup | Bahagia | Renungan Harian Kita | Kata-kata bijak | Kata motivasi | Kata mutiara | Kisah Sukses | Kumpulan Khotbah

Renungan pernikahan untuk Suami dan Istri


hubungan suami istri

Untuk Suami Renungkanlah …  

Pernikahan menyingkap tabir rahasia... Isteri yang kamu nikahi tidak semulia Khadijah, tidak setaqwa Aisyah, pun tidak setbah Fatimah. Justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah …
Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Isterimu menjadi tanah, kamu langit penaungnya. Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya. Isteri ibarat ternak, kamu penggembalanya. isteri adalah murid, kamu mursyidnya. Isteri bagaikan anak kecil,Kamu tempat bermanja dan berkeluhkesah ia. Dan ketika isteri menjadi racun,kamulah penawar bisanya. Seandainya isteri tulang yang bengkok maka berhati-hatilah meluruskannya …

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki isteri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Rasulullah SAW, pun bukan Sayyidina Ali Karramallahuwajhah. Cuma suami akhir zaman yang mencoba untuk menjadi suami sholeh. Amiin ………

Untuk Isteri Renungkanlah …

Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Suami yang menikahimu tidaklah semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim, pun tidak setabah Ayub. Apalagi setampan Yusuf. Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh / sholehah …

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama. Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kapal, dan kamu pengemudinya. Saat suami seorang raja, kamu dapat merasakan anggur singgasananya. Dan ketika suami menjadi racun, kamulah penawar bisanya. Sungguh , tatkala suami sebagai inti jantung keluarga, maka anti-lah rusuk pelindungnya. Seandainya suami bengis lagi lancang,maka berhati-hatilah meluruskannya …

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT. Karena memiliki suami yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa. Kamu bukanlah Khadijah yang sempurna dalam menjaga, pun bukan Hajar yang setia dalam sengsara. Cuma wanita akhir zaman yang mencoba untuk menjadi istri salehah. Amiin ………

 “Semoga Allah Mengumpulkan Yang Berserakan Dari Keduanya, Memberkati Mereka Berdua Dan Kiranya Allah Meningkatkan Kualitas Keturunan Mereka, Menjadikan Pembuka Pintu Rahmat, Sumber Ilmu Dan Nikmat Serta Rasa Aman Bagi Umat “ (Doa Rasulullah Saat Pernikahan Putrinya Fatimah Dengan Ali Bin Abi Thalib)

Source dari www.kabarislam.com @ kawan kawan di forum dudung

Minggu, 08 April 2012

Rindu Muslimah


Ketika kau dapati dirimu dalam kesendirian dan tidak ada seseorang yg bisa membahagiakanmu, maka berusahalah untuk membahagiakan dirimu sendiri.

Jangan kau biarkan dirimu dimangsa dalam kesendirian di malam gelapmu.

Jadikan malammu indah akan Rindu pada tuhanmu...
Jangan kau jadikan rindumu pada selain tuhanmu...

Ukhti . . . .
Bersabarlah di saat malam gelap gulita membekap. Bersabarlah di antara sujud panjangmu, di antara harap dan do’amu kepada Allah dengan kedatangan pangeran yang akan menjemputmu. Bersabarlah terus di antara dua lelehan air matamu karena berharap yang terbaik dariNya. Sungguh itu lebih baik bagimu dan yang lebih Allah ridhoi daripada selainnya. Walaupun sulit, terasa berat, tidak tahan menunggu kepastiannya, namun tetaplah seperti itu, sabar, sabar dalam penantianmu. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang terbaik bagimu. Bukankah janji Allah sudah jelas:
”dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” {QS. An Nuur : 26}
Ukhti yg senantiasa di muliakan Allah... Saat ini, di tengah malam ini mari kita tengok jendela- jendela yang terbuka. Di atas ribuah sajadah, bersimpuh wanita-wanita yang sedang merindu. Tetesan-tetesan air mata mereka terus membasahi bumi, air mata mujahidah yang sangat takut tergelincir kepada kemaksiatan. Berjuta sorotan mata yang hanya ditujukan kepadaNya. Dan engkau ….. Apakah engkau termasuk bagian dari wanita bersimpuh itu ? sabarlah.

Sebegitu Mudah - kah . . .  ????

Ya... Betul . . . Memang Sulit Melepas Sang Rindu Ketika Melanda Jiwa... Namun yang tersulit ketika Rindu sudah Menyatu dan berbaur dalam hati kita! Segeralah! Perbaiki dari sekarang ataukah nanti ketika sudah tak sempat dan terjadi.......???

Mengadulah padaNya, pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Mintalah kesembuhan padaNya, karna hanya Dia lah yang mampu menyembuhkan luka yang menganga dalam hatimu. Karna hanya Dia lah yang selalu memahamimu, percayalah.

Jagalah pandanganmu, sikapmu, terlebih pada lawan jenismu.
Katakanlah kepada orang2 laki2 yang beriman :”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya..” (QS An Nur:30)
Pandangamu yang sangat liar justru membuatmu sangat lelah, maka tahanlah pandanganmu pada orang yang belum halal padamu. Karna lewat pandanganmu lah, syetan-syetan memanahkan kesesatannya.

Jauhkan hatimu dari rindu yang mengikat.
Jangan selalu mengingat-ingat dia yang kamu rindukan, yakinkan hatimu, lepaskan ikatan rindumu padanya gantilah dengan ikatan rindu untuk sujud padaNya.

Sibukkan dirimu dengan amalan-amalan yang bermanfaat.
Sesungguhnya mereka adalah orang2 yang bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami denagn harap dan cemas ” (QS. Al-anbiya : 21)
Tingkatkan kesibukanmu denga dzikir, membaca Quran lebih intensif atau membaca buku yang bemanfaat yang bisa menambah kerinduanmu padaNya bukan padanya.

Menikahlah.
Ini adalah solusi ampuh untuk menghilangkan kegalauanmu pada rasa rindu yang mencekam.  Sehingga rindumu bisa terobati tanpa bekas, bahkan rindu mu menjadi sebuah nilai ibadah..Subhanallah..

Rindu Muslimah

Wallahua’lam bish shawab.
Salam Santun Ukhuwah Islamiyah
referensi :  Sebelum Engkau Halal BagiKu, Senyumku Dakwahku, bukanmuslimahbiasa.com

Duh Takut

Takut akan sesuatu tentang hidup....

Hal yang paling mengganggu dan memberi dampak negatif dalam kehidupan kita sebenarnya berasal dari pandangan buruk terhadap diri anda sendiri. Kadang kita terlalu keras menghukum dan merendahkan diri kita sendiri atas kejadian-kejadian buruk yang menimpa diri kita atau pun orang lain.

Berkumpul bareng anak-anak jalanan serunya mereka gak mandang setatus.... mereka solider asalkan kita sudah bisa mengambil hatinya...! lho ko' hatinya.....??? di oprasi gituuuuuh...???

hehehe... gak lah! Mereka anak jalanan bersama komunitasnya (preman) memiliki solidaritas tinggi terhadap teman sahabat kerabat sepergaulannya bahkan orang yang Baik dan tidak mengusik Mereka.

Saya si penjual Roti bakar isi atau lebih di kenal hamBurger, Ketika saya membagi teman saya seorang kuli panggul yang termasuk dan tergolong pereman di tempat saya berjualan dia teramat senang! padahal Roti itu sudah gosong! tapi timbal baliknya itu lhooo.. dia dan teman-teman komunitasnya selalu membantu saya diamana saya mendapatkan masalah... mereka selalu ada menemani....
sungguh mulia hati mereka! Memang kelakuan Mereka tak menggambarkan pribadi hati nurani mereka....!
sebenarnya mereka orang baik? namun mereka tak memiliki teman baik...!!! dan mereka bingung harus berteman dengan siapa karena mungkin faktor pergaulan lingkungan saja yang menuntut mereka berbuat dan menjadi pereman.sekalipun perbuatannya merugukan diri sendiri, keluarga dan lingkungannya. Ia menjadi manusia yang tidak memiliki sense of responsibility, cuek dan acuh tak acuh.       

Jangan Musuhi Mereka . . . !!!

Karena Mereka Dan Komunitasnya sangatlah sensitive! Sebenarnya hati nurani mereka saya yakin Mereka tergolong Orang Baik-Baik.

Mungkin Dengan silaturrahmi diharapkan dapat ditemukan solusi terbaik guna merampungkan berbagai persoalan yang ada dan Meluluhkan hati mereka.

Dari silaturrahmi paling tidak dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : 
Pertama, menyambung kembali benang persaudaraan yang putus dan sekaligus menyadari akan akibat yang ditimbulkan. 
Kedua, membangun kembali jiwa kebersamaan dan tolong menolong diantara sesama. 
Ketiga, menciptakan rasa saling mengasihi. 
Keempat, Membangun rasa saling percaya dan menghilangkan rasa saling curiga dan buruk sangka (su’u dzan). 
Kelima,mudah mencari tabayyun bila terjadi isu yang potensial mengakibatkan pertengkaran. 
Keenam, mudah pula terjadi saling mengingatkan dan menasehati (taushiyah) 
Ketujuah, mebambah dan memperbanyak saudara. 
Kedelapan, meningkatkan kerjasama dalam segala hal yang baik. 
Kesembilan,”memperpanjang umum”. 
Kesepuluh, “memperbanyak rizki”.

Demikianlah tulisan singkat ini, mudah-mudahan dapat memberikan dorongan untuk menciptakan persaudaraan dengan mengintensifkan silaturrahmi dan memberikan konstribusi untuk membangun kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan bila meninggalkan silaturrahmi. Pertengkaran dan perpecahan akan menyebabkan kita semakin rapun dan menanggung kerugian dunia-akherat.

Wallahu A'alamu Bishawab


Salam Santun Silaturahmi @ Senyumku Dakwahku

Sabtu, 07 April 2012

Nice Words from WS Rendra


Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa
sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan
padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta
kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya
yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk
beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama
saja"

(WS Rendra)

Jumat, 06 April 2012

Puisi tentang MELUKIS IMPIAN

lukisan
♥♥ Malam ini aku berharap sang waktu berpihak kepadaku.....
ku ingin satu kisah bersamamu masih tetap menjadi yang terindah......

Biarkanlah air hujan menghapus jejakmu.....
Biarkanlah gelap malam menghalangi pandanganqu,,,
tuk ku temui wajahmu di antara deretan bintang yang tenggelam......

Namun perlu kau tahu bahwasanya.....
Di dalam hatiku engkau hidup dan tersenyum.....
Di dalam hatiku engkau menemaniku.....
Di setiap waktu........

Malam yang dingin menyuguhkan kesunyian......
Menghantarkan satu jiwa terhempas dalam bias kerinduan.....

Rindu ketika kau dan aku.....
Berdansa berdua di atas rembulan.........
Rindu ketika ku ketiduran....
Dalam pelukan..............

** MELUKIS IMPIAN ** 
@Yunie Teddy Dezz on facebook

Kamis, 05 April 2012

Shalatilah Shalatmu..


Ungkapan ini memang agak aneh kedengarannya, namun bila kita teliti makna dari shalat itu sendiri, tentu ungkapan tadi akan mudah dipahami. Dahulu sebelum shalat difardhukan kepada kaum muslim, tepatnya sebelum isra’ mi’raj Nabi Muhammad Saw, bangsa Arab telah menggunakan kata shalat yang berarti harapan atau do’a. Jadi, shalat sebenarnya sinonim dengan kata do’a. Nah, kalau kita padankan dengan kata di atas, kalimatnya akan jadi; “Doakanlah do’amu”..

Kenapa kita harus menshalati shalat kita, atau mendo’akan doa kita? 

Ini suatu wujud instrospeksi ibadah yang harus kita jalankan untuk mencapai istiqamah (konsisten) dalam ibadah. Karena Baginda Rasul sendiri mengakui, ayat yang paling membebani Beliau adalah ayat tentang istiqamah berikut ini;

“Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS 11:112).

Bagaimana shalat kita selama ini? Inilah yang mesti kita instropeksi! Apakah kita masih ogah-ogahan, malas-malasan, atau terpaksa menjalankannya? Apakah shalat kita sudah sesuai dengan kaidah ilmu fikih yang benar? Maka, shalatilah shalatmu..

Rabi’ah al-Adawiyah r.a, seorang wanita sufi yang tentu tidak asing lagi di telinga kita. Meskipun Rabi’ah sufi yang sangat tekun beribadah, beliau masih merasa kurang pede dengan kualitas ibadahnya, sehingga sering keluar ungkapan dari bibir beliau;

أستغفر استغفاري..
“Aku beristighfar atas istighfarku..”

Kadang, saat shalat hati dan pikiran kita entah berada di mana. Ketika shalat berjama’ah, tanpa sadar tiba-tiba sudah salam! Shalat kita hanya rutinitas yang tidak berpengaruh sama sekali dalam memperbaiki prilaku kita! Shalat seperti inilah yang perlu kita shalati kembali..

Kadang, kita mengamini do’a yang dipimpin oleh imam, tetapi kita tidak tahu apa sebenarnya arti do’a yang dipanjatkan iman tersebut! Do’a seperti inilah yang perlu kita do’akan kembali..

Kadang, kita beristighfar berkali-kali seusai shalat, namun sambil lalu saja! Hati kita tidak ikut beristighfar dan menyesali dosa-dosa yang telah kita perbuat! Istighfar seperti inilah yang perlu kita istighfari kembali..

***

Video Shalatilah Shalatmu ..



Tikram,-