Tampilkan postingan dengan label true story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label true story. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Agustus 2011

serpihan buku harian "seorang desersi"

lebaran seminggu lagi,,hmm,, sudah 5x lebaran aku tdk pernah merasakan nikmatnya ketemu kampung halaman..sambil mikir2 merindukan kampung halaman,,iseng2 bongkar2 tas usang ,,di dalamnya sengaja tempat kusimpan berkas2 dan note2 kecil thn 2005 sejak aku meninggalkan kampung halaman..kubaca secara detail serpihan2 sisa2 catatan itu ,,semuanya menceritakan hal2 kepahitan,,face kt org sih manis,,tapi jalan hidup sepertinya ketemu yg pahit2 terus..

Hari-hari dalam kehidupan yang dijalani oleh setiap orang, mungkin bisa diibaratkan dengan sebuah buku harian. Tipis-tebalnya halaman tidak bisa diketahui. Itu adalah jatah umur di dunia ini. Jumlahnya akan selalu menjadi misteri karena seseorang hanya bisa berpindah satu halaman setiap harinya. Seluruh kejadian yang dilakukan setiap harinya merupakan cerita atau kisah yang dituliskan di setiap halamannya. Mungkin saja cerita atau kisah tersebut mendatangkan banyak manfaat baik bagi si penulis, maupun bagi si pembaca. Namun ada juga kalanya, kisah di dalam buku harian tersebut mengundang antipati dari para pembaca.

Bagian awal di buku harianku katakanlah di masa anak2 sampai beranjak remaja semuanya menceritakan keindahan ,keceriaan,,pengharapan,,masa kanak2 ku hingga sampai smu termasuk yg penuh di beri kasih sayang dan rasa perhatian dgn ke2 org tuaku ,dimasa itu bapak dan ibu ku berharap kelak aku menjadi manusia yang hebat, manusia yang bisa mendatangkan manfaat untuk keluarga dan orang2 di sekitar kehidupanku.

Bagian tengah buku harian selanjutnya ,Katakanlah beranjak menuju di dunia perkuliahan,,hmm, masa ini masa di berinya kebebasan,,masa penuh ambisi dan masa pemberontakan,,nah di sini aku sering melakukan byk salah langkah,,terutama salah langkah yg terbesarku adalah masuk dalam organisasi terlarang(gerakan islam garis keras”tdk perlu sy sebut “krn mengingatnya sdh tdk ingin lg) kalau masa soekarno mereka menyebutnya DI/TII. ......................................sejak 2005 aku desersi,,desersi dari semuanya,, kutinggalkan kampung halaman .....................................................................
Kisah kehidupan selanjutnya pun dimulai. ..................( setelah ku pikir2 kalau di tulis semua jalan hidupku semua tentang kepahitan,,baiklah sy perpendek saja nie postingan,,ntr kalau sy tulis semua pun bakal bosen sobat2 semua bacanya,,yg namanya pahit2 pasti menyakitkan tuk di kenang kembali  jd mungkin tdk menarik tuk di ungkap ...lagi pula pd dasarnya aku kurang suka mengingat masa lalu ,jd aku sering mensugesti di pikiran sendiri kehidupan laluku baik2 sj .sugesti ini tuk membangkitkan passion kehidupan kedepanku..cukup antara aku dan bulan saja yg tau,,kisah itu...

Namun demikian, sejelek atau seburuk apa pun cerita atau kisah yang sdh ku tuliskan di halaman yang lama aku tdk akan bisa menghapusnya, tapi sekarang setidaknya aku masih punya halaman-halaman baru di buku harian kehidupan kedepan. Yahh setidaknya masih punya halaman berikutnya yang masih putih bersih, tak ada noda setitik pun. Halaman-halaman baru yang masih baru tersebut adalah karunia Allah. Jangan sampai aku menyia-nyiakannya. Akan kutulis kisah seindah mungkin, untuk memperbaiki kesalahan di halaman-halaman sebelumnya, selama aku masih memiliki pena keteguhan dengan tinta ketulusan yang masih bisa digunakan. Smoga tdk terpengaruh dengan masalah-masalah di halaman yang sudah berlalu agar tidak terbelenggu dan patah semangat.

Dan di bagian akhir buku yang berisi riwayat jalan hidup, itu lah akhir dari kehidupan. aku tak bisa menulis sesuatu di sana. Biarlah orang lain yang menulis dengan sejuta kenangan yg pernah aku berikan. Biarlah mereka mengungkapkan kebahagian yang pernah di rasakan bersama ,bersama doa-doa yang mereka lantunkan untuk kebaikan diri yang mungkin pergi masih dalam kondisi serba kekurangan untuk menghadap Sang Maha Kuasa. 
(maaf  nie bagi yg sdh terlanjur membaca  tulisan ini ada sedikit melow lagi,, harap maklum menjelang akhir ramadhan sering byk iktikab curhat dengan Allah ,,krn Cuma DIAlah yg bisa mengerti tentang kehidupan kita)......by alkahfi..

Kamis, 09 Juni 2011

Di kota ini akhirnya hati bisa mengucapkan" Selamat Tinggal"

 Jakarta. 10 juni 2011
Hari ini Aku di jakarta oleh karena ada pekerjaan kantor yang urgent,aku di utus oleh pimpinan mengurus segala sesuatu berkas2 pekerjaan yang belum beres dan belum lengkap yang kemungkinan aku menyelesaikan ini semua sampai rabu depan sekitar tgl 15 ,,hmmm tapi tak apalah hitung2 refress suasana baru walau cuma beberapa hari.Disela2 kesibukanku siang tadi, ntah knapa terkadang sering terlintas bayang2 itu, nah kalau sudah begini jadi pengen menuliskan sesuatu nie..hemm.baiklah hari ini akan kutuliskan sedikit beberapa pikiran yg masih tersisa..
 
Selalu ada hal pertama untuk segala hal. Pertama kali sekolah, pertama kali masuk kerja, pertama kali pacaran, pertama kali kissing, pertama kali punya kendaraan sendiri, pertama kali merasa sakit merasa sendiri. Semuanya selalu ada hal pertama. Kebanyakan saya sering lupa. Mungkin memang sudah sifat. Pelupa dibesar-besarkan. Mungkin sudah kebiasaan dalam keluarga yang tidak terlalu membesar-besarkan segala sesuatunya, apalagi sampai mendokumentasikan kehidupan. Sehingga suatu hari saya merasa iri. Melihat seseorang yang mencatat semua detil perjalanan hidupnya. dia akan bersyukur karenanya? Mungkin memang seharusnya. Karena ada satu hati yang menitip iri dengannya ,Yaitu saya.

Saya tidak pernah difoto pertama kali saya belajar berjalan. Saya tidak memiliki foto saat pertama kali saya jatuh ke selokan bersama sepeda mini saya dan berlumuran lumpur. Walaupun ingatan manusia akan terus abadi akan hal-hal tertentu, tapi sayang sekali saya dilewatkan dari momen lucu yang akan membangkitkan semua cerita lainnya.he2 terpikir sejenak,bagaimana mo di dokumentasikan ya,,tahun 80 an belum ada foto digital konon lagi HP..he2.seandainya waktu bisa kembali..ngayal.com..:)
Saya iri.
Namun, sekarang saya mulai belajar untuk mendokumentasikan apapun dalam kehidupan saya. Saya juga tidak tahu alasannya kenapa. Saya mengkumpulkan semua hal dari hal kecil sampai hal besar. Dari yang menyenangkan sampai kepada hal yang memaksa saya bersimbah air mata. Semuanya terekam dalam berbagai dokumentasi. Foto, tulisan, catatan YM, voice recording dan berbagai media pengingat lainnya.
Hingga sampai suatu hari. Saya membuka-buka hp lama saya. Dan saya menemukan sms. video rcording&voice recording. Sebuah rekaman kenangan. Tentu itu adalah sms aku dengannya,video recording saat2 kami makan di cafe,mall sampai Percakapan saya dengan seseorang. Di percakapan itu suara saya sengau.. Saya langsung teringat dengan peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudah yang mengikuti percakapan singkat itu. Terus terang saya tidak dengan sengaja merekam percakapan. Saya tidak tahu harus berterimakasih dengan teknologi atau mengutukinya sekarang. Tapi marilah melihatnya dari kacamata positif.

Ketika kita mendokumentasikan sesuatu, mungkin kita akan lebih banyak mendokumentasikan kesenangan. Mungkin lebih baik mengingat memori yang indah dibandingkan yang buruk. Tetapi semua orang juga tahu tidak ada manusia yang hidup di dunia ini hanya hidup dalam kesenangan. Semuanya hidup dalam perjuangan. Begitu juga dengan rekaman yang saya temukan itu. Jika saya mendengarnya beberapa bulan yang lalu, saya mungkin akan langsung tersedu. Saya akan langsung melakukan napak tilas kehidupan saya yang menurut saya berliku. Tapi kalau dipikir-pikir lagi siapa yang tidak? Siapa yang tidak memiliki kehidupan berliku. Siapa yang tidak memiliki kenangan buruk. Siapa yang tidak pernah merasa sakit. Wah omong kosong kalau ada. Sama dengan temuan saya ini, saya sebenarnya tidak senang dengan temuan ini. Saya hanya merasa temuan ini bagai temali yang melibat kaki-kaki saya. Dan mulailah saya berpikir mundur. 

Jika saya tidak menemukan recording ini, saya tidak akan pernah menyadari bahwa saya sedang bicara dengan seseorang yang paling penting dalam hidup saya pada saat itu, dan membicarakan hal terpenting selama hidup saya dengannya, namun perlu ku sadari karena kesalahanku yg tidak berterus terang di awal pertemuanku dgnnya,sekarang ini aku sudah tidak penting lagi untuknya bahkan pesan di inbook FB dan sms ku pun sudah tidak ada artinya lagi untuknya.yah setidaknya sekarang yang penting aku sudah pernah membuat hidup seseorang menjadi lebih penting untuk orang lain . Saya tidak ingin membesar-besarkan harus menyalahkan kenapa dan siapa yang harus menanggung tanggung jawab akan peristiwa yang telah terjadi. Saya sudah bosan menghitung. Namun tak ayal, recording ini membuka satu hal yang tidak berani saya akui. ya Tidak berani aku akui. Tidak berani diungkapkan lewat statement, pernyataan, ketegasan sikap atau bentuk pengungkapan lainnya. It has written in the sky, love will find their own way. And it will stop if it isn’t. 

Itulah artinya buat saya paling tidak. Rekaman itu adalah hal pertama yang memicu saya untuk mencetuskan pernyataan pertama setelah sekian lama dan sekian banyak kejadian terjadi. Termasuk hal pertama untuk mengakui kalau Takdir itu ada. Dokumentasi kiranya memang harus dapat dilihat dari kacamata lebih positif, sehingga jika saya suatu hari harus berhadapan dengan kekecewaan, kesedihan lagi, saya tahu pasti akan ada hal pertama lainnya yang mengikuti semua itu. Statement ini adalah harapan. Harapan buat siapapun yang mengalami kekecewaan sehingga kita tidak akan dirundung frustasi. Tidak terhimpit badai putus asa. 

Seperti ‘nyeri’.
Memory yg terekam diotak begitu kuat. Bahkan sebelum kita terkena sesuatu yg potensial menimbulkan nyeri, reflex menghindar sudah bekerja tanpa kita sadari.
Begitu juga segala memory2 yg menyedihkan/menyakitkan secara diam2 otak kita berusaha menguburnya walau pada suatu saat/situasi akan terbangkitkan juga.
Tinggal bagaimana kita menyikapinya….menghindari, atau menghadapinya.,walau sakit tetapi tetap tegar dan dapat mengeliminasinya.

Pada akhirnya suatu hari saya yakin saya akan mampu melihat tumpukan foto, catatan2 di YM dan lagu2 yang pernah kami nyayikan bersama . Karena yang lebih penting adalah bersyukur atas sharing ilmu dan pengalaman life at adventure dan  lainnya yang memang jauh lebih berharga dari kegagalan dan kekecewaan itu sendiri.   “ Selamat Tinggal”  bukanlah hal pertama yang pernah terucap , namun ini adalah pertama kalinya saya ucapkan dengan kesadaran penuh. Semoga kenangan, perjuangan dan kekecewaan adalah modal kita untuk meraih kesempatan atas cerita-cerita pertama lainnya didalam hidup kita. Amien.

Jumat, 13 Mei 2011

Hanya sebuah Catatan Tentang Seorang Pria dan Seekor laba2


Tarahan. Jam 1.45 wib.13 mei 2011
Minta ijin untuk sedikit berbagi cerita ya..
Pada suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di pinggiran pantai,tepatnya di pantai Selaki (PLTU Tarahan lewat dikit lah kalo dari arah Tg Karang). Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustasi yang menggantung. Dia hanya duduk termenung sambil memandangi laut lepas dgn tatapan kosong tanpa arti, seperti tak tahu apa yang dilakukannya. Sementara di skitaran pantai itu banyak orang menikmati keindahan sore itu yang sesekali diiringi deburan ombak pantai, si pemuda hanya tertunduk lesu.

Setelah sekian lama, ia kemudian terduduk di sebuah
batang kayu yg sudah lapuk dan menghela napas panjang.

Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal, diambilnya sebatang ranting yang jatuh tak jauh dari tempatnya duduk.

Seperti hendak melepaskan tak karuan yang melandanya, si pemuda segera mengarahkan ranting terseb ut untuk merusak sarang si laba-laba.Akibatnya, benang-benang sarang dari laba-laba yang sudah seperempat jadi itu pun rusak berantakan.

Setelah puas dengan kelakuannya, si pemuda memperhatikan ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?

Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula dan mulai mengulangi kegiatan yang sama. Laba-laba merayap-merajut-melompat, dan dengan lincah ia menyusun helai benang yang dipintalnya dengan penuh ketekunan. Semakin lama, semakin lebar dania pun hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.

Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru, pemuda yang dari tadi memperhatikan ulah laba-laba kembali timbul rasa isengnya. Maka, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kali kedua.

Setelah kembali hancur, pemuda kembali ingin tahu, apa yang akan dilakukan si laba-laba. Ternyata, tak disangka-sangka oleh si pemuda, untuk ketiga kalinya laba-laba mengulangi kegiatannya. Ia kembali memulai dari awal - dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dan menyusun setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya. Dengan tekun laba-laba kembali memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.

Demi melihat dan mengamati ulah laba-laba yang mau membangun sarang yang telah hancur untuk kali ketiga, sang pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil, namun giat bekerja tanpa mengenal lelah.

Mengalami kegagalan bukan berarti kita harus menyerah, apalagi putus asa. Melalui kegagalanlah kita bisa mengevaluasi setiap langkah yang telah kita lakukan. Dengan begitu, kita akan tahu hal apa saja yang perlu diperbaiki dan tahu di mana saja kesalahan yang telah kita perbuat untuk tidak mengulanginya. Hal itu akan mendasari langkah kita ke depan menjadi lebih baik.

Teringat dgn note kecil yg pernah sy tulis juga
Sampai saat ini, akan terus hidup di dalam keyakinan. Mengetahui dan percaya bahwa semua bagian yang saya perlukan di sana dan bahwa hanya dibutuhkan masalah waktu sebelum mereka jatuh ke tempatnya. Mengingat bahwa ada suatu gambaran besar, sebuah rencana untukku, bahwa ku tidak dapat melihat sekarang. Percaya bahwa setiap bagian hidupku, bahkan yang menyakitkan, memiliki tujuan dan memainkan peran penting. Dan ketika aku lemah, aku akan mencari kekuatan melalui doa. . Aku melakukan semua ini dengan harapan bahwa pada hari mulia, ketika Dewa karya saya akhirnya selesai, Ia akan berbisik ... "Bagus sekali".

Sedikit menambahkan tuk crita di atas ,semua org yg hidup di dunia ini pasti punya beribu masalah dlm hidupnya.. untuk hal ini sy khususkan ke masalah hati,,ya bagi  yang punya pengalaman patah hati, ,bertepuk sebelah tangan,merasa di abaikan, tunangan ga direstuin, dikata-katain mertua, di underestimate kan pasangan,perbedaan keyakinan , dll dll yg menyangkut masalah hati lah ceritanya.. Sebenernya bukan masalah cinta aja di dunia ini tapi masih ada masalah ekonomi, broken home, masalah pekerjaan, masalah teroris,ampe masalah dunia internasional pun terserahlah.. Sebenernya masalah "love" gak bisa di anggap sepele karena awal adanya kehidupan di dunia ini juga di awali karena love itu,,yaitu dari adam dan hawa kan..knapa gak bs di anggap sepele ya karena terlalu banyak yang karena cinta jadi bunuh diri, jadi males sekolah, jadi males kerja, jadi punya kelainan batin, jadi stress. Dll dll lah.

Saya ga butuh doa atau saran semua org2 agar saya lebih baik.. Tapi saya mau bagi yang membaca ini segera berubah, karena kalau kita menghancurkan masa depan kita demi cinta artinya kita gampang putus asa.. Kita harus ingat, di dunia ini tidak ada yang lebih baik jika kita bisa melakukan sesuatu yang terbaik di hidup kita sendiri, karena di akhir nanti jika kita berhasil kita akan bahagia.. Kita punya rumah sendiri, kita punya kendaraan pribadi, kita bisa jalan-jalan keluar negeri..(sekedar penyemangat hati)


Sedari Dulu Saya sudah pernah namanya ngerasain hati yg terluka,merasa di sepelekan di abaikan ,hidup di jalanan sampai makan nasi bekas kemaren sama tempe sisa kemaren juga, ga punya uang.. Hidup ini semua pembelajaran, detik ke depan pun kita terus belajar di hidup ini...


Untuk
semua yg kebetulan membaca cerita ini.. jangan gampang ngedown, jangan gampang sakit hati.. Memang sakit hati itu ga gampang ngelupain kan? saya juga tau, karena semua orang yang baca ini pasti perna merasakan apa itu sakit hati,merasa di abaikan.. Bedanya adalah mereka itu tau cara menghadapi hidup ini agar jadi lebih baik..

Kalau
kita suka berhayal suatu saat itu kita dapat istri/suami yang baik, hal itu bukan suatu yang ga mungkin.. Ini khusus yang bagi merasa di abaikan tuk masalah hati nie, jangan terlalu berlarut dalam kesedihan kamu, karena ada orang yang lebih sedih alias "miskin papa".. "miskin papa" itu seperti pengemis yang tidur di pinggir jalan setelah bangun ia harus menghadapi kenyataan bahwa ia itu tidak bisa apa-apa.. Anda sangat beruntung jika anda membaca ini karena anda bukanlah salah satu dari mereka..(sambil merenung dgn diri sendiri betapa bersyukurnya aku skrg ini)

Jika anda perempuan, maka anda sangat bahagia hari ini.. Karena anda bukanlah salah satu wanita-wanita seperti yang keluar di malam hari.. Anda harus menghargai diri anda sendiri, karena di sisi itu pria pilihan anda pasti akan menghargai anda seperti selayaknya orang yang spesial di hati
nya..

Special one who has parents.. Cobalah cintailah orang tua kamu seperti ia di liang kubur nanti.. Jangan tunggu menyesal nanti.. Karena hidup itu ga ada yang akan abadi...

Demikian lah sedikit cerita dari saya ,maaf ceritanya agak ngalor ngidul,, tapi setidaknya saya sudah menuangkan sedikit tulisan yg sudah hampir 2 minggu ini blank..

Alkahfi77.blogspot.com

Senin, 21 Maret 2011

Pertemuan Terakhir 22 maret 2011 jam 7.45 wib di persimpangan Rajabasa


Pagi-pagi sehabis sholat shubuh aku berdoa, sebentar lagi aku akan mengantar org yg aku sayangi akan pergi keluar kota dan munkin juga,ntahlah munkin itu juga pertemuan terakhirku dgnnya, dadaku berdebar. Tapi aku harus beranjak untuk menjemputnya dan selanjutnya mengantar kepergiannya.tak banyak kata2 yg terucap di persimpangan itu..karena aku sdh tdk sanggup lagi harus mengatakan apa..aku hanya berusaha diam menenangkan perasaan hati yg sebenarnya bergejolak..
Pertemuan terakhir merupakan sebuah momen yang paling tidak disukai oleh setiap orang, saya kira. Karena dalam pertemuan itu pasti akan membawa haru, sedih,
Sering membayangkan di saat2 terakhir aku mengantar kepergianmu aku ingin memberi ucapan yg manis,ingin memberi kecupan di kening, tapi pada saatnya itu aku hanya terdiam ,terdiam tak bisa mengucapkan kata2.
 
Walaupun kamu slalu mengatakan smoga waktu yg akan bisa memisahkan kita, tapi aku dgn keyakinanku slalu mengatakan sebaliknya smoga waktu kelak yg akan menjawab dan yg akan mempertemukan kita kembali.hal ini munkin susah tuk di mengerti oleh org lain munkin hanya Cuma kita ber2 yg tau ttg apa yg sdh kita jalani,dan aku juga tau dari hati yg terdalam kamu, juga tdk ingin seperti itu,dipikiranku sering bertanya2 kamu jarang skali terlihat seperti mengistimewakan aku, sementara aku sebaliknya selalu mengistimewakan dan mengutamakan kamu dan aku juga tau kamu tdk bisa mengusir bayangan kabut gelap itu yg slalu mengiringi dan menutup mata hatimu untukku.

Tak pernah aku segalau ini dan aku slalu berharap smoga kelak kau kembali ,walaupun janji dapat di ingkari,tapi aku yakin cinta sejati kelak kan slalu menepati dan kembali..
Yah, mungkin dgn ini semua aku dapat mengambil hikmah bahwa kita tidak pernah dapat menduga bahwa terkadang pertemuan dengan teman kita, saudara kita, atau orang-orang yang kita sayangi /cintai ternyata merupakan pertemuan terakhir kita dengan mereka....Oleh karena itu berikanlah yang terbaik, jangan menyakiti baik lisan maupun perbuatan, pandangi wajahnya dengan penuh kasih sayang ketika kita diberi kesempatan Tuhan untuk bertemu dengan mereka, anggaplah bahwa itu mungkin pertemuan terakhir kita dengan mereka agar kita tidak menyesal ketika sewaktu-waktu orang-orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita untuk selamanya.............

Senin, 14 Maret 2011

hidupku Hampa Tanpa Kamu

Hari demi hari ku lalui dengan kehampaan…dgn sedikit senyuman ya krn aku plg susah tuk tersenyum krn beban hidup dan cobaan bertubi2 yg ku alami,tak banyak aku tersenyum , hanya sejimpit yang kudapatkan. Tapi itu lebih dari cukup buatku untuk melanjutkan  hidup.
Sering slalu teringat  Kala kita pertama bertemu, ada raut malu diwajahku saat melihat kamu diperjalanan di dalam mobil tumpangan teman.
Ak terpesona …terpesona padamu sejak pertama kali kita berbincang walau itu awalnya hanya lewat handphone. Memang tak pernah terbayangkan kita akan sejauh ini…bahkan kita melangkah terlalu jauh…sampai ak tak mampu melepaskan tanganmu dari genggamanku.
banyak perjalanan sering kita lalui bersama jatuh bangun(jatuhnya beneran sampai masuk siring sgala) ,sedih senang menangis tertawa kita jalani bersama dgn rasa saling melindungi dan menyayangi ,banyak juga hal2 yg luar biasa kita lihat selama perjalanan kita pernah bersama..(sampai detik ini semua itu tdk akan pernah terlupa)
Ak tau, dan aku salah…krn masa laluku tdk sempurna untukmu dan tak seharusnya semua ini terjadi. Tapi ak tidak rela, juga ntah knapa aku tdk rela kamu pergi jauh dariku dan aku juga tahu kamu sayang, kamu juga tak rela pergi dariku tapi pilihan hidupmu ada di kamu melaui tangan2 dan rencana Tuhan, kita juga tdk tahu apa yg harus di lakukan.saat ini cukup kamu ketahui,aku bukan dipilih Tuhan secara acak untuk bisa bersamamu…ini adalah takdirku pernah ada disampingmu dan takdirmu memiliki ku pada saat itu…bukan sebuah kebetulan ataupun sebuah kesalahan…ini juga sering kamu ucapkan…
Aku pun tak ingin seperti ini sayang,hidup dalam bayang2 kegelapan…ak harus bersembunyi untuk bisa terus memegang erat jarimu. Aku pun ingin hidup normal seperti yang lain…tapi ak tau…kita takkan bisa…dan akupun tak pernah meminta kenormalan itu…ak mencintaimu dengan tulus walau ada byk dinding pemisah dan keterbatasan yg ada padaku…
Ak bukan suatu kesalahan sayangku, ak anugrah dalam hidupmu. Ak memberikan yang tidak kau dapatkan dari siapapun…ak memberikan semua itu dengan penuh ketulusan…sebuah cinta yang kubingkai dengan darah dan air mataku…hanya untukmu…
48  jam dalam 7 hari kita bertemu, 60 menit per hari kita bicara…dan ak terbiasa dengan semua itu…ak terbiasa dengan semua keterbatasa antara kita…ak terbiasa  hidup denganmu…
Lalu kini
Kau akan pergi dariku…meninggalkanku.
Bagaimana ak bisa hidup tanpamu sayang…katakan padaku bagaimana caranya….???berharap ini hanya mimpi
Terkadang ini semua seperti mimpi, kadang aku tersadar aku harus berpikir secara logika dan realita yg ada..
Begitu aku terbangun dari mimpi ini aku tersadar. Aku laki2 aku harus kuat.
Slalu teringat janji2 dan rencana2 yang akan kita buat ,saat ini hanya itu lah sisa2 semangat cintaku kepadamu sayangku. Karena walau kamu ntah pergi kemana walau kamu tdk akan pernah kembali, aku sudah berjanji kepadamu dan aku sudah berjanji kepada semesta seperti yg sering juga kamu ucapkan. Untuk terus mewujudkan rencana2 yg pernah kita ungkapkan bersama..munkin cukup itulah sebagai tanda sayang dan cintaku kepadamu..

di dedikasikan untuk seseoarang (sherafim)

Sabtu, 05 Maret 2011

Fatamorgana oh fatamorgana

Melewati minggu ini seperti jalan di padang gersang serasa tdk ada sebatang pohonpun yg di temui ,tapi padang ini akan terus ku lalui sampai tetes air terakhir .krn aq dan alam itu sdh terikat oleh sebuah janji.janji yg bukan hanya di ragaku tapi  janji jiwaku kepada alam semesta dan janji semesta yg di berikan kepada jiwa ragaku. Dari kejauhan seperti terlihat rindangnya pohon dgn daunnya yg lebat terlihat seperti ada air mengalir di bawahnya tetapi tak pernah kunjung sampai. Ternyata itu hanya fatamorgana2 yg slalu ku temui di setiap minggu,di padang gersang kehidupan yg ku jalani. Saat ini aq punya hanya keyakinan.seperti lintasan matahari.,aku akan terus melalu jalan itu .


Selama raga ini tinggal di muka bumi ,;Fitnah, musibah, kekurangan harta, penyakit, penghinaan di persalahkan, adalah sebagian masalah yang akan selalu menghampiri ragaku. Kemanapun raga pergi dan dimanapun raga berada, ia akan selalu turut serta. Masalahnya, bagaimana sikap jiwa terhadap masalah tersebut ?. Inilah yang akan menentukan sukses tidaknya hidup jiwa dan raga; bahagia atau nestapanya perasaan ke2nya
Bukankah selama bertahun-tahun sekolah, kita harus menghadapi berbagai macam ujian hingga akhirnya kita lulus dan dihormati sebagai orang berpendidikan ?. Kuncinya, bila ingin mendapatkan nilai terbaik, kita harus mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih terus menerus. Setelah itu hadapi ujian dengan niat dan cara terbaik agar lulus dengan nilai terbaik dan untuk yg satu ini aku selalu mendapat yg terbaik.

Slalu jiwaku berkata
Jangan terpancing untuk marah dan bertindak emosional ketika kita dihadapkan pada suatu masalah. Marah hanya akan memuaskan nafsu, sedangkan nafsu yang tidak terkendali bukan jalan meraih kebenaran dan kemuliaan hidup,berdamailah dgn jiwa yg murni yg tulus.
Mencoba untuk tdk mendramatisir pikiran dari otak. Yg bisa berakibat persoalan jadi tampak gawat, darurat, dan merasa tdk ada harapan.tidak ingin  membuat raga terpuruk dan menjadi hina, bila kita putus asa menghadapinya. karena Putus asa lahir dari lemahnya ilmu dan keyakinan pada sang pencipta