Jumat, 04 Juni 2010

June 4th, 2010


Introducing a new boyfriend of mine,




I always believe that there is always be second chance. A new life has begun.
Thank God for always making me happy. Thanks for this special gift. I promise I will keep it tightly.


Regards,
Ianiken

Minggu, 30 Mei 2010



"Though you're waiting for me, though we're apart, I'm busy waiting for myself to recover itself. When it comes, please be the same person that I knew"






Regards,
Niken

Selasa, 11 Mei 2010

Bisnis Hebat..

bagaimana pendapat panjenengan tentang sebuah bisnis (konvensioanl, bukan berbasis jaringan)? apa peyan mau buka bisnis atau usaha yang berpotensi tinggi? apakah peyan tertarik dengan bisnis yang membutuhkan modal tidak terlalu besar dan BEP rata2 5-6bulan? Tanpa penyusutan peralatan, produknya kebutuhan pokok sehari-hari dan bergaransi, apakah Anda berminat?


saya membicarakan bisnis konvensional, bukan network marketing, bisnis-bisnis dengan modal ratusan ribu, harus mencari orang (member get member) atau pun yang lainnya.. jadi mohon jawabannya disesuaikan.


Senin, 10 Mei 2010

Pemenang di Badminton, Pecundang di Sepakbola

Tak salah jika Indonesia disebut demikian, dari jaman dahulu hingga sekarang Indonesia sudah dikenal sebagai pemenang dalam olahraga badminton karena sering menjuarai turnamen-turnamen badminton. Seperti saat ini, Thomas Uber Cup di Malaysia bisa dilalui dengan mudah oleh Indonesia.

Kabar buruknya, persepakbolaan Indonesia tidaklah lebih dari imang pecundang (losser). Bagaimana tidak? Setiap laga dunia yang dilakoni Indonesia tidak pernah membawa pulang piala emas, jangankan piala emas lolos penyisihan World Cup saja tidak.

Satu hal yang adpaat kita pelajari, bahwa bangsa Indonesia adalah tipe individualis, bukan masyarakat yang menjunjung tinggi kerjasama (teamwork). Ini terlihat dari gaya berolahraganya, Indonesia mampu menjadi juara dalam pertandingan olahraga yang hanya mengandalkan satu orang, atau paling tidak ganda. Seperti badminton, tinju, ataupun voli pantai.

Tetapi untuk pertandingan yang mengharuskan sebuah kerjasama tim, seperti sepakbola, balapan dan olahraga tim lainnya, Indonesia jarang sekali atau bahkan tak pernah menjuarainya.

Apa yang menghalangi kita sehingga tidak bisa bekerjsama dengan rekan satu tim dengan baik? Kita adalah negara Pancasila yang menjungjung tinggi nilai gotong royong, seharusnya ini tidak terjadi dalam bangsa kita. Jika kita tidak dapat mengimplementasikan nilai-nilai ideologi bangsa kita sendiri, Apa kata dunia?

Salah satu yang dapat kita lakukan adalah mengurangi rasa egois dengan meniru pola pikir orang China, yaitu memberi terlebih dahulu dan menerima kemudian. Berilah umpan kepada rekan satu tim yang lebih berpeluang mencetak gol, agar kita bisa merasakan kemenangan bersama-sama kemudian. Berpikirlah untuk memberi pelayanan yang lebih baik bagi orang lain sebelum berpikir untuk mendapatkan keuntungan dari tindakan yang kita lakukan..

Terima kasih, semoga bermanfaat.. saya tunggu komentarnya.. :D

Minggu, 09 Mei 2010

Jika kita melakukan sesuatu dengan kemampuan kita, kita akan dibuat terkejut

"Jika kita melakukan sesuatu dengan kemampuan kita, kita akan dibuat terkejut"

Dalem banget??? Iya, memang butuh sedikit pemikiran lebih untuk mencerna kata-kata di atas. Bagaimana tidak? itu adalah kata-kata yang sering dicuatkan oleh Thomas A. Edision.

Kok bisa terkejut? Simpelnya, jika kita melakukan sesuatu dengan tenaga kita sendiri dengan upaya keras kita sendiri semuanya akan terasa berbeda. Capek, menguras tenaga dan bosan sering menghantui kita, selama kita tidak membenarkannya dan terus berjuang sampai puncak tujuan, kita akan berpikir, "Apa benar saya yang telah melakukan ini semua?"

"Saya ternyata bisa melakukannya." "Saya tidak percaya bisa mencapai titik ini." dan lain sebagainya. Itu adalah sebuah surprise yang diberikan kepada diri kita untuk diri kita sendiri.

Mulai sekarang, lakukanlah dengan kemampuanmu sendiri, maka Anda juga akan merasakan bagaimana kejutan tersebut dirasakan oleh Thomas A. Edison

Semoga bermanfaat, terima kasih